
" Ya aku tau Papa akan membantumu bebas tapi aku mempunyai banyak followers dan aku bisa membuatmu malu dengan memposting fotomu di tangkap polisi. " ucap Diana mengambil foto Gina.
" Dengan caption @perebutPapa dan @Wanita kejam meracuni wanita cantik karena iri. Kayaknya akan seru tuh. " ucap Diana dengan senyum kemenangan.
" Awas saja kau. " Gina menatap tajam Diana.
" Bawa dia pergi pak. " perintah Dimas.
" Baik Tuan. " polisi membawa Gina pergi.
" Bay bay sampai ketemu dengan rasa malu. Hahaha... "
" Dan kenapa dia ini tidak di tangkap. " tunjuk Anita pada pelayan restoran
" Kasian anaknya sakit dan keputusan apa pada kak Syifa jangan ada yang melaporkannya atau gua tendang kalian. Termasuk Kak Dimas dan Om Rian. " ucap Diana.
" Loe bukan keponakan gua, jangan panggil gua Om. "
" Oke Om. "
Rian hanya menatap Diana sebal.
" Hebat kamu De, kamu minta apa kakak bakal kasi sebagai hadiah."
" Ha beneran! apa aja?. "
" Iya. "
" Akh....kalau begitu aku mau beli tas di toko biasa ada tas keluaran baru lucu banget, aku mau beli tapi tabungan ku belum cukup padahal stoknya terbatas. "
" Ya udah kak beliin. "
" Tapi mahal loh. "
" Berapapun kakak beliin oke. "
" Ahh yes yes makasih kak, jadi tabunganku nggak perlu di pakai ahh senengnya. " Diana memeluk Dimas.
" Oh iya gimana kamu dapat rekaman itu. "
" Ada deh, Diana kan pinter. " ucap Diana membuat Dimas tersenyum dan mengelus lembut rambut Diana.
__ADS_1
Malam hari menjelang Dimas dan Diana baru saja sampai di rumah, seharian penuh mereka menemani Syifa di rumah sakit, belum lagi mereka baru saja membeli tas keinginan Diana yang lumayan jauh dari kediamannya.
" Kalian pulang juga akhirnya. " ucap Papa Farhan saat melihat kedua anaknya datang.
" Ckk mak lampir udah bebas tuh kak." bisik Diana.
" Kamu harus sabar dek, jika Papa mengeluarkan kata tak menyenangkan." bisik Dimas.
" Kenapa baru pulang. "
" Ya ke asyikan ngobrol sama kak Syifa. " ucap Diana santai.
" Iya aku juga habis nemenin Diana belanja. "
" Belanja apaan? Buat rayain karena menjobloskan Gina ke penjara. " sinis Papi Gina.
" Iya tentu saja. Iyakan kak. " ucap Diana mendapat anggukan Dimas.
Gina yang mendengarnya hanya bisa menatap tajam dengan kepalan tangan.
" Diana harusnya kamu tidak melakukan itu. "
" Kapan kamu bisa mengerti Diana!! Papa selalu berusaha jelasin tapi kamu nggak pernah paham. "
" Paham apa Pa? Kita harus paham kalau Gina mengadu tentang kesalahan anak Papa, Papa marahin kita dan kita harus mengerti. Apa nggak cukup kasih sayang Papa kita bagi. Papa selalu nomor satuin Gina padahal fia bukan anak Papa. " ucap Dimas dingin karena Diana sudah terdiam kena bentakan Papanya.
" Kamu tau kan Papa lakuin ini karena..." ucapan Papa Farhan terpotong
" Papa merasa bersalah? Karena Papa, Gina kehilangan Papi kandungnya?. Udahlah Pa Dimas bosen denger itu. "
" Iya Pa, kita selama ini selalu mengalah. Papa selalu bilang kita harus menerima Gina sebagai saudara. ya udah sebagai saudara kita harus menghukum mak lampir itu kalau buat salah. "
" Diana sopanlah kalau bicara. !!! "
" Eh anak kecil berhentilah mengataiku seperti itu. "
" Apa terserah gua dong mau apa, Oo nggak loe mungkin lebih suka di panggil iblis. " Sinis Diana.
" Hey apa kau tidak tau cara bicara yang sopan dengan orang yang lebih tua!!!" bentak Papi Gina. " Kalau bukan karena Papamu, mungkin Papi kandung Gina masih hidup, jadi jangan salahkan jika Papamu lebih memperhatikan Gina. "
" Jangan membentak Adikku. " Dimas mendorong keras tubuh Papi Gina hingga terjatuh.
__ADS_1
" Diana lebih baik kamu minta maaf dan hapus postingan kamu itu. Kamu juga Dimas. " ucap Papa Farhan mencoba tenang.
" Nggak akan. Iblis kayak dia nggak pantas di ucapin Maaf. " ketus Diana.
" Dimas juga nggak sudi. "
" Om Gina kayak gini itu karena Fimas terlalu cuek dengan Gina. Dia malah lebih perhatian dengan sekertaris murahan itu. Padahal Gina kan tunangannya. " ucap Gina.
" Dimas kamu harus merubah sikapmu, bersikaplah lebih manis, ingat kalian baru saja bertunangan. "
" Maaf Pa, tapi jika sifatnya keras gini gimana Dimas bisa bersikap manis. Dan soal tunangan itu hanya akan sampai di kata itu tapi nggak akan jadi istri Dimas. "
" Benar dan aku akan paling depan jika Papa memaksa kembali kak Dimas berhubungan dengan wanita behati iblis ini. "
PLAKK...
Tamparan mendarat pada pipi mulus Diana.
" Sudah ku bilang berhenti mengatakan itu. "
Diana diam, dia melihat Papanya yang terkejut tapi tak melakukan apapun.
" Lihat Pa, Papa mengkhawatirkanku tapi Papa diam setiap dia memukuliku. Aku seperti ini selain dia jahat itu karena Diana ngerasa dia ngerebut Papa dariku. Aku merasa kehilangan sosok Papa di usia 8 tahun, padahal Papa masih ada. Sejak kecil dia selalu saja menindasku dan Kak Dimas saja yang belain Diana. Papa dan Mama diam saja padahal sebelumnya Diana luka kecil saja Papa sudah panik. Tapi semua berubah setelah iblis ini datang. Maaf jika Diana tumbuh dengan keras kepala, tapi selama dia masih ada di rumah ini maka selama itu aku akan keras kepala kecuali Papa memarahinya karena memukulku. " ucap Diana panjang lebar dengan air mata menetes. Dia pergi meninggalkan rumah.
Dimas dia terus menatap ketiga orang di depannya dengan tatapan tajam, ingin rasanya memukuli mereka satu persatu tapi Dimas menahannya.
" Kau kembali menyakiti adikku, yang artinya aku semakin membencimu Gina. " ucap Dimas pergi menyusul adiknya.
" Akh... " Gina melempar vas bunga yang berada di meja. " Om pokoknya Gina mau, bulan ini menikah dengan Dimas."
" Kamu jangan memaksa seperti ini, lihatlah setiap kamu melukai Diana bagaimana marahnya Dimas. "
" Aku nggak mau tau, Gina hanya mau Dimas. " Gina meninggalkan mereka dan menuju kamarnya.
Jadi setelah pulang dari luar negeri Gina tinggal bersama dengan Dimas kecuali Papinya berada di rumahnya sendiri.
" Sudah ku bilang jangan pernah menasehati, Karena itu percuma Gina hanya bisa mendengar Papi kandungnya. " Papi Gina meninggalkan tempat itu.
" Huftt seperti ini aku yang selalu salah. meskipun aku selalu memberikan kemauan Gina tapi kenapa dia masih saja keras seperti itu. Dan rasa bersalah ini nggak pernah hilang bahkan aku merasa belum melakukan apapun pada anak itu. Maafkan saya Pak Teo karena kecelakaan itu aku membuat anakmu yatim." ucap Papa Farhan
" Maafin Papa Diana karena rasa bersalah Papa seperti ini. "
__ADS_1