Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Pernikahan


__ADS_3

Nanda dan Rosa pergi ke rumah orangtua Rosa untuk meminta restu setelah mendapatkan surat persetujuan dari Mira.


Orangtua Rosa sangat marah mengetahui bahwa Rosa di Semarang bukan kuliah seperti yang mereka inginkan. Dia malah menjadi simpanan, bahkan sekarang sedang hamil.


Mengandung anak dari suami wanita lain.


Dengan susah payah Nanda dan Rosa menjelaskan bahwa mereka saling mencintai dan ingin segera menikah. Nanda juga berjanji akan memperlakukan Rosa dengan baik. Rosa tidak perlu lagi kuliah dan memikirkan masa depannya. Nanda akan bertanggungjawab memberi penghidupan yang layak pada Rosa dan anaknya.


Namun orangtua Rosa tetap menolak niat Nanda. Terutama karena Nanda sudah memiliki istri yang sah. Meski Nanda sudah menunjukan surat persetujuan dari Mira istri pertamanya. Jika ingin menikahi Rosa, Nanda harus menceraikan istrinya dulu.


Namun dengan tegas Nanda menolak menceraikan Mira selama dia masih bersedia menjadi istrinya dan membesarkan anak-anaknya.


Nanda akan menikahi Rosa sebagai istri keduanya.


Ayah Rosa tampak marah dengan keputusan Nanda. Rosa mendengar perselisihan antara ayahnya dan Nanda. Rosa berusaha membawa ayah dan ibunya keruang tengah untuk memberi mereka pengertian.


" Ayah, jangan persulit mas Nanda. Mas Nanda punya kesulitannya sendiri."


" Rosa, kami melakukan ini demi kamu dan masa depan anak kamu kelak."


" Ayah ibu, Rosa tahu. Tapi saat ini Rosa sedang hamil, jika mas Nanda berubah pikiran dan tidak mau bertanggungjawab bagaimana?" Rosa mencoba menenangkan ayahnya.


" Rosa benar pak. Jangan terlalu menuntut, yang akan menyulitkan putri kita." Tambah ibu Rosa.


" Ayah, percayalah pada Rosa. Rosa akan melakukan yang terbaik untuk masa depan Rosa dan anak-anak Rosa."


" Rosa, apa kamu sudah siap jadi istri kedua? Beban mental dan penghinaan yang akan kamu terima dari masyarakat disekitarmu akan sangat menyakitkan." Ayah Rosa sangat khawatir dengan Rosa.


" Rosa sudah siap dengan segala resikonya. Rosa tidak akan terpengaruh omongan orang-orang yang tidak suka dengan status Rosa." Ucap Rosa penuh percaya diri.

__ADS_1


Akhirnya, orangtua Rosa mengizinkan mereka menikah siri dengan surat perjanjian untuk melindungi Rosa.


Isi surat parjanjian itu diantaranya bahwa Nanda tidak akan pernah menceraikan Rosa apapun masalahnya. Nanda harus menerima putra Rosa dari pernikahan sebelumnya dan menganggapnya seperti anaknya sendiri. Bahwa Nanda tidak akan membuat Rosa berada dalam kesulitan hidup terutama materi.


Pesta pernikahan digelar dengan cukup sederhana. Hanya saudara dekat dari keluarga Rosa yang hadir. Dari pihak Nanda, tentu tidak ada yang hadir.


Nanda belum memberitahukan pernikahannya yang ketiga kepada orangtuanya. Nanda tidak tahu bagaimana reaksi orangtuanya setelah tahu Nanda menikah lagi. Sementara seusai acara akad nikah selesai, Nanda berusaha menghubungi Mira untuk memberitahukan bahwa Nanda dan Rosa sudah menikah.


" Hallo, pa." Suara lembut Mira terdengar sayup.


" Hallo, ma. Hari ini, papa dan Rosa sudah menikah siri. Terimakasih ma. Untuk sementara papa tidak akan pulang kerumah."


" Apakah orangtua papa tahu jika papa menikah lagi?" Mira menahan suara tangisnya.


" Belum ma, nanti setelah pulang baru bilang. Halo ma..."


Mira menutup teleponnya sebelum Nanda selesai bicara. Nanda hanya menghela nafas.


Sementara Mira menahan tangisnya setelah mengetahui pernikahan siri suaminya dengan Rosa. Mira merasa tidak harus terus menangis untuk suaminya yang sedang berbahagia disana. Dia juga harus melanjutkan hidup dan tidak berhenti disini.


Jika suaminya tidak lagi peduli padanya, dialah yang harus peduli pada dirinya sendiri. Masih ada putrinya, masih ada ibunya yang menyayanginya, dan ada Fara adiknya yang peduli padanya. Demi mereka, Mira sanggup menahan semua penderitaan.


Tapi bagaimana dengan orangtua Nanda?


Meskipun Mira ataupun Nanda tidak pernah memberitahukan tentang pernikahan ketiganya, tapi sebaik-baik menyembunyikan bangkai pasti akan tercium juga.


Perbuatan Nanda pada Mira menjadi perbincangan hangat dimasyarakat sekitar. Mulanya orangtua Nanda tidak percaya, karena setahu mereka Nanda sudah punya dua orang istri, tidak mungkin Nanda akan menikahi wanita lain lagi.


Tapi ketika beberapa orang memberikan bukti foto-foto Nanda dan Rosa, mereka menjadi syok hingga ayahnya jatuh sakit. Mira dengan sabar merawat ayah mertuanya bersama ibu mertuanya. Ibu mertuanya merasa malu pada Mira, karena pernah meminta Mira bersedia dimadu dengan Desy.

__ADS_1


" Mira, apakah kamu percaya apa yang orang-orang katakan tentang suamimu?" Tanya ibu mertuanya.


" Ibu, jangan terlalu dipikirkan apa yang mereka katakan. Nanti ibu juga ikut sakit seperti ayah mertua." Mira berusaha menenangkan ibu mertuanya.


" Mira, kamu jangan percaya ya? Pasti mereka hanya ingin mencari kesalahan Nanda saja. Nanda tidak seperti yang mereka katakan." Katanya seolah ingin lari dari kenyataan yang ada dihadapannya.


" Iya, bu. Mira tahu. Mira menurut sama ibu."


Mira sedih melihat ibu mertuanya tidak bisa menerima kenyataan. Apa yang akan terjadi jika nanti mas Nanda memberitahunya secara langsung tentang pernikahannya yang ketiga?


Orang-orang berbicara buruk tentang mas Nanda. Laki-laki br*ngs*k, baj*ngan, doyan kawin dan menabur benih disana-sini. Punya anak dimana-mana. Ini yang ketahuan, bagaimana yang lain.


Yang paling menyakitkan bagi orangtua Nanda adalah mereka yang mengatakan bahwa " apa ini yang diajarkan orangtuanya dan inikah hasil didikan mereka?


Lelaki yang sama sekali tidak menghargai dan tidak menghormati wanita."


Kata-kata yang sangat menusuk hati dan langsung mengena pada kualitas didikan orangtua Nanda.


Mira menjadi wanita yang paling di kasihani dan dianggap sebagai korban. Tapi Mira tidak ingin dikasihani yang hanya akan membuatnya semakin merasa terpuruk dan putus asa.


Mira berharap meskipun dirinya tidak lagi di butuhkan suaminya, setidaknya dia masih bisa menjadi seorang menantu yang dibutuhkan mertuanya di saat mereka sedang kesusahan dan sakit.


" Terimakasih Mira, kamu bersedia merawat ayah mertuamu walaupun suamimu sudah memperlakukan kamu tidak baik. Ibu sangat malu terhadapmu atas kelakuan Nanda."


" Ibu, apa yang dilakukan mas Nanda bukan salah kalian. Ibu tidak perlu sungkan meminta bantuanku. Mira ini menantu ibu dan selamanya akan berbakti pada kalian."


" Nanda mungkin sudah buta, tidak bisa melihat dan menghargai wanita baik sepertimu Mira. Dimana lagi dia bisa menemukan wanita seperti kamu. Istri-istrinya itu tidak sebanding dengan kamu Mira."


" Terimakasih bu. Ibu terlalu memujiku, tapi Mira senang ibu bisa menghargai ketulusanku."

__ADS_1


Mira memeluk ibu mertuanya yang masih dalam keadaan sedih. Mira senang bisa membuat ibu mertuanya mengerti posisinya sebagai seorang istri yang disakiti suaminya. Mira juga butuh dukungan dari orang-orang terdekatnya termasuk kedua orangtua Nanda. Mira akan berusaha bertahan hingga dia merasa tidak akan sanggup lagi bertahan suatu hari nanti.


__ADS_2