BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
Kejadian di kantin


__ADS_3

Tak terasa sudah 8 bulan Syifa bekerja sama di sana, hampir ia tak pernah ada kesalahan dalam pekerjaannya.


Waktu makan siang di gunakan Syifa dan Anita untuk mengobrol sambil makan siang di kantin perusahaan.


Obrolan keduanya terhenti saat mendengar teriakan salah satu pekerja di sana yang meminta tolong.


"Hey makanya liat-liat dong, kerja yang bener kan jadi kotor baju saya. " kata seorang wanita kepada seorang pelayan.


" Maaf mba saya nggak sengaja. " ucap seorang pelayan gemetar.


" Maaf hey loe pikir kata maaf bisa buat baju gua bersih, bahkan gaji loe setahun pun nggak akan cukup buat beli baju kayak gini. " bentaknya membuat pelayan itu bergetar tak ada satu orangpun yang menolongnya.


Dan sepertinya wanita itu sangat mereka kenal, sehingga membuatnya hanya bisa diam melihat perlakuannya.


Syifa hendak berdiri tapi di halangi oleh Anita.


" Syifa jangan, kalau loe berurusan sama dia, karir loe bakal hancur. " ucap Anita.


" Memangnya dia siapa. "


" Namanya Gina dia anak sahabat orangtua pak Dimas. Katanya mereka mau di jodohin, Dia itu kasar banget, kayaknya dia baru lulang dari Australia. "


" Tapi Nit kasian pelayan itu."


" Syifa jangan terlalu baik, dia itu kasar banget. "


Syifa terdiam dan menatap gadis pelayan itu. Syifa mengingat dirinya di usia 15 tahun harus bekerja keras untuk sekolahnya hingga tamat, dia harus bersabar mendapat hinaan dan cacian oranglain, dan Syifa beruntung bisa kuliah dengan pendapatan beasiswa yang bisa merubah hidupnya sekarang.


Saat Gina ingin melayankan tamparannya tiba-tiba Syifa datang menghalangi tangannya.

__ADS_1


Gina menatap Syifa dengan marah karena menganggunya. " Siapa loe beraninya hentiin gua. " teriak.


" Saya bukan siapa-siapa, Saya hanya karyawan di sini yang tak tega melihat gadis kecil ini di pukuli. " ucap Syifa.


" Hey loe tau loe karyawan rendahan dan berani sama gua. "


" Apa saya harus takut. "


"Hey..." Gina kembali melayangkan pukulannya tapi sebelum mendarat di pipi Syifa, gerakan tamparan Syifa jauh lebih cepat.


Plakkk....


" Beraninya loe nampar gua."


" Anda ingin menampar saya sebelum itu saya ingin menampar anda, setidaknya anda menampar saya karena saya telah salah menampar anda."


Gina semakin geram dan menjambak rambut Syifa.


" Gina.... " gertak Dimas membuat Gina terkejut dan segera melepaskannya. "Kenapa kalian bertengkar. "


" Dia nampar aku sayang, jadi aku jambak dia. " adu Gina membuat Dimas menatap Syifa.


" Syifa bener itu. "


" Benar. "


" Kenapa kamu menamparnya. "


" Karena dia ingin menampar saya, jadi sebelum dia menampar saya, saya menampar dia duluan. " Ucap Syifa membuat Dimas kembali melihat Gina yang berayun manja di lengannya.

__ADS_1


" Gina kau benar tak berubah, apa kau ingin menamparnya tanpa sebab. "


" Sayang pelayan yang di belakangnya dia mengotori baju mahalku, dan wanita ini dengan gayanya menolongnya dan menamparku. "


" Syifa.... "


" Alasan saya menamparnya karena dia berbuat kasar dengannya, padahal dia sudah minta maaf. Dan kesalahan bukan sepenuhnya dari dia. " ucap Syifa. " kalau dia menampar saya duluan dosanya akan bertambah, jadi saya menamparnya duluan setidaknya dia punya alasan kenapa menampar saya. "


" Jadi kamu ingin dosanya ada pada kamu gitu. " ucap Dimas yang sepertinya penasaran dengan ucapan lucu yang akan keluar di mulut Syifa.


" Ya saya membantu dia supaya dosanya nggak nambah karena saya yakin sikapnya yang seperti ini telah banyak melukai orang, dan saya mempunyai dosa karena memukulinya tapi saya mendapat pahala karena menolong pelayan ini. Jadi saya aman. " ucap Syifa santai dan Candra langsung tertawa.


" Bener, hebat, Syifa loe memang terbaik." ucap Candra sambil tertawa Sementara Dimas hanya tersenyum .


" Loe... gua bakal buat loe di pecat dan nggak akan mendapat pekerjaan lagi. " ancam Gina.


" Boleh aja loe minta gua, atau Papah buat pecat dia, kecuali kalau loe mau liat gua hidup miskin. " ucap Dimas dingin.


" Ha... kenapa."


" Karena saya sedang mengerjakan 3 laporan penting, kerjasama antara perusahaan ini dan perusahaan terbesar di Spayol itu saya yang ambil alih dan hanya saya yang memahami apa yang akan di kerjakan agar kerjasamanya terjalin. Dan laporannya sudah hampir selesai saya bisa menghancurkan laporan itu dan otomatis kerja samanya akan batal dan perusahaan ini akan di denda dan saya sebagai orang yang di pecat sepeser pun tidak akan menanggung akibatnya. " ucap Syifa dengan melipat kedua tanggannya dengan menunjukkan wajah sombongnya. " dan kalau itu terjadi tanpa bantuan dari perusahaan besar ini perusahaan ini akan bangkrut dalam 2 bulan ke depan. "


Gina terkejut. " Sayang itu benar. "


" Hmm... "


" Bukan hanya di Spayol tapi juga di Prancis dan China semuanya itu saya kerjakan dan hanya saya yang memahami materi-materinya jadi ya saya pergi perusahaan ini hancur. "


Gina hanya menghentakkan kakinya dan pergi dalam keadaan kesal. Setelah merasa dia sudah tak terlihat dan pergi jauh, tawa dari ruangan itu pecah.

__ADS_1


" Sukurin tu orang, nggak bisa berkutik lagi. hahaha. " ucap Candra sementara Dimas menatap Syifa dingin.


Merasa mendapat tatapan tak menyenangkan. Syifa menoleh dan menampilkan deretan giginya yang rapi.


__ADS_2