BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
EPISODE 14


__ADS_3

Jam 06.30 pagi, Syifa baru saja selesai dengan pakainnya, dan ia juga baru berpamitan dengan Ibu kost.


Tok Tok Tok.


" Siapa yang datang se pagi ini. " Syifa menuju pintu kamarnya .


Tok tok tok.


" Iya iya... " Syifa membuka pintu.


" Selamat pagi Syifa. " Dimas tersenyum membuat Syifa melonggo.


" Ya ampun manisnya. " gumam Syifa yang dapat di dengar Dimas membuatnya tersenyum geli melihat tingkah Syifa.


" Eh apasih." memukul pelan kepalanya.


" Pagi pak Dimas."


" Kamu pindah sekarang, udah siapin barang-barang kamu kan. "


" Oh iya pak."


" Ya sudah ambil barangmu, aku tunggu di sini. "


" Iya pak. " Syifa masuk dengan sedikit salah tingkah.


" Dia bener menggemaskan. " gumam Dimas.


Tak berapa lama Syifa kembali dengan satu koper yang berukuran sedang.


" Udah siap pak. "


" Hmm..." Dimas mengambil koper Syifa.


" Eh pak saya aja yang membawanya. " cegat Syifa.


" Biar saya aja. " ucap Dimas yang tangan kanannya memengang koper dan tangan kirinya memengang tangan Syifa.

__ADS_1


" Ayo... "


Syifa menatap tangannya yang di pengang tapi dia tetap menuruti Dimas.


Selama perjalanan Syifa dan Dimas hanya diam, mereka berlarut dalam pikiran masing-masing.


Setelah setengah jam mobil yang di kemudikan Dimas berhenti di depan sebuah gedung apartement.


" Ayo masuk. "


" Iya pak."


Kembali hening.


Mereka memasuki gedung apartement itu, dengan di sambut para karyawan apartement.


Karena Dimas sudah menyiapkannya mereka langsung masuk lift dan menuju lantai 13.


" Nah ini kamarmu. "


" Apa ini benar tidak merepotkan bapak. "


" Aku sangat berterima kasih pak. "


" Iya santai saja. "


" Oiya pak bagaimana dengan orang kantor kalau tau ini, bisa-bisa mereka mencemoohku lagi. " ucap Syifa sedikit khawatir.


Dimas menghela nafasnya lalu duduk di sofa yang berada di sana.


" Anita... apa kamu mau tau apa yang telah perusahaan berikan atas kerja kerasnya, prestasinya, dan pencapainnya. " tanya Dimas membuat Syifa menggeleng.


" Rumah yang saat ini dia tempati adalah hadiah dari perusahaan, aku memberinya rumah selain karena dia punya keluarga, dia juga telah bekerja lama denganku, sama halnya kamu awalnya aku memberi apartement mungkin suatu saat aku juga memberimu rumah. dan bukan hanya Anita tapi juga beberapa karyawan lainnya. " ucap Dimas panjang lebar.


" Oo gitu yah hehehe jadi beruntung bisa kerja di tempat sebesar itu. " ucap Syifa terkekeh menambah keimutannya, membuat Dimas melengkungkan senyumnya. " oiya satu lagi, apa memang perusahaan bapak sering memberikan hadiah kepada karyawan beprestasi dan mampu meningkatkan nama perusahaan. "


" Iya dan itu sudah sejak perusahaan ini di katakan besar. Yah sudah turun temurun dari kakek buyutku. " ucap Dimas membuat Syifa mengangguk paham. " Apa kamu hanya akan tinggal berdiri di situ. "

__ADS_1


" Eh iya iya... saya duduk. " ucap Syifa duduk di sudut sofa.


" Kenapa kau begitu jauh, apa kamu berfikir aku akan memakanmu. " ucap Dimas.


" Eh nggak kok pak. "


" Ya sudah ayo mendekat. "


" Iya pak. " Ucap Syifa sedikit lebih dekat.


" Haha kau ini, apa kau fikir aku ini akan berbuat tidak-tidak. " tanya Dimas membuat Syifa menggeleng.


" Tidak kok pak."


" Hmm sudahlah, lain kali kalau aku ke sini apa tidak apa-apa. "


" Selagi itu masih bermaksud baik untuk mengunjungi dan tidak menimbulkan fitnah boleh saja. "


" Kau ini hehehe.... " ucap Dimas terkekeh


" Aku juga punya apartement di sini dan itu tepat berada di depan apartement kamu. "


" Ha benarkah kenapa begitu. "


" Kenapa apa kamu tidak suka. "


" Bukan begitu pak tapi kenapa saya di tempatkan di depan bapak. Bapak nggak bermaksud jahat kan. " ucap Syifa rada-rada takut.


Pletakkk....


Dimas menyentil kening Syifa membuat Syifa meringgis kesakitan.


" Apa kau ini suka berpikiran begitu pada laki-laki yang dekat denganmu."


" Maksud saya nggak begitu pak, hanya saya pernah membaca novel dan hal ini sama terus di novel itu wanitanya di apa-apain ikh bapak nggak kayak gitukan. " ucap Syifa khawatir tapi tampak begitu menggemaskan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA MEMBERI DUKUNGAN DENGAN CARA LIKE SEBELUM PINDA EPISODE, COMENT JUGA, VOTE, RATE LIMA DAN FOLLOW.


__ADS_2