BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
SEKERTARIS BARU.


__ADS_3

Sementara itu...


Pria yang tadi di jumpai Syifa tadi, Saat ini sedang duduk di pinggiran kolam renang, sambil merendam kakinya menikmati angin hembusan malam.


Pria tersebut bernama Dimas Fardian Anggara. seorang pengusaha besar di kota itu.


" Woii diem-diem baek. " seru seseorang yang tidak lain adalah sahabat Dimas.


" Apa loe. " ketus Dimas kepada Candra


" idihhh ketus banget. "


" loe mikir apa sih.? "


" emang kalau gua kayak gini, gua harus mikir apa gitu. "


" terserah loe deh. kalau loe yang di ajak ngomong, ribet. "


" bodo amat. " Dimas meninggalkan Candra.


" loe mau kemana? "


" Tidur udah tengah malam, besok kerja. " Teriak Dimas.


"Oo oke. kalau gitu gua mau pulang. " teriak Candra tapi tak mendapat jawaban dari Dimas.


Dimas menuju kamarnya, dan langsung membersihkan dirinya, setelah itu dia membaringkan tubuhnya di atas king size miliknya.


Tanpa mengeluarkan sekata patah apapun, akhirnya dia tertidur dengan lelapnya.


.........

__ADS_1


Pagi menjelang, matahari sudah tampak menyinari dunia, saat ini seorang gadis cantik telah selesai dengan urusan di kostnya. dan ia juga saat ini telah rapi dengan pakai kantornya.


Sekarang ia menuju kantor yang akan menjadi ladang hidupnya, dengan senyum yang mengukir di wajahnya, menunjukkan rasa bahagianya saat ini.


Setelah berbincang dengan ketua HRD akhirnya gadis cantik ini tau posisinya di tempat itu.


Dia di posisi kan sebagai sekertaris Presdir perusahaan itu. Bahagia tentunya mendapat pekerjaan sangat bagus menurutnya.


Ia segera naik ke lantai 25, lantai paling atas yang akan menjadi tempatnya bekerja. Dengan menggunakan lift khusus karyawan, akhirnya ia sampai di lantai paling atas itu.


" Selamat pagi pak." sapa Syifa


" Ya selamat pagi. siapa yah? " ucap Candra tangan kanan Dimas.


" Perkenalan saya Syifa Olivia, saya di beritahu ketua HRD kalau saya sekertaris baru Presdir di sini. "


" Oo.. " Candra menatap dari atas ke bawah penampilan Syifa yang tampak sederhana dan elengan. Terlebih lagi wajahnya yang sangat jelas tanpa balutan make up.


" Bukan, penampilan kamu bagus kok, kamu cantik alami. " ucap Candra membuat Syifa tersenyum


" Ya sudah ayo biar ku antar. "


" baik pak. "


Mereka menuju ruangan Presdir, Tanpa mengetuk Candra langsung membuka pintunya.


" Dimas, nih Sekertaris Baru loe udah datang. " ucap Candra yang memang selain meeting tak pernah berkata formal pada Dimas.


" loe bisa nggak sih masuk ngetuk pintu dulu, jangan kayak kambing main nyelonong aja. " protes Dimas tanpa menoleh ke arah mereka.


" Ya elah udah biasa kali. "

__ADS_1


" Duduk. " ucap Dimas masih belum menoleh.


Setelah mendapat ijin duduk Candra dan Syifa duduk di kursi yang berada di depan Dimas.


" Kayaknya mukanya nggak asing deh, tapi pernah liat di mana?. " Batin Syifa.


Dimas mendongakkan kepalanya dan nampaklah dua orang yang saat ini sedang tersenyum ke arahnya.


" Kamu... " ucap Dimas melihat Syifa.


"Tu kan, dia yang kemarin gua bilangin, kesurupan hantu bisu. " Batin Syifa.


" Iya pak. " Syifa memaksa tersenyum.


" Loe kenal.? " Tanya Candra.


" nggak... cuma kemarin nggak sengaja ketemu. " ucap Dimas membuat Candra mengangguk.


" Jadi kamu sekertaris baru saya?. "


" iya pak."


" siapa namamu. "


" Syifa Olivia, panggil saja Syifa. "


" Apa kau sudah mengenal saya?"


" Sudah pak. "


" Kenapa kau cuma jawab itu, kenapa kau tidak sebut nama saya. " Dimas sedikit membentak.

__ADS_1


__ADS_2