BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
EPISODE 6


__ADS_3

"Ehh jangan...kamu tau Mama udah nyuruh kakak nikah, jangan di kasi tau. "


" Hoho bagus dong, selagi calon kakak ipar cantik, baik, nggak sombong, aku bakal setuju. "


" Memangnya Syifa itu siapa? kalau nggak di kasi tau aku bilangin sama Mama. " ancam Diana.


" Kamu ancam kakak.!!"


" iya. "


" oke Syifa itu sekertaris baru kakak, Dia 2 tahu lebih tua dari kamu. "


" Wah benar kah. calon kakak ipar. "


" Hey kakak ngaku dia cantik, bukan berarti kakak suka sama dia. " ucap Dimas.


" Dan dia itu sekertaris kakak. "


" Oo justru itu kak kayak di novel yang aku baca kebanyakan Bos itu jadiin sekertaris istrinya. "


" udah kamu keluar, kakak capek."


" Kenapa kakak mau telfonan sama calon kakak ipar. " Goda Diana.


" Nggak kamu keluar sana. " usir Dimas.


" Yeyeye kakak ipar kapan di bawa kak?"


" Diana!!! "


" Hahaha kabur.... " Diana berlari keluar.


" Dasar anak kecil. "


" Kakak ketemu pertama kali dimana. " ucap Diana kembali muncul di ambang pintu.

__ADS_1


" Diana cukup!! "


" Jawab dulu. "


" Diana!! "


" Kabur.... " Diana berlari.


" Hey awas ya kalau dapet. "


" Akhh ampun kak."


" Nggak awas ya..."


Diana dan Dimas saling kejar-kejaran dan saling membalas melempar bantal sofa. Keduanya baru berhenti saat orangtuanya melerai perkelahian keduanya, yang sudah menjadi makanan sehari-hari keduanya.


" Dimas, Diana kalian nggak bisa apa, nggak berantem sehari aja. "


" Diana yang ganggu Dimas ma. "


" Pertanyaannya aneh. "


" Kan aku tanya soal calon Kakak ipar." ucap Diana kecoplosan.


" Diana." Ucap Dimas. " Apa!! " ucap Papa dan Mama Dimas bersamaan.


" Nggak Pa Ma, Diana bohong, dia itu sekertaris barunya Dimas. "


" Nggak Pa pa sekertaris juga bisa di jadiin istri." ucap Mama Dimas semangat.


" Mama nggak, Dimas nggak suka sama dia. Diana nya aja yang di nikahin kalau mama mau menantu dan cucu. "


" Enak aja. aku masih kuliah. "


" Bahkan kalau kamu SMA itu bisa juga. "

__ADS_1


" Diana nikah kalau kamu udah nikah. " ucap Papa


" Tuh bener ucapan papa. "


" Dimas pokoknya belum mau nikah. Dia itu cuma sekertaris Dimas, dan Diana itu cuma salah paham. " ucap Dimas pergi meninggalkan mereka.


Dimas kesal kepada adiknya karena beraninya mengucapkan hal seperti itu. Ia memilih ke kamarnya dan menguncinya sehingga adik jahilnya tidak bisa masuk.


" Kalau dia masuk lagi, gua tendang dia dasar tukang ngadu. " ucap Dimas membaringkan tubuhnya


" Ini otak gua juga kenapa malah mikirin cewek itu. "


" Sejak tadi siang pikiran gua mesum lagi sama dia. " ucap Dimas memukul pelan kepalanya.


Tok tok tok.


" Siapa. " teriak Dimas dari dalam


" Tuan muda makan malam sudah siap. "


" Baiklah saya segera turun. "


Dimas menuruni tangga dan langsung menuju meja makan, yang di sana sudah ada Orangtua dan adiknya.


Mereka makan tanpa bersuara, hanya ada suara sendok dan garpu yang berbenturan dengan piring, Setelah makan seperti biasa Dimas langsung menuju ruangan kerjanya.


Setelah menyelesaikan sedikit pekerjaanya Dimas menuju kamarnya dan segera tidur, menghilangkan rasa lelahnya.


Keesokan harinya.


Matahari sudah menyinari bumi, semuanya membali beraktifitas seperti hari biasanya.


Syifa baru saja turun dari ojek pesanannya. Ia memasuki perusahaan besar itu dan langsung menuju lantai atas.


" Akh... saatnya kembali bekerja. " ucap Syifa melanjutkan kerjaanya yang belum selesai.

__ADS_1


Syifa sibuk menatap layar di depannya, ia mengerjakan tugasnya dengan teliti. Sehingga tak menyadari sudah ada dua pria tampan yang melihatnya di ruangan sebelah.


__ADS_2