
Diana dan dua temannya sedang berada di supermarket.
Dengan troli yang penuh dengan cemilan makanan ringan, yang di dorong Gea salah satu teman Diana.
" Kita beli apa lagi Na.. " tanya Yumi teman Diana.
" Kalau aku sih udah cukup nih, kalian kan tau aku yang ke supermarket belinya cemilan doang hehe.. "
" Kan kita sama aja, cemilan yang buat troli penuh hahaha. " ucap Gea tertawa di sambut Yumi dan Diana.
" Eh kita beli ini juga. " ucap Diana mengambil beberapa cemilan coklat di rak.
" Hey awas... " teriak Gea.
Brukk...
" Aww.... " pekik Diana yang di tabrak troli.
" Ah ehh maaf maaf, saya nggak sengaja. Tadi saya nyari sesuatu dan nggak liat ada orang." ucap seseorang membantu Diana berdiri.
" Diana loe nggak papa. " kompak Gea dan Yumi.
" Maaf gimananya, kamu nggak Pu...." ucapan Diana terpotong karena melihat orang yang menabraknya.
" Om-Diana. " mereka saling menunjuk satu sama lain.
" Kalian saling kenal. "
__ADS_1
" nggak " kompak Rian dan Diana.
" Ya Om nggak punya mata yah, kalau jalan ngelihat jangan merem mata masih bagus kan. "
" Ckk eh Anak kecil kalau saya itu kamu, saya tambahin, saya juga udah minta maafkan. " sinis Rian
Ya orang yang menambrak Diana adalah Rian.
" Bilang aja Om sengajakan mau celakain Diana. " ketus Diana.
Sedangkan Gea dan Yumi saling pandang kemudian menaikan bahu melihat perdebatan keduanya.
" Jangan asal nuduh, masih kecil udah banyak dosa hormati yang lebih tua. "
" Kalau Om Tua Bangka kayak kamu nggak pantas di hormati, apalagi rese. "
" Ahh cukup-cukup kalian tu yah kayak anak kecil, katanya nggak kenal tapi panggil Om anak kecil."
" Emang dia masih kecil, ingus aja masih di lap pake tangan itupun nggak bersih. Jorok." sinis Rian mengigat kejadian kemarin.
" Ikh Om rese banget sih. " Diana mencubit pinggang Rian.
" Aww he sakit. " ucap Rian kesakitan mencoba melepaskan tangan Diana.
" Hey sakut lepas nggak. " ucap Rian menatap tajam.
" Aku bakal aduin ke Kak Syifa biar Om di omelin. "
__ADS_1
" Anak kecil kamu pernah dengar nggak, orang tukang ngadu jodohnya itu tukang panjat pohon pisang. "
" Monyet dong!! Ikh Om Rian rese rese rese, kalaupun bener monyet nggak papa, setidaknya monyetnya baik nggak kayak om rese, dan Om tu yang jodohnya genduruwo. " ucap Diana kesal.
" Hahaha Kamu lebih pantas di bilangin genduruwo, liat aja trolinya penuh karena cemilan dasar gendut. " ejek Rian membuat Diana semakin kesal.
" Biarin Diana gendut, setidaknya gendutnya Diana itu justru membuat Diana kelihatan manis, udah gitu cantik lagi, Diana gendut justru enak di peluk. " puji Diana pada dirinya sendiri.
" Gini nih kalau nggak ada yang muji, hasilnya muji diri sendiri. GENDUT... " ucap Rian mengembungkan pipinya mengejek Diana.
Diana yang melihatnya bertambah kesal tap ih kal om ini dia diam dan justru membuat matanya berkaca-kaca hingga menjatuhkan air mata membasahi pipinya.
" Ehh kok nangis, aduh... " panik Rian.
" Eh jangan nangis dong, maaf deh aku minta maaf. Jangan nangis. " Rian merasa bersalah.
" Ganteng doang, tapi nyakitin perasaan cewek percuma. " ketus Gea yang kesal melihat Rian membuat sahabatnya menangis.
" Huh benar, padahal gua tadi kagum lihat kegantengannya tapi sayang banget mulutnya lebih tajam dari pisau. " sambung Yumi.
" Dasar om jahat. Diana nggak mau ngomong lagi sama Om, Diana benci Om. " ucap Diana pergi meninggalkan tempat itu.
" Hey Diana... Aduh jangan nangis maaf deh maaf. "
" Jangan di kejar, biarin Diana gitu dulu. Palingan besok udah baikan, Diana emang gitu kalau ngambek. " ucap Yumi menghalangi Rian kemudian pergi.
Rian diam dia hanya menatap punggung Diana yang menjauh dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
" Gua ngaku sih dia emang manis dengan tubuh gendutnya tapi masa iya gua ngomong gitu, jatuh harga diri gua di depannya. " gumam Rian.