Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan telah tiba. Semua orang sibuk dengan tugas masing-masing.


Ketiga anak Mira juga ikutan sibuk memanjakan calon neneknya. Mereka membuat calon neneknya itu tertawa bahagia melihat tingkah manja dan lucu mereka.


Mira tampak sangat gelisah karena karena acara ijab kabul akan segera dilakukan. Dia berjalan menuju tempat yang sudah ditentukan. Disana sudah ada bapak penghulu, saksi dan calon suaminya, Raka. Raka tersenyum melihat Mira, tampak anggun dan cantik dengan sedikit polesan diwajahnya. Wanita yang dicintainya sejak kuliah dulu akan segera menjadi istrinya.


Selesai ijab kabul, acara selanjutnya adalah diadakannya sebuah pesta yang cukup meriah dengan hidangan yang bermacam-macam.


Mira duduk dipelaminan bersama dokter Raka yang kini telah sah menjadi suaminya.


Namun Mira sedikit tidak tenang karena sahabatnya Nisa belum juga datang.


"Ada apa, kenapa kamu tampak gelisah. Tersenyumlah, jangan sampai orang mengira aku sedang menjahatimu," tanya Raka.


" Aku sedang menunggu sahabatku Nisa. Apa kamu kenal dia?" Mira balik bertanya.


" Kenal..."


Mira malah semakin penasaran dengan jawaban suaminya yang hanya satu kata. Raka menyadari kalau Mira sangat penasaran dan curiga padanya tentang hubungannya dengan Nisa.


" Sayang, coba lihat aku. Lihat mataku, mata ini tidak akan berbohong padamu. Apa kamu cemburu?" ledek Raka.


" Siapa yang cemburu... Aku hanya penasaran," jawab Mira.


" Nanti akan aku ceritakan semua. Tapi sekarang, fokuslah dengan dengan pernikahan kita. Aku ingin melihat pengantinku bahagia menikah denganku. Nyonya Raka..."


" Jangan panggil seperti itu..." kata Mira malu.


" Kenapa, kamu malu menjadi istriku?!" tanya Raka terlihat serius.


" Tidak-tidak...hanya saja apakah tidak ada panggilan lain yang lebih..." Mira berhenti berkata.


" Lebih mesra? Sayang...sayang..."


Mereka tertawa bersama dan saling malu-malu.


" Pengantin baru harap tenang...Saatnya tamu undangan memberi selamat. Jangan bikin para tamu langsung pamit pulang karena tidak ingin mengganggu kalian..." kata Fara.


" Maaf Fara, ini salah pak dokter..." jawab Mira.


" Salahku, bukannya sayangku yang memulai..." jawab Raka kemudian.


" Masih mulai lagi...kamu selalu bikin aku tertawa," Mira mencubit pinggang Raka.


Fara pura-pura kesal karena pasangan pengantin itu bukannya berhenti bergurau malah semakin memperlihatkan kemesraan mereka.


" Baik kalau begitu, aku beritahukan kepada semua orang untuk pulang," kata Fara bercanda.


" Sudah jangan bercanda lagi. Apa kamu selalu seperti ini pada orang lain?" tanya Mira pada Raka.

__ADS_1


" Tidak. Hanya kepadamu saja," jawab Raka.


" Kenapa...?"


" Nanti aku kasih tahu. Sekarang kita sambut tamu dulu," kata Raka.


Raka selalu bikin Mira penasaran.


"Hanya tinggal jawab saja kenapa mesti nanti", pikir Mira.


Tapi Raka sepertinya menikmati rasa penasaran Mira. Dengan begitu Mira selalu memikirkannya. Pikiran Raka memang kekanak-kanakan tapi saat ini dia ingin menikmatinya.


***


Disaat Raka dan Mira sibuk menerima ucapan selamat pernikahan dari para tamu, diluar Nanda sibuk menjalankan rencana jahatnya.


Nanda mengendap-endap menuju mobil pengantin. Mobil yang dipersiapkan khusus untuk membawa pasangan pengantin pergi.


Rupanya Nanda berencana membuat rem mobil itu blong. Tapi Nanda tidak menyadari bahwa tindakannya direkam oleh seseorang dari tempat tersembunyi. Dan ketika Nanda hendak memutus kabel rem, beberapa orang yang tak dikenalnya menarik tubuhnya dengan kasar. Mereka lalu menutup mata Nanda dengan kain hitam dan membawa Nanda menemui seseorang yang mereka sebut pak bos.


" Pak bos, ini dia. Kita apakan dia bos?!" tanya salah seorang dari mereka.


" Tampar dia 2 kali. Satu kali untuk Mira dan satu kali untuk Raka," perintah pak bos dari dalam mobil.


Orang-orang itu berbagi tugas. Ada yang memegangi tubuh Nanda dan ada yang menamparnya dengan keras hingga terdengar suara jeritan Nanda.


" Ini peringatan bagimu. Jangan ganggu keluarga Mira lagi. Apalagi menyakiti mereka. Kami punya rekaman video apa yang kamu lakukan hari ini.Jika kamu berbuat jahat lagi pada mereka, kamu akan berakhir dipenjara," ancaman pak bos untuk Nanda.


" Kamu tidak perlu tahu, karena kamu tidak berhak tahu. Cukup dengarkan saja kata-kataku," jawab pak bos.


Orang-orang itu membawa Nanda pergi naik mobil van warna hitam. Nanda tak bisa berbuat apa-apa selain menerima perlakuan mereka. Ancaman masuk penjara cukup untuk membuat Nanda ketakutan.


***


Mobil pengantin melaju perlahan meninggalkan area pesta pernikahan. Mereka menuju kesebuah rumah yang cukup besar dan mewah. Rumah yang sudah dipersiapkan Raka untuk istrinya, Mira.


" Selamat datang dirumah baru kita," sambut Raka.


" Apakah ini kejutan...?!" tanya Mira.


" Bisa juga. Rumah ini sudah lama aku persiapkan untuk istriku sejak pertama aku bertemu kembali denganmu di kampung. Aku pikir, aku tidak mungkin bisa hidup dirumah mantanmu. Tidur dikamar dan diranjang yang sama yang pernah kalian tempati," kata Raka.


" Aku mengerti, pak dokter. Tapi bagaimana dengan anak-anak..."


" Tenang saja, aku sudah meminta Fara membawa anak-anak kemari. Aku tahu kamu tidak bisa hidup tanpa mereka...sekarang kamu istirahatlah sambil menunggu anak-anak datang."


" Terimakasih. Tapi aku masih menunggu satu penjelasan darimu..."


Raka tersenyum, ternyata istrinya sangat penasaran dengan ceritanya. Sebelum mulai bercerita, Raka meminta Mira untuk duduk disampingnya. Mira hanya menurut saja ketika suaminya menariknya kedalam pelukannya. Dan memberinya sebuah ciuman kecil dipipinya yang memerah.

__ADS_1


Raka mulai bercerita.


10 tahun lalu.


Mira berjalan membawa beberapa buku dan dia merasa kewalahan. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang dan semua bukunya jatuh berserakan di lantai.


" Maafkan saya, saya tidak melihat anda tadi..." kata Mira.


" Tidak apa, saya yang salah berdiri di tengah jalan," jawab Raka sambil membantu Mira mengambil bukunya.


Mereka saling tersenyum dan saling meminta maaf. Raka memandangi wajah Mira yang tampak bersinar dimatanya. Inilah awal Raka jatuh cinta pada Mira.


Ternyata Mira sering datang ke perustakaan seperti dirinya. Hanya saja Raka terlalu sibuk belajar dan tidak memperhatikan orang disekitarnya.


Hari itu tanpa sengaja, Raka mendengar benda jatuh di depannya. Biasanya dia tidak peduli, tapi kali ini seolah ada magnet yang menggerakkan matanya untuk melihat apa yang terjadi.


Matanya tak berkedip ketika melihat wajah seorang gadis yang keluar dari bawah meja mengambil sebuah pensil. Detak jantungnya semakin cepat dan tak beraturan. Meski begitu pandangan matanya tak bisa lepas dari Mira.


Raka tidak bisa lagi fokus belajar. Buku- buku dihadapannya yang biasanya membuatnya betah membacanya berjam-jam, kini hanya dipegangnya saja. Sedangkan mata dan pikirannya fokus pada Mira. Namun Mira sama sekali tidak mengetahuinya.


Setiap hari, Raka akan datang lebih awal dan meletakkan sebuah coklat di meja yang biaa Mira muda tempati. Raka sangat senang saat Mira mengambil coklatnya dan disimpannya kedalam tasnya.


Saat hujan, Raka juga meletakkan sebuah payung di mejanya Mira agar Mira tidak kehujanan saat pulang.


Raka berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk bisa mendekati Mira. Pada dasarnya Raka pemuda yang terlalu sibuk belajar dan jarang bergaul dengan gadis seusianya. Terlebih lagi Mira terlihat sangat pendiam dan juga pemalu.


Suatu hari, saat Raka meletakkan coklat di meja Mira seperti biasanya, seseorang mengejutkannya. Dia adalah Nisa, sahabat Mira dan Nanda.


" Apa yang kamu lakukan?!" tanya Nisa.


Raka akhirnya mengajak Nisa berbicara disebuah cafe untuk menjelaskan.


" Rupanya kamu yang selama ini memberi Mira coklat?" tanya Nisa.


" Benar. Tapi kamu jangan bilang sama dia," jawab Raka panik.


" Tidak akan. Aku bahkan ingin berterimakasih padamu. Karena apa yang sudah kamu lakukan membuat mereka balikan lagi," kata Nisa.


" Apa maksudmu?" tanya Raka tidak mengerti. " Aku tahu kamu pasti sangat menyukai Mira sahabatku. Tapi Mira sudah punya kekasih. Mereka bertengkar, tapi kini mereka sudah berbaikan karena perhatian kamu yang Mira kira dari kekasihnya," cerita Nisa.


Raka sangat kaget mendengar Mira sudah punya kekasih. Terlebih karena dia mereka berbaikan.


Sejak itu Raka hanya bisa melihat wanita yang dicintainya secara diam-diam. Cinta diam-diam ini lama kelamaan membuatnya tersiksa.


Akhirnya Raka memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Mira. Nisa yang mengetahui itu memberitahu Nanda dan meminta Nanda untuk bersikap tulus pada Mira agar Mira tidak direbut orang lain.


Nanda memaksa Nisa memberitahu siapa laki-laki yang berani bersaing dengannya. Dengan berat hati Nisa memberitahu Nanda semua yang dia tahu tentang Raka. Tentang kesalahpahaman Mira terhadap Nanda.


Meskipun karena Raka, Nanda bisa berbaikan dengan Mira, tapi Nanda sangat tidak suka jika Raka ingin menyatakan perasaanya pada Mira.

__ADS_1


Hari itu Nanda membawa beberapa temannya untuk memberi pelajaran pada Raka dan mengancam Raka agar menjauh dari Mira. Raka babak belur dan harus dirawat dirumah sakit selama beberapa hari. Karena itu Nisa merasa sangat bersalah pada Raka.


Raka pun akhirnya menyerah dan membatalkan niatnya untuk berterusterang pada Mira bahwa ia sangat mencintai Mira.


__ADS_2