BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
JAGO MASAK


__ADS_3

" Kak temenin aku ke dapur yuk, Aku haus. " ucap Diana


" Ya udah ayo. Kakak juga haus nih. " ucap Syifa.


Syifa dan Diana beranjak ke dapur.


Saat baru saja masuk dapur, Syifa menarik tangan Diana untuk berhenti.


" Kenapa kak. "


" Kakak kamu bisa masak? "ucap Syifa sambil menunjuk seorang laki-laki yang sedang memasak tak lupa menggunakan celemek tidak lain adalah Dimas.


" Jago banget malahan padahal dia laki-laki nah Diana perempuan hanya bisa masak mie instan sama telur rebus, soalnya Diana nggak tau gimana caranya mecahin telur kalau belum di rebus. " ucap Diana cengegesan.


Syifa mengangguk-angguk paham, kemudian melangkah pelan mendekati Dimas yang sedang sibuk dengan masakannya.


" Eh pak Bos jago masak ternyata. " ucap Syifa tiba-tiba dengan menyentuh pundak Dimas membuat Dimas terkejut.


" Eh Syifa bikin kaget aja. Dan jelas aku jago masak, bahkan masakanku jauh lebih baik dari masakanmu. " ucap Dimas dengan nada sombongnya.


" Ckk rese!! Tapi mungkin iya karena aku nggak bisa masak kayak gini. Aku hanya bisa masak yang simpel doang. "


" Masih untung bisa dari pada adikku yang super manja itu pecahin telur aja nggak bisa. " sinis Dimas melirik adiknya yang sedang menenguk air.


Diana duduk di kursi dengan menatap tajam kakaknya setelah menghabiskan air di gelasnya itu.


" Padahal tadi aku udah bagus-bagusin kakak jago di depan kak Syifa, ehh malah di ejek. " ketus Diana. " Kalau bukan Papa yang melarangku memasak mungkin aku bisa."


" Memangnya kenapa Papa kamu ngelarang. " tanya Syifa penasaran.

__ADS_1


" Dulu itu di saat usia dia 5 tahun Diana masuk ke dapur tanpa sepengetahuan siapapun dan yang lebih parah dia ngambil pisau dan karena nakal hasilnya tangannya berdarah. Itu sebabnya Papa sampai sekarang ngelarang Diana pengang pisau atau benda tajam lainnya. " jelas Dimas.


" Kak yang di tanyain itu aku. " ketus Diana.


" Uhh kaciannya adikknya Pak Bos. " ucap Syifa membuat Diana manyun.


" Pak saya bantuin masak yah. " ucap Syifa beralih pada masakan Dimas.


" Ya udah kamu potong-potong sayurannya lalu masukin ke kuahnya. Dan ini pake celemek dulu biar nggak kotor. " ucap Dimas memberikan beberapa sayuran untuk membuat sup.


Syifa mengangguk, kemudian mengikat asal rambutnya kemudian menggunakan celemek yang di berikan Dimas dan memulai memotong sayuran.


" Ya Tuhan ciptaanmu yang saat ini berdiri di depanku sungguh sempurna. " batin Dimas.


" Aw... " pekik Dimas karena mendapat cubitan tepat pada dada kirinya.


" Shtt Syifa kenapa kamu mencubitku. " ucap Dimas mengusap usap dada.


" Ya kan cuma liatin, lagian kalau mau nyubit kenapa di sini coba. " tunjuk Dimas pada dada yang di cubit Syifa.


" Biar tau rasa, sakit kan. Kalau ngeliatin gitu lagi aku tambahin. " ancam Syifa yang di tangannya memengang centong sayur.


Dimas mendengus kesal dan kembali melanjutkan masakannya.


" Aduh kayak nonton film Drama aja. " ucap Diana.


" Diam. " kompak Dimas dan Syifa.


Dimas dan Syifa memasak bersama sedangkan Diana bukannya membantu dia terus merocoki dan menganggu keduanya masak, terkadang Diana menaburkan garam dengan cukup banyak sehingga membuat mereka harus memperbaiki rasa masakannya.

__ADS_1


" Yeah jadi... " seru Diana membuat Syifa dan Dimas menatap kesal karena dialah yang membuat masakannya menjadi lama.


"Ya udah angkatin bentar lagi waktu makan malam." ucap Dimas.


Benar saja Orangtua Dimas dan Gina baru saja duduk di meja makan.


Dimas, Syifa dan Diana mengangkat masakannya satu persatu.


" Kak Syifa duduk di sini. " Diana menepuk-nepuk kursi di sebelahnya.


" Sayang kamu duduk di sebelahku yah. " ucap Gina tapi tak mendapat tanggapan dari Dimas.


Dimas memilih duduk di dekat Syifa.


" Dimas aku ini tunangan kamu kenapa kamu malah milih duduk dekat dia. " geram Gina menatap tajam Syifa.


" Diamlah jangan membuat moodku hilang!! " ketus Dimas.


" Sudah, jangan bertengkar di depan makanan. " ucap Papa Farhan dengan tegas.


Setelah makan malam, atas perintah Papa Farhan semuanya berkumpul di ruang keluarga.


" Papa mau ngomong apa sih sebenarnya? siapa yang kita tunggu? " tanya Dimas.


" Kita tunggu sebentar lagi. " ucap Papa Farhan.


" Apa dia mau ngomong soal pernikahan Dimas dan Gina? huftt aku juga kenapa ngerasa sesak gini. Apa aku mulai menyukai Pak Dimas.. " batin Syifa.


" Akh nggak nggak apa yang ku pikirkan. " ucap Syifa.

__ADS_1


" Kenapa kak? " tanya Diana.


" Nggak papa dek. " ucap Syifa malu dengan tingkahnya sendiri.


__ADS_2