BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
EPISODE 7


__ADS_3

Syifa sibuk menatap layar di depannya, ia mengerjakan tugasnya dengan teliti. Sehingga tak menyadari sudah ada dua pria tampan yang melihatnya di ruangan sebelah.


" Dia cantik, ini kali yang namanya bidadari. " ucap Candra membuat Dimas kesal.


" Dasar loe, sono keluar mending loe keruangan loe. " bentak Dimas.


" Kok loe marah sih. " ucap Candra.


Karena mendengar mereka suara, membuat Syifa mengangkat wajahnya menatap siapa yang saat ini sedang ribut.


" Pak Dimas udah dateng ternyata. "


" Keliatannya mereka lagi debat. " ucap Syifa. "udahlah Syifa kerjaan loe tinggal dikit kerjain dulu baru nyamperin. " ucap Syifa kembali menatap laptopnya.


" Hay Syifa selamat pagi. " sapa Candra.


" Selamat pagi pak. " ucap Syifa tersenyum.


" Semangatnya kerjanya,aku cuma mau sapa. " ucap Candra tersenyum kemudian pergi.


" Candra gua bilang keluar!!! " teriak Dimas.


" loe kenapa sih marah. cemburu? "ketus Candra membuat Dimas salah tingkah sedangkan Syifa mengerutkan dahinya.


" Se-sembarangan loe. udah sana balik ke ruangan loe. " ucap Dimas.


" Hehe loe suka yah sama sekertaris loe. ahh tumben loe suka sama cewek. " goda Candra.


" Candra!!! keluar. " teriak Dimas membuat Candra segera keluar dengan kekehannya.


Sedangkan Syifa saat ini menatapnya dengan bingung, berbeda dengan Dimas dia salah tingkah dengan ulah Candra.

__ADS_1


" Sialan Candra gua jadi salah tingkah gini, mana dia responnya biasa aja lagi. " ucapnya sambil melirik sekilas Syifa.


Sementara itu Candra tengah tertawa terbahak bahak mengerjai sahabatnya itu.


" Kalau Dimas bener suka sama Syifa, gua harus ikhlas. kan gua juga cuma kagum dengan wajahnya yang natural. Tanpa polesan dia udah cantik. " Ucap Candra.


" Kalau Dimas hahaha mungkin dia bener cinta. Dasar Dimas. "


" Pak apa bapak nggak pa pa. " ucap Anita.


" Nggak, kamu kira aku gila karena ketawa-ketawa gitu. "


" Eh nggak kok pak. " ucap Anita agak gugup membuat Candra tersenyum.


" Sudah kembali ke ruanganmu. "


" Iya pak. "


" Akh sialan Candra. Gua juga kenapa gua jadi serba salah gini. "


Dimas memukul kepalanya pelan sampai tak sadar jika Syifa sudah berdiri di dekatnya.


" Pak.. Pak maaf pak. " uCap Syifa membuat Dimas membuyarkan lamunannya.


" Eh Sy-Syifa ada apa. "


" Ini saya mau menyerahkan laporan kemarin. "


" Oo baiklah. " ucap Dimas yang semakin tak tenang.


" Pak Dimas kenapa? "

__ADS_1


" Enggak kamu kembali ke ruanganmu. " ucap Dimas tegas berusaha menghilangkan rasa gugupnya.


" Baik pak. " Syifa melangkah ke ruanganya.


" Huft... untung aja. " ucap Dimas memengang dadanya.


Baru saja Dimas merasa sedikit tenang sudah ada membuka pintu agak kasar dan langsung masuk berteriak memenuhi ruangan.


" Kakak ku tersayang, teganteng. Adikmu yang cantik tiada tara ini datang. " teriak Diana.


" Diana kamu kok di sini. nggak kuliah? jangan bilang kamu bolos. " ucap Dimas.


" Nggak kakak kelas aku di undur siang nanti. dari pada bosan di kampus, ngeladenin cewek yang selalunya ngebahas kakak gantengku dan cowok yang selalunya ngejar aku, mendingan ke sinikan. " ucap Diana panjang lebar.


" Oo yaa udah sana kamu duduk aja di sofa jangan ganggu kakak. "


" Hmm... " Diana mengedarkan pandangannya dan tertangkap sosok Syifa yang sedang tersenyum ke arahnya.


Diana mematung melihat Syifa yang sangat cantik dan manis.


" Kak... "


" hmm... "


" Ternyata ada cewek yang lebih cantik dari aku. Aku liat cewek cantiknya kebangetan, senyumnya manis. " ucap Diana.


" he kamu masih normalkan dek. "


" nggak tau, liat dia langsung gini gua kak. " ucap Diana masih melihat Syifa dengan tatapan kagum. " mana kelihatan wajahnya natural banget lagi. "


" Haha loe aja yang pake make up setebal tembok. "

__ADS_1


__ADS_2