BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
Episode 4


__ADS_3

Pov Syifa.


Tok Tok Tok


" Iya masuk. " ucap Syifa


Dan tampaklah seorang wanita muda yang sepertinya berumuran 25 tahun. hanya beda 3 tahun dari Syifa.


" Hay kamu sekertaris barunya Presdir ya?"


" iya mbak siapa yah? "


" Saya Anita. " menjulurkan tangan.


" Syifa. " membalas juluran tangan Anita.


" mbak di sini sebagai apa? "


" Saya sekertaris pak Candra. "


" Pak Candra itu yang tadi pagi saya temui yah? "


" iya itu pak Candra. "


" Oo. "


" Kamu nggak makan siang. "


" Saya bawa bekal mbak. "


" Oh kalau begitu, tunggu saya yah. Saya juga bawa bekal. kita makan bareng. "


" oke.. " ucap Syifa, Anita keluar ruangan.


Tak berapa lama Anita kembali dengan kotak bekal dan satu botol air mineral di tangannya.


Syifa dan Anita makan bersama dan sesekali bercanda. keduanya yang hampir memiliki sifat yang sama dan mudah bergaul membuat mereka dalam waktu singkat akrab.


" Oh iya kamu bekerja sama pak Presdir gimana?"


" ya gitu aja, dia nggak ngeselin, dia juga nggak baik. "

__ADS_1


" nggak baiknya itu apa, dia ngasih pertanyaan beruntun terus tiba-tiba diem. itu yang aku nggak suka. "


" Oo itu mah biasa. "


Syifa dan Anita mengobrol hangat, bahkan mereka tak sadar sudah ada Dimas dan Candra yang sedang memperhatikan mereka, tertawa.


" Kalian!" panggil Candra.


Syifa dan Anita pun berhenti tertawa dan menoleh ke arah dua pria tampan yang kini menatap mereka.


" Kalian ngapain. "


" Ngobrol doang pak. "


" hmm waktunya kerja, kembali ke ruanganmu. "


" baik pak. "


" Syifa aku pergi dulu yah. " ucap Anita nembuat Syifa mengangguk.


Setelah kepergian Candra dan Anita, Dimas kembali ke tempatnya. Selang beberapa menit Dimas memanggil Syifa.


" Hey kamu sini!!. " panggil Dimas.


" Buatkan aku kopi."


" Takarannya berapa ya pak. "


" 2 sedok teh kopi dan gulanya 1 aja. "


" Baik pak." ucap Syifa pergi.


" Eh aku kan nggak tau tempatnya di mana. " ucap Syifa kembali masuk.


" Pak. "


" Kenapa kamu balik. "


" Saya nggak tau tempatnya mana. Apalagi ini kantor gede nanti kalau saya ilang gimana. " ucap Syifa membuat Dimas menepuk jidatnya.


" Di sini kamu belok kanan, lurus terus, lalu belok kiri lurus dan kalau kamu udah nemuin tulisan Dapur. ada di situ. "

__ADS_1


" Oo baik pak makasih. Saya pergi dulu. " ucap Syifa


" Dia bodoh banget sih. " gumam Dimas.


Syifa menyusuri jalan dan akhirnya menemukan dapur yang dimaksud Dimas.


" Eh mbak Anita kamu di sini juga. " ucap Syifa.


" Iya Syifa. setiap jam begini pak Candra minum kopi. " ucap Anita.


" Oo. "


" Ya udah aku pergi dulu yah, ini kopi sama gulanya nanti di taruh di laci aja. "


" oke... "


Syifa langsung membuatkan kopi sesuai takaran yang di minta Dimas, setelah itu dia kembali dan menemui Dimas di ruangannya.


" Ini kopinya pak. " meletakkan kopi di depan Dimas.


" Hmm.. "


" Ada lagi yang bisa saya bantu pak. "


" tidak!! kembali keruanganmu. "


" Baik pak. "


Syifa kembali keruangannya dan mengerjakan tugasnya, dengan penuh semangat dan tak lupa senyum terpancar di wajah cantiknya.


Dimas melirik Syifa yang saat ini menatap layar di depannya dengan tersenyum.


" Dia tampak manis tersenyum seperti itu. " ucap Dimas.


" Benar kata Candra di cantik, manis, pipinya juga aga cubby jadi kelihatan imut, bibirnya tipis dan sexy gitu. rasanya gimana yah kalau di cicipi. " ucap Dimas kini menatap sempurna wajah Syifa.


" Astaga apa yang kupikirkan. " ucap Dimas tersadar.


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA VOTE LIKE DAN COMENT

__ADS_1


HAPPY READING


__ADS_2