BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
EPISODE 8


__ADS_3

" nggak tau, liat dia langsung gini gua kak. " ucap Diana masih melihat Syifa dengan tatapan kagum. " mana kelihatan wajahnya natural banget lagi. "


" Haha loe aja yang pake make up setebal tembok. "


" Huh enak aja, orang cuma setipis tisu juga. " protes Diana. " Oiya kak apa dia sekertaris yang kakak pikirin kemarin?" tanya Diana.


" Iya. "


" Berarti calon kakak ipar dong, samperin ah... " ucap Diana.


" Ehh jangan ngomong sembarangan dia sekertaris kakak. "


" Oo boleh tapi.... " mengeluarkan wajah matrenya.


" Oke nih kakak kasi kamu 1 juta kamu diem yah. kamu boleh ngobrol sama dia tapi jangan bilang calon kakak ipar. " ucap Dimas mengeluarkan uang 1 juta dari dompetnya.


" oke kakak tenang aja. " mengambil uang itu.


Dimas mengelengkan kepalanya melihat tingakah adik kesayangannya itu.


" Syifa. " Panggil Dimas.


" Iya pak. "


" Kamu buatin coklat panas buat Diana dan Kopi buat saya. "

__ADS_1


" Baik Pak. " ucap Syifa.


" Lah kan ada ob masa sekertaris kakak yang di suruh. "


" Kopi buatan dia enak. makanya kakak suruh dia. " ucap Dimas membuat Syifa tersenyum sedangkan Diana mangguk.


" Ya udah deh, kakak yang cantik saya nggak usah coklat panas tapi hot chocolate hehe. "


" Sama aja Diana. " ucap Dimas geram. "Syifa udah sana kamu buatin. "


" Iya pak. " Syifa pergi.


Setelah beberapa menit Syifa kembali dengan dua cangkir minuman, Syifa meletakkannya di depan Dimas dan Diana.


" Saya Syifa. " membalas uluran tangan


" Nama kakak cantik, orangnya cantik, terus murah senyum pasti baik. kita bis jadi teman kan. aku bakal setiap hari ke sini. " cerocos Diana, Syifa menanggapi dengan senyuman manisnya.


" Udah Syifa nggak usah di tanggapin adek aku memang kayak gitu. nggak bisa diem. " ucap Dimas sambil melirik tajam Diana.


" Wleek terserah akulah kak, kalau kak Syifa mau iya iya iya kan. " Diana menoleh ke arah Syifa.


" Iya boleh dengan senang hati. " Syifa tersenyum


" uhhuu punya temen lagi. "

__ADS_1


" Diana duduk minum minumanmu. " ketus Dimas membuat Diana manyun.


" Kak Syifa kita ngobrol di sana aja. Tinggalin dia sendiri, cuekin aja. " ucap Diana sambil menarik tangan Syifa duduk di sofa.


Diana dengan segala kecerewetannya baru kali ini mendapat orang yang menanggapi semua kecerewetannya membuatnya sangat senang.


Tatapan Dimas tak lepas dari kedua wanita cantik yang berada di sana, terutama Syifa ntah kenapa melihat Syifa sudah menjadi salah satu hobby baru Dimas.


Dasar kak Dimas liatin aja terus, aku setuju kalau kakak sama dia, daripada cewek-cewek yang tak di undang datang ke kantorlah, ke rumahlah, terus kelihatan banget Pura-pura baik. Beda sama kak Syifa udah cantik, baik lagi. *batin Diana.


Dimas yang sadar sang adik menoleh ke arahnya sambil menatap dengan tatapan mengejek segera mengalihkan pandangannya.


" Diana ada apa kamu kok kayak lagi jahilin kakak kamu. " ucap Syifa.


Syifa tidak berkata formal pada Diana karena permintaan Diana sendiri.


" Eh nggak kak." Diana tersenyum


" Ya udah kak sejam lagi ada kelas aku pergi dulu yah."


" Oh ya udah. "


Syifa mengangguk, Diana menghampiri kakaknya dan berpamitan. Tentu saja, setelah menggoda sang kakak.


Wajah Dimas tampak memerah karena malu, di godain terus menerus oleh sang adik. Kepergian Diana membuat Syifa menghampiri Dimas karena melihat wajanya yang memerah.

__ADS_1


__ADS_2