
" Bapakkan bilang apa saya sudah mengenal bapak, ya jawabannya sudah. " ucap Syifa polos membuat Candra yang sedari diam tertawa.
" Diam loe Cand... " ucap Dimas kesal.
" Jadi siapa nama saya.? "
" Dimas Fardian Anggara pak. "
" Hmm... Baiklah karena kau merupakan karyawan panggilan, sudah pasti kau merupakan lulusan terbaik, meskipun belum berpengalaman, saya harap kamu bekerja dengan baik. "
" Siap pak. saya tidak akan mengecewakan bapak. " ucap Syifa semangat.
" Hmm oke... " menjelaskan pekerjaan yang akan di kerja Syifa. Sedangkan Syifa mencatat apa saja yang akan di kerja kannya.
" Nah itu adalah ruangan kamu." menunjukkan sebuah ruangan yang sebagian besar berlapisan kaca sehingga jika Syifa di panggil Dimas akan terlihat.
Dan di ruangan itu terdapat dua pintu, satu pintu penghubung ruangan Dimas dan Syifa dan satu lagi pintu luar.
" Baik pak. "
" hmm kau boleh bekerja. "
" Baik pak. " Syifa melangkah menuju ruangannya.
" eh tunggu. "
Syifa kembali menoleh.
" Kau kemarin mengatakan sesuatu bukan? saya ingin mendengarnya kembali? " ucap Dimas sambil melipat kedua tangannya.
Syifa berfikir...
" Yang mana ya pak.? " tanya Syifa.
"Soal saya kesurupan. "
" Oo kesurupan hantu bisu. ehh." menutup mulutnya dengan tangannya.
" Hahaha Hantu bisu. makanya kalau di ajak ngomong jangan kebanyakan diem. " tawa Candra.
__ADS_1
" diem... "
" dan kau, apa kemarin kau tidak mengenalku. "
" nggak. "
" hahaha kayaknya loe nggak cukup terkenal. kayaknya ketampanan loe itu tidak di kenal semua orang. " tawa Candra.
" gua bilang diem, diem.. "
" gua bukan loe yang bakal diem. "
" mending loe keluar, lanjutin kerjaan loe. " Usir Dimas.
" ya elah, kenapa sih gua kan mau lihat. "
" keluar.. " tegas Dimas membuat Candra menurut.
" Kau. "
" iya pak. "
" kenapa kau mengatakan saya kerasukan kemarin. "
" dan kau kemarin mau meninggalkan saya. Apa begitu caramu melihat orang kerasukan? "
" Ya saya mau minta bantuan, soalnya saya takut nanti hantunya berpindah ke saya, nanti saya dong yang jadi bisu."
Dimas menghela nafasnya, karena tidak mau moodnya hancur, akhirnya ia meminta Syifa ke tempatnya.
Dengan semangat Syifa mengerjakan pekerjaaan dengan baik. Setelah selesai, berhubung waktu sudah makan siang, Syifa menghentikan aktifitasnya.
" Pak kerjaan saya sudah selesai. " ucap Syifa.
" hmm... " Dimas memeriksa pekerjaan Syifa.
" baiklah pekerjaan kamu bagus. Kamu istirahat dulu, makan siang. "
" iya pak. " ucap Syifa. tanpa berkata lagi Dimas keluar ruangan dan menuju lantai 3 di mana kantin berada.
__ADS_1
Sementara Syifa masuk kembali keruangannya, dan membuka bekal makan siang yang sudah di siapkan sebelumnya.
Dimas menyadari Syifa tidak mengikutinya.
" Apa dia tidak lapar. " gumam Dimas.
" sudahlah ngapain gua mikirin dia. "
Dimas duduk di salah satu bangku dan memesan makanannya. Tak lama Candra datang dan duduk di depan Dimas.
" woyy sendiri aja loe. "
" loe pikir gua mau sama siapa? "
" sekertaris baru loe. "
" dia nggak ngikutin gua. nggak laper kali. "
" loe nggak ngasih dia kerjaan tambahan kan. "
" nggaklah inikan waktu makan siang."
" emang gua pernah nyiksa karyawan gua. "
" hehe nggak sih. "
" Sekertaris loe sendiri mana. "
" Sekertaris gua kan udah lama, jadi udah tahu menahu kantor ini. jadi di tinggal nggak apa kali. " ucap Candra, Dimas mengangguk.
" Oiya gimana kerja sekertaris loe bagus nggak, atau loe mau gantian? " tanya Candra semangat.
" Kerjaannya bagus. "
" loe kenapa semangat gitu, suka sama dia?. "
" hmm nggak tau, satu hal dia cantik. "
" Ckk sekertaris loe waktu baru loe juga bilang cantik. apa jangan-jangan setiap cewek yang baru loe liat itu cantik semua, terus kalau udah kenal lama dia udah nggak cantik lagi gitu? parah loe!! " ucap Dimas membuat Candra mengaruk kepalanya tak gatal.
__ADS_1
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND COMENT.