BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
MENYEBALKAN


__ADS_3

Tok tok tok sebuah ketukan pintu membuat Syifa dan Diana yang sedang asik mengobrol mengalihkan pandangan mereka.


" Bentarnya aku buka pintu dulu. "


" Iya kak. "


" Ehh pak Dimas ke sini? ada apa pak? maaf apartementnya berantakan saya beres-beres." ucap Syifa setelah mengetahui tamu yang datang.


" Apa aku nggak di suruh masuk. "


" Oh iya masuk pak, Diana juga ada di dalam. "


Keduanya masuk dan duduk di samping Diana.


" Oeh kakak ternyata, mgapain ke sini. "


" Ada urusan, kamu sendiri ngapain di sini. "


" Main."


" Nggak kuliah? atau kamu bolos lagi."


" Udah kak."


" Nggak bolos kan? Awas aja kalau bolos jajan kamu sebulan kakak potong 50% "

__ADS_1


" Buset dah banyak banget di potongnya tinggal setengah, lagian itu mulu ancemannya. "


" Terus mau yang lain, mau mobil kamu kakak sita. "


" Eh nggak nggak. Ada urusan kan silahkan. "


" Jadi gini kamu udah baca semua isi kontraknya dan di lembar kedua ada lembaran hadiah yang di berikan sama kamu. kamu tau itukan? " tanya Dimas membuat Syifa mengeleng.


" Dasar ceroboh baca semuanya dulu, kamu juga udah tanda tangan itu sebagai bukti kalau suratnya kamu tanda tangan di hari sama. "


Syifa pun membaca semuanya, memperhatikan dengan teliti. " Maksudnya ini, meskipun saya mengeluarkan diri atau di pecat apartement ini hak penuh saya untuk 5 tahun ke depan? "


" Iya. "


" Ini beneran. "


" Hmm 5 tahun ke depan!! apartement ini kan lumayan mahal mungkin itu cukup untuk bayar penalti saya. "


" Aish dasar otak picik. " gumam Dimas. " Kamu nggak usah bayar penalti tapi tolong kamu kerjakan laporan dari perusahaan pak Rian dan juga menjelaskannya karena kamu yang paling paham tentang ini. Dan itu adalah perusahaan besar dan jika kerjasama kita berlangsung dengan baik penalti yang harusnya kamu bayar itu akan tertutupi dengan pemasukan akan semakin besar di perusahaan kita. Gimana kamu setuju. "


" Setuju...aku setuju. " ucap Diana antusias.


" Bukan kamu. "


" Setujuin aja kak, ya meskipun Diana yang paham semuanya tapi ini untung kak pertama perusahaan Pak Dimas naik berarti jajan aku di tambah, kedua aku bisa ngunjungin kakak di sini nggak perlu jauh-jauh. ketiga, ya kakak nggak perlu bayar penalti selain itu juga udah punya tempat tinggal untuk 5 tahun kak. setujuin aja kak. "

__ADS_1


" Yang pertama kedua itu kamu yang untung. " ucap Syifa terkekeh.


" Aah kak Syifa mau yah, terima aja oke oke oke. "


" Hm. oke aku terima. "


" Baguslah kalau gitu."


" Saya kerjakan di sini atau di perusahaan?"


" Di perusahaan aja, soalnya Candra dan Anita akan sibuk jadi kalau ada yang perlu di bahas nggak perlu bolak balik kecuali kalau kamu mau ngeropotin mereka. " ucap Dimas santai, Syifa yang mendengarnya hanya mendegus kesal.


" Malu banget dong, udah pergi dari sana dengan di penuhi hirup pikuk tapi balik juga. Mau di taruh mana mukaku. " gumam Syifa


" Di tempatnya aja itu udah pas kok, udah cantik malahan. " canda Dimas.


" Udah dari lahir kali, kalau nggak cantik mana mungkin bapak bakal berani teriak SYIFA OLIVIA AKU MENCINTAIMU, AKU MELAKUKAN ITU SEMUA KEMARIN KARENA AKU CEMBURU MELIHATMU AKRAB DENGAN RIAN!!! Aku cemburu Syif, Aku sayang sama kamu. aku cinta kamu. maaf karena aku berani mencintaimu maaf." ucap Syifa dengan nada mengejek, Dimas yang mendengar itu hanya bisa menunduk malu wajahnya memerah.


" Buhahaha... kak Dimas bilang gitu."


" Iya di depan kantor waktu kakak mau pergi semua orang di perusahaan mungkin denger kali. " ucap Syifa menahan tawanya, sedangkan Diana sudah tertawa terbahak-bahak memengangi perutnya.


" Menyebalkan, ini sangat memalukan. Nggak perlu di omongin depan orang lain kenapa sih. " ucap Dimas kesal sedangkan Syifa menanggapinya dengan senyuman ejeknya.


----------------------------

__ADS_1


MARHABAN YA RAMADHAN


SELAMAT MENJALANKAN PUASA BAGI UMAT MUSLIM. SEMOGA SEJAHTERA HINGGA HARI KEMENANGAN. 🙏🙏🙏😊😊😊😇😇😇


__ADS_2