
Beberapa orang berkumpul di depan gedung perusahaan, dan saat Syifa dan Anita keluar gedung, semua mata tertuju padanya yang di sertai tatapan sinisnya.
" Mereka kenapa. "
" Tau tuh, kayak mau nerkam orang aja. "
" Huhh aku jadi takut, liat mereka kayak gitu. "
Semua yang menahan jalan Anita dan Syifa adalah para karyawan wanita.
" Eh kalian pasti godain Pak Dimas dan Pak Candra kan. "
" Huh dasar murahan, loe sekertaris baru Pak Dimas, loe itu baru udah berani godain bos. "
" Maksud kalian aku yang godain. " tanya Syifa yang hanya mendapat tatapan sinis dari mereka. " Saya tidak pernah menggodanya. Saya bukan wanita penggoda. " ucap Syifa lantang.
" Maling mana ngaku. terus kenapa loe bisa makan bareng dengan Pak Dimas hah, pak Dimas itu nggak pernah mau deket cewek, tapi pasti loe udah godain dia dan naik ranjang dia kan dasar murahan!!! " ucap salah satu dari mereka dan yang lainnya bersorak uuu.
" Eh jaga omongan kalian."
" Ehh emang bener kan. "
__ADS_1
" Loe juga pasti udah rayu pak Candra ckk dasar sekertaris murahan. "
" Apa loe udah naik ranjang dia juga. huh emang sekertaris itu murahan. "
Mereka bersorak dengan menghakimi dengan segala perkataan menjelek-jelekkan Syifa dan Anita.
" Eh sebelum kalian ngatain kami, ngaca dong. " ucap Anita kesal.
" Huuuuu..... murahan. " teriak mereka bersamaan.
" Cukup!!! " teriak Syifa lantang membuat mereka seketika terdiam, karena Syifa yang terlihat kalem bisa selantang itu.
" Kedua, apa salah hubungan bos dan sekertarisnya lebih dekat tidak hanya sebagai seorang bos dan bawahan,tapi juga sebagai seorang teman?!! "
" Ketiga, Kalian bilang kita naik ranjang mereka, ckk kita nggak semurahan itu. dan satu hal yang perlu kalian tau dengan kalian menganggap kita menggoda Pak Dimas ataupun Pak Candra, itu sama saja kalian menghina mereka karena berhasil tergoda oleh kami.....Dan pasti kalian tau kan perusahaan ini di kelilingi CCTV dan tadi kalian baru saja menghina Atasan kalian dengan kami, semoga besok kalian mendapat ampunan dari mereka. " Ucap Syifa penuh ketegasan lalu menarik tangan Anita pergi dari tempat itu.
Kepergian mereka membuat semuanya langsung bingung karena yang di katakan Syifa sangat benar, mereka sama saja menghina bos besar itu.
Wajah sinis yang di tunjukkan tadi berubah menjadi wajah panik, khawatir, gusar dan bahkan pucat memikirkan nasib mereka besok.
Dari kejahuan terlihat sebuah mobil mewah di sana, mereka menyaksikan perdebatan yang ternyata menyangkut pengemudi dan penumpang yang berada di mobil itu.
__ADS_1
" Hebat, Syifa kalem membuat mereka tutup mulut. " ucap Candra.
" Hmm... dan benar ucapan Syifa mereka juga menghina kita, besok kumpulkan mereka di luar kantor, jangan biarkan ada yang masuk kecuali karyawan pria. Ingat hanya karyawan wanita yang tidak di perbolehkan masuk. " ucap Dimas membuat Candra mengangguk menyetujui perintah sang bos.
Di sisi lain.
Anita terus berceloteh memaki mereka di depan Syifa sedangkan Syifa hanya tersenyum mendengar Anita yang ternyata super cerewet.
Selain terus memaki dia juga memuji Syifa yang bisa membuat mereka bungkam.
" Mbak udahlah, Mbak dari tadi ngomel teris muji aku. Mbak maki aku muji aku juga."
" Ya aku nggak maki kamu, aku maki mereka kamu sendiri sih yang narik tangan aku pergi dari mereka. dan aku muji kamu, karena berhasil membuat mereka tutup mulut. "
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA LIKE, COMENT AND VOTENYA.
INGAT JUGA UNTUK FOLLOW DAN RATE 5 NYA.
LOVE YOU KALIAN
__ADS_1