BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
EPISODE 9


__ADS_3

Wajah Dimas tampak memerah karena malu, di godain terus menerus oleh sang adik. Kepergian Diana membuat Syifa menghampiri Dimas karena melihat wajanya yang memerah.


" Pak apa bapak sakit. " Tanya Syifa.


" Eh ng-nggak kok. " ucap Dimas gugup.


" Terus kenapa muka bapak merah. " Tanya Syifa dengan tampang polosnya.


" Nggak bukan apa-apa. kamu kembali ke ruangan mu. " ucap Dimas tegas meskipun agak gugup, terlebih lagi saat ini jantungnya berdengup sangat kencang.


" Tapi pak, kayaknya bapak sakit muka bapak merah terus kedengaran jantung bapak kenceng banget. " ucap Syifa dengan nada khawatir.


Dimas menghembuskan nafas kasarnya.


" KAMU KEMBALI KE RUANGANMU. " Tegas Dimas.


Melihat Dimas yang mulai meninggikan suaranya, membuat Syifa menurut dan segera ke ruangannya.


" Eh Syifa aku nggak bermaksud marah yah. " ucap Dimas merasa bersalah.


" Nggak kok pak, saya yang salah. " Syifa tersenyum, Dimas membalas senyuman Syifa.


Gua nggak tau gua jadi dag dig dug gini kalau dekat sama kamu Syif. *batin


" Akh... baru juga kenal masa iya gua udah suka sama dia. sialan loe Dim... loe jadi orang kenapa jadi gampangan banget. " Maki Dimas memukul pelan kepalanya.


Syifa mengerutkan dahinya melihat tingkah bosnya seperti itu.

__ADS_1


" Pak Dimas kenapa sih. "


" Ntar kalau dia kenapa-napa gua yang di salahin. "


" Tapi dia nggak mau ngomong. "


" Akh udahlah Syifa lanjut kerja. " ucap Syifa kembali menatap layar di depannya.


Tak terasa waktu makan siang sudah tiba, Anita menuju ruangan Syifa untuk memanggilnya makan siang bersama di kantin perusahaan.


Dimas yang melihat mereka pergi memanggil Candra dan segera menuju kantin, mengikuti mereka.


Syifa dan Anita telah duduk dengan meja segiempat di depannya. Menunggu pesanan datang. Tapi baru beberapa menit kepergian pelayan, dua makhluk tampan yang menjadi incaran di kantor bahkan semua wanita hampir terlena dengan ketampanannya, duduk semeja dengannya.


" Kita boleh duduk di sini kan. " Tanya Candra.


Candra dan Dimas memesan makanan, tak butuh lama semua pesanan mereka sudah tiba.


Selama makan Dimas yang seperti kecanduan melihat wajah Syifa tentu saja sesekali melirik Syifa sambil menguyah makanannya.


" Gua kenapa sulit banget nggak dia, kalau deket gini. Dia kayak Monas yang buat buat gua nggak bosen liatin dia mulu. Mana jantung gua gini lagi, liat dia aja gini. gimana kalau gua sentuhan apa gua bakal pingsan atau darah gua bakal mendidih. " Batin Dimas


" Pak Dimas kenapa sih dari tadi liatin gua mulu, apa ada yang aneh dari muka gua. ikhh gua kan jadi risih. Tapi dia liatin gua dalam banget, apa dia suka sama gua, tapi masa iya, akhh Syifa jangan kegeeran. " Batin Syifa.


Syifa mempercepat makannya.


" He pelan-pelan aja Kali Syif nggak ada juga yang minta, ntar keselek . " ucap Anita, tapi Syifa tetap mempercepat makannya.

__ADS_1


uhuk uhuk uhuk...


" Gua bilang apa juga. " ucap Anita.


" Ini minum dulu. " Dimas menyodorkan segelas air putih.


Syifa mengambil gelas, dan menyentuh punggung tangan Dimas. Benar saja Dimas merasa tubuhnya panas, tali tetap mencoba untuk netral.


" Akh... kenapa reaksi tubuh gua gini. " Batin Dimas.


" Huh makasih pak. " Syifa tersenyum.


" Iya... lain kali hati-hati makannya. "


" Cielah perhatian amat Bos. " ucap Candra.


" Suka yah... " Bisik Candra.


" ng-nggak tuh ma-mana ada. " ucap Dimas salah tingkah.


hahaha....


Tawa Candra mengelenggar di ruangan itu membuat semua orang menoleh padanya.


" Gua bukan tontonan. " bentak Candra membuat semuanya kembali dengan makanannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTARNYA JUGA PERLU YAH, VOTE NYA APALAGI. DAN FOLLOW AKU, INGAT JUGA RATE 5 NYA.


__ADS_2