Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Jatuh Cinta


__ADS_3

Nanda pulang dengan luka lebam diwajahnya. Dia membuka pintu rumahnya yang sengaja tidak dikunci oleh Mira, dengan pelan-pelan dan hati- hati agar tidak membangunkan orang rumah. Saat menutup pintu, terdengar suara pintu yang menutup. Nanda berharap baik Mira maupun bibi Mei tidak mendengarnya. Tapi saat Nanda hendak naik tangga sebuah suara mengejutkannya.


" Sudah pulang, mas." Mira keluar dari dapur.


" Mama, kenapa belum tidur ma. Ini sudah larut malam." Jawab Nanda agak gemetar karena masih kaget. " Jangan-jangan kamu nungguin papa pulang."


" Sebenarnya memang iya, mama nungguin papa. Mama hanya bertaruh dalam hati."


" Mama, gimana kalau papa nggak pulang. Papa pergi ke tempat Desy, apa mama akan tunggu sampai pagi." Nanda menghela nafas. "Lain kali mama tidak perlu nungguin papa pulang. Ini juga demi mama."


" Maafkan mama, pa. Perasaan Mama tidak enak, jadi khawatir terjadi sesuatu sama papa. Apakah papa baik-baik saja?"


Mira mendekati suaminya dan terkejut melihat wajah suaminya lebam.


" Wajah papa kenapa. Kenapa bisa begini." Mira tampak panik.


" Tadi papa membantu orang yang akan dirampok dijalan. Untung papa biarpun sedikit bisa beladiri, perampoknya lari takut sama papa." Nanda berbohong untuk yang kesekian kalinya.


" Untunglah papa hanya lebam. Papa mandi dulu, nanti biar mama bantu mengobati luka papa sekalian dikompres juga."


Nanda bergegas mandi dan berganti pakaian. Mira membantunya mengobati lukanya dan mengompresnya. Mira tak sama sekali tidak curiga pada suaminya. Dia hanya melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri yang baik.


Malam itu Nanda hampir tidak bisa tidur. Wajah cantik Rosa selalu bermain di kelopak matanya. Apapun yang dia lihat, pasti ada wajah Rosa sedang tersenyum padanya. Jantungnya berdebar." Bagaimana ini, apakah aku jatuh cinta padanya?" Katanya dalam hati.


Nanda memandang wanita yang sedang terbaring disampingnya. Mengapa wajahnya berubah jadi Rosa? Nanda memukulkan kedua tangannya kewajahnya." Benar-benar, apa aku sudah gila." Gumamnya pelan.


Sepulang kerja, Nanda pergi ketempat kost Rosa seperti janjinya. Rosa sudah menunggunya dan menyiapkan baju jas Nanda yang sudah dalam keadaan bersih dan di seterika rapi ditaruh di dalam kantong plastik.


Nanda agak canggung, melihat Rosa sudah berdiri didepan pintu seperti tengah menunggunya. Canggung tapi juga senang melihatnya.


Nanda berjalan mendekati Rosa yang terlihat sedang tersenyum ketika melihatnya datang.


" Apa kabar." Sapa Nanda." Sudah lebih baikkah?"


" Sudah baikan berkat anda." Jawab Rosa agak malu.


" Kenapa kamu panggil aku seperti itu? " Nanda agak kecewa Rosa memanggilnya anda.


" Lalu saya harus panggil apa?"

__ADS_1


" Aku juga belum terlalu tua kan. Panggil namaku saja juga bisa."


" Saya panggil mas Nanda, bolehkah?"


" Sangat boleh. Lalu apa aku hanya dibiarkan berdiri disini saja?" Nanda tersenyum senang.


" Oh, silahkan masuk ...mas Nanda."


Nanda masuk mengikuti Rosa. Nanda memperhatikan sekeliling, cukup rapi tapi agak kecil.


" Rosa, apakah kamu nyaman tinggal disini? Menurutku tempat ini terlalu kecil."


"Tempat ini sudah bagus sesuai kondisi keuangan aku."


" Besok, aku bantu kamu cari tempat kost baru yang lebih baik."


" Tidak perlu. Mas Nanda sudah banyak membantu aku. Aku tidak mau berhutang budi terlalu banyak."


" Jangan menolak, aku akan sangat marah. Ini niat baikku untuk kamu." Nanda memaksa Rosa menerima niat baiknya.


Rosa merasa bingung denga perlakuan Nanda terhadap dirinya. Tapi itu hal yang baik juga, dia bisa pindah dari tempat kost yang sempit ini ke tempat yang lebih baik. Mungkin ini adalah keberuntungannya. Bertemu pria yang baik.


Rosa sangat berterimakasih pada pada Nanda.


Semenjak itu, Nanda sering mengunjungi Rosa. Entah siang atau malam, jika Nanda ingin bertemu Rosa pasti dia akan langsung datang menemuinya. Rosa juga tidak keberatan dengan kedatangan Nanda.


Suatu hari, Nanda datang ketempat kost Rosa. Secara tak sengaja Nanda melihat seorang laki-laki keluar dari tempat kost Rosa. Nanda langsung bergegas masuk dengan marah tanpa mengetuk pintu terlebih dulu. Rosa yang baru saja akan minum, sangat kaget melihat Nanda datang dengan marah. Rosa merasa agak takut.


" Ada apa, apa ada yang membuat mas Nanda marah?"


" Siapa laki-laki tadi, yang baru saja keluar dari tempatmu ini?" Tanya Nanda dwngan nada kesal.


" Itu tadi teman kuliah aku. Dia mau meminjam catatan hari ini, karena dia tadi tidak masuk kuliah." Rosa berusaha menjelaskan.


" Benarkah, dia bukan kekasihmu?"


" Bukan.Tapi dia kekasihku atau bukan, bukankah tidak ada hubungannya dengan mas Nanda?"


"Ada. Tentu saja ada hubungannya dengan aku." Nanda duduk di kursi sambil menghela nafas. " Karena, aku menyukai kamu Rosa. Aku jatuh cinta padamu dari sejak pertama kita bertemu. Saat aku membayangkan kamu bersama pria lain, aku tidak dapat menahan rasa cemburu ini. Rosa aku tidak berharap kamu menerima aku, tapi setidaknya aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu.Hatiku merasa lega."

__ADS_1


" Aku juga."


" Apa..." Nanda kaget mendengar perkataan Rosa.


" Aku juga menyukai mas Nanda. Aku juga jatuh cinta pada mas Nanda semenjak mas Nanda menolongku."


" Tapi aku sudah punya istri dan anak."


Rosa terdiam dan termenung.


" Tidak masalah. Aku sudah terlanjur mencintai mas Nanda. Aku juga punya rahasia yang belum aku katakan pada mas Nanda. Belum tentu mas Nanda menerimaku."


" Katakan saja. Apapun itu, pasti aku bisa menerimanya."


Nanda bahagia karena ternyata Rosa juga mempunyai perasaan yang sama terhadapnya.


" Mas Nanda, aku seorang janda." Nanda terkejut mendengar pengakuan Rosa.


" Bagaimana mungkin, kamu masih muda dan masih kuliah."


" Dulu, saat awal kuliah, aku hamil. Aku dan pacarku masih sama-sama kuliah. Akhirnya kami menikah siri. Dan aku harus cuti kuliah untuk melahirkan."


" Lalu dimana suamimu sekarang?"


" Dia mengalami kecelakaan dan meninggal sebelum anakku lahir. Dia tidak sempat melihat bayi kami." Rosa tiba-tiba menangis.


Nanda tidak tahan melihat Rosa sedih. Nandapun memeluknya dan berusaha menghiburnya.


" Sudahlah, jangan bersedih. Nanti cantiknya hilang. Aku ada disini. Jika kamu mengizinkan, aku bersedia jadi ayahnya."


" Benarkah, mas Nanda menerima anakku?"


" Aku mencintaimu, jadi apapun keadaamu aku terima. Selama kamu mau selalu disisiku dengan keadaaku saat ini."


Rosa merasa beruntung, mendapatkan lelaki yang dicintai dan diimpikannya. Dia tidak peduli bahwa Nanda sudah punya anak dan istri. Bahkan Rosa berharap suatu saat Nanda hanya akan jadi miliknya seorang.


Hubungan Rosa dan Nanda semakin dekat setelah mereka memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Nanda kembali merasakan masa muda ketika bersama Rosa. Berkencan layaknya remaja yang jatuh cinta. Nanda sudah dimabuk cinta dan tidak ingat lagi bahwa dia sudah punya dua orang istri.


Rosa sengaja membuat Nanda tergila-gila padanya. Dia tidak ingin jika suatu saat Nanda meninggalkannya setelah bosan.

__ADS_1


__ADS_2