BERAWAL DARI MONAS

BERAWAL DARI MONAS
CIUMAN HEBAT


__ADS_3

Setelah kejadian semalam, Syifa tak bisa tidur sama sekali, dia hanya memastikan Diana sudah terlelap lalu keluar kamar, Syifa memilih ke halaman belakang. Ntah sudah berapa jam dia duduk di sana memandang langit malam.


Jam 3 Dimas terbangun karena haus, persediaan air yang sudah habis membuat Dimas segera keluar kamar. .


" Syifa masih tidur nggak yah. " tanya Fimas pada dirinya sendiri saat berada di depan pintu kamar Diana.


Ceklek...


Meskipun hanya lampu tidur yang menyala tapi Dimas dapat melihat jelas di sana tidak ada Syifa.


Dimas seketika cemas dan menyalakan lampu sehingga membuat seisi kamar menjadi terang. Dimas mengedarkan pandangan tetap saja tidak dapat melihat Syifa, dia juga mengetuk pelan pintu agar Diana tak terbangun karena ulahnya.


" Mungkin dia udah bangun, dan keluar kamar. " ucap Dimas kembali mematikan lampu dan keluar untuk mencari Syifa.


Dimas mencari ke dapur tapi tetap tidak ada, saat akan berjalan menuju tangga kembali, Dimas menoleh ke arah kolam renang yang berada di halaman belakangnya.


" Syifa. " gumam Dimas menghampiri Syifa yang saat in ok menatap air kolam yang terdapat pantulan sinar bulan.


" Syifa kamu ngapain di sini. " Dimas duduk dan mengenggam tangan Syifa, Syifa terkejut dan menoleh ke arah sampingnya.


" Pak Dimas bikin kaget aja. " ucap Syifa dengan wajah kesalnya.


" Kamu ngapain di sini. " ucap Dimas dengan jari-jarinya bertautan di sela jari Syifa.


Syifa diam, pandangannya mengarah pada tangannya kemudian beralih pada Dimas dengan tatapan protes, tapi Syifa tak mengatakan dan membiarkannya seperti itu.

__ADS_1


" Woy... Diem aja kerasukan hantu bisu? hahaha... " ucap Dimas tertawa mengatakan hal yang sama saat pertama kali bertemu Syifa.


" Ckk.. Bapak jangan ganggu deh, udah sana lanjut tidur. " ucap Syifa kesal menarik tangannya dari genggaman Dimas.


" Kamu nggak tidur semalaman muka kamu kelihatan lelah gitu. " ucap Dimas.


" Hmm... "


" Kenapa nggak tidur? Diana kuasain tempat tidur yah? Ya udah kalau gitu tidur bareng aja. " ucap Dimas antara sadar dan tak sadar dengan siapa dia mengatakannya.


" Ikh siapa juga yang mau tidur sama kamu, mending sama Diana. " ketus Syifa.


" Ya udah sana tidur, istirahat. Katanya mau ke makam habis itu ke panti, jadi sekarang istirahat gih. "


Syifa memilih diam dari pada berbicara dengan Dimas yang tak ada habisnya.


Terdengar Syifa menghembuskan nafas berat.


" Pak. "


" Iya. "


" Saya maafin Om Farhan karena ini juga bukan sepenuhnya kesalahan dia, andai waktu itu aku tidak berlari meninggalkan Ayah pasti itu tidak akan terjadi. " ucap Syifa kembali menghembuskan nafas berat.


" Saya berterima kasih Om Farhan mau menjagaku tapi setelah di pikir-pikir apa itu akan baik. " ucap Syifa.

__ADS_1


" kenapa kamu berfikir begitu. Apanya yang tidak baik. "


" Huft... Ibu meninggal karena kelahiranku padahal dia menjagaku dan mengendongku 9bulan. Ayah meninggal karena aku nakal dan tidak mendengarkannya waktu itu padahal dia menjaga, menafkahi, memberi apapun yang ku minta selama 10 tahun dan Olivia meninggal juga karenaku, kalau mereka tau itu aku pastinya aku yang terbunuh dan mungkin Olivia yang memang terpilih menjadi kesialanku di panti asuhan. "


" Bisa di bilang aku pembawa sial, aku membunuh tanpa menyentuh dan mungkin siapapun yang tinggal bersamaku pasti taruhannya nyawa. Aku nggak mau selanjutnya adalah salah satu dari kalian. Bahkan kalau perlu sebaiknya kita dan kalian semua nggak bertemu lagi karena kesialan akan datang pada kalian. " sambubg Syifa.


Dimas diam mendengar setiap ucapan Syifa, bukan diam karena takut setelah mendengar ucapan Syifa, justru dia diam karena kesal dengan ucapan Syifa.


" Bilang sama Om Farhan dia nggak perlu menjagaku, aku nggak mau kalian korban...hmpp. " ucapan Syifa terpotong karena benda kenyal yang menutup mulutnya sehingga tak bisa berbicara.


Tentu tidak lain itu adalah perbuatan Dimas yang mencium lembut bibir Syifa, dan bahkan Dimas berhasil mengabsen isi mulut Syifa dengan lidahnya.


Syifa memberontak dan berusaha melemaskan ciumannya tapi semakin Syifa memberontak ciumannya semakin dalam.


" Dasar cabul, pak Dimas dia benar-benar mencari masalah denganku. " batin Syifa mengumpat Dimas.


Syifa pasrah karena tenaganya juga tak sebanding dengan Dimas jadi dia tidak akan bisa terlepas.


Karena merasa mulai kehabisan nafas Dimas melepaskan tautan bibirnya. Dimas dan Syufa sama-sama mengatur nafas.


" Kau.... Hmpp... " Syifa kembali mendapat serangan Dimas setelah mendapat nafas kembali.


Dimas tak berperilaku kasar, tentu karena tidak ingin membuat Syifa takut dan mengingat masalalunya kembali.


Syifa yang kesal di cium kembali, dan karena tak dapat melepaskan diri akhirnya membalas ciuman Dimas, tentu membuat Dimas tersenyum. Lidah keduanya layaknya bertarung Dimas dengan perlakuan lembutnya dan Syifa membalas setiap ciuman Dimas dengan liar seakan melahap makanan enak.

__ADS_1


" Gila nih cewek, hebat juga ciumannya. " batin Dimas tapi tetap tersenyum.


__ADS_2