Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Selingkuh


__ADS_3

Nanda dan Raka duduk saling berhadapan. Sorot mata Nanda yang tajam menatap Raka yang juga tidak ingin kalah dari Nanda. Mungkin dulu Nanda bisa menghardiknya karena dulu Raka merasa bersalah telah mencintai kekasih Nanda. Tapi kali ini berbeda. Mira bukan lagi milik Nanda.


" Apa kabar tuan Nanda," sapa Raka.


" Kita bukan teman yang harus saling menyapa bukan?" tanya Nanda kesal.


" Tapi aku menghargai kamu sebagai mantan dari calon istriku," kata Raka sambil tersenyum.


" Apa, calon istrimu? Jangan bermimpi disiang hari. Tidak mungkin Mira semudah itu melupakan aku," kata Nanda penuh percaya diri.


" Jangan terlalu percaya diri. Cinta yang terkikis oleh rasa sakit tak akan bisa kembali. Jadi mulai sekarang jangan coba-coba mengganggu hidup Mira lagi," ancam Raka.


" Berani sekali kamu mengancamku. Apa kamu tidak ingat apa yang bisa aku lakukan padamu dulu?" kata Nanda mengingatkan kejadian 10 tahun lalu.


" Tentu aku ingat. Tapi sekarang sudah berbeda. Dulu Mira adalah milikmu sehingga aku mengalah, tapi kini Mira adalah milikku. Jadi apapun yang terjadi aku akan mempertahankan milikku dan aku tidak akan mengalah padamu lagi," kata Raka tegas.


" Jangan kira aku akan menyerah semudah itu. Aku dan Mira pernah menikah dan kami mempunyai anak. Banyak alasanku untuk bisa mendekati Mira lagi," balas Nanda.


" Kamu...Aku percaya pada Mira. Dia tidak akan lagi tertipu olehmu," kata Raka kesal.


" Kita lihat saja nanti," kata Nanda senang karena bisa membuat Raka ragu.


Raka terdiam kesal dengan kata-kata Nanda yang berusaha membuatnya meragukan Mira. Tapi dia yakin dengan cinta Mira dan anak-anaknya kepadanya.


Raka masuk kemobilnya dengan lesu. Mira yang melihatnya sangat khawatir dengan keadaan Raka.


" Pak dokter, ada apa denganmu?" tanya Mira lembut.


" Kenapa kamu masih memanggilku seperti itu. Apa tidak ada panggilan lain yang lebih romantis?" tanya Raka sambil memandang Mira.


" Menurutku itu cukup romantis. Lalu kamu ingin aku panggil apa?"


" Hmmm...yang atau sayang juga boleh," jawab Raka sambil tersenyum.

__ADS_1


" Sebenarnya 'pak dokter' adalah panggilan yang istimewa untukmu. Karena saat aku memanggilmu itu, hatiku bergetar dan juga karena kamu adalah dokter hatiku. Dokter yang sanggup mengobati luka hatiku yang sangat dalam," kata Mira sambil memegang tangan Raka.


Raka merasa terharu karena dia baru mengetahui bahwa arti nama "pak dokter" yang menurutnya biasa itu bagi Mira mempunyai arti yang begitu dalam. Bukan "sayang" atau "yang" seperti pasangan lain.


" Kalau begitu panggil saja aku Seperti itu. Cukup romantis," kata Raka kemudian.


Mira tersenyum manis pada Raka yang tiba-tiba terdiam. Suasana jadi canggung. Raka melihat bibir merah Mira yang tersenyum manis padanya. Wajah Raka kian mendekat hingga membuat jantung Mira berdegup kencang. Raka mencium bibir Mira. Mira sempat kaget namun dia akhirnya memejamkan mata dan membalas ciuman Raka dengan lembut hingga beberapa detik.


Tanpa mereka sadari, sepasang mata melihat adegan itu dengan penuh amarah. Nanda mengepalkan kedua tangannya penuh rasa cemburu. Hingga akhirnya mobil Raka perlahan meninggalkan tempat parkir dan melaju kejalan raya.


Sampai dirumah, Nanda masih terbawa perasaan kesalnya. Apalagi Rosa juga baru pulang setelahnya. Rosa memang sering pergi keluar dengan teman-temannya bahkan hingga dini hari. Sebenarnya Nanda penasaran dengan pergaulan Rosa akhir-akhir ini.


" Rosa, kenapa baru pulang!?" tanya Nanda keras.


" Bukankah kamu juga baru pulang. Kita sama jadi jangan mengkritikku," jawab Rosa.


" Rosa, kamu itu istriku jadi kamu harus mengikuti aturanku dirumah ini. Mulai sekarang kamu tidak boleh seenaknya keluar rumah apalagi pulang sampai larut malam," bentak Nanda.


" Aku laki-laki. Aku punya banyak pekerjaan. Kamu seharusnya di rumah mengurus anak-anakmu dengan baik, hanya itu tugas kamu," kata Nanda lebih lembut.


" Mas Nanda ingin aku dirumah dan jadi ibu rumahtangga? Setelah aku tidak menarik lagi kamu akan mencari wanita lain di luar sana yang lebih cantik. Sekarang saja kamu sudah melakukannya dengan si Nela itu," kata Rosa kesal.


"Aku lelah dan aku harus mandi." katanya lagi.


Rosa berlalu dan meninggalkan Nanda yang kesal dan marah dengan sikap Rosa yang keras kepala.


Sejak kabar kebangkrutan perusahaan Nanda diketahui Rosa, pertengkaran sering terjadi bahkan untuk hal yang sangat kecil bisa menjadi pertengkaran hebat.


Sekarang tidak ada lagi senyum dan tawa dirumah itu. Tidak ada lagi keharmonisan keluarga seperti dulu. Rumah tangga Nanda kini seperti menyimpan sebuah bom yang siap meledak kapan saja.


Puncak pertengkaran merekapun akhirnya terjadi. Dan bom itupun meledak. Semua hancur berkeping-keping tak bersisa.


Malam itu, Nanda menemui klien-kliennya yang hendak beralih keperusahaan lain karena mendengar perusahaan Nanda akan segera bangkrut. Nanda kini sedikit bisa bernafas lega karena dia sudah mendapatkan investor baru. Mereka bertemu disebuah hotel sambil makan malam dan berbincang serius tapi santai tentang pekerjaan.

__ADS_1


Tanpa sengaja Nanda melihat seorang wanita yang mirip seperti istrinya 'Rosa', sedang berjalan sambil bermesraan dengan seorang laki-laki yang masih muda. Nanda sangat penasaran dengan identitas wanita itu. Dia pamit kepada rekan-rekannya untuk pergi ke toilet.


Nanda perlahan mengikuti sepasang kekasih itu hanya untuk menyakinkan diri bahwa wanita yang dilihatnya bukan istrinya. Mereka berdua berjalan menuju ke salah satu kamar hotel. Saat akan membuka pintu, tanpa sengaja wanita itu menoleh kearahnya. Nanda sangat kaget dan berpura-pura membenarkan tali sepatunya sambil membungkuk. Dengan jelas dia melihat wajah wanita itu.


Wanita yang sangat dicintainya dan dimanjakannya selama ini bisa melakukan itu. " Rosa, tega sekali kamu," gumamnya dengan hati bercampur aduk.


Nanda menyaksikan istrinya masuk kekamar hotel dengan laki-laki lain. Bayangan-bayangan tak senonoh muncul di pikirannya. Dia mondar-mandir didepan pintu kamar yang sudah tertutup rapat.


Hatinya bimbang dan takut. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Rosa berselingkuh dibelakangnya. Tapi semua harus jelas malam ini juga.


Nanda mengetuk pintu kamar dengan keras. Terdengar suara Rosa dari dalam kamar menambah sakit hati Nanda.


" Sayang, ada yang mengetuk pintu. Apa tadi kamu pesan sesuatu?" tanya Rosa pada selingkuhannya.


" Tidak. aku tidak pesan apa- apa." jawab pria itu. " Buka tidak?!"


" Buka aja, mungkin ada yang penting," perintah Rosa.


Pria itu membuka pintu dan Nanda langsung meninju mukanya dengan keras.


" Bukk..."


Pria yang hanya mengenakan baju piyama itu jatuh kelantai. Dia sangat kaget melihat Nanda yang mendekatinya lagi, sepertinya ingin memukulnya lagi. Namun Rosa berteriak sambil menghalangi Nanda mendekati pria itu.


" Jangan mas Nanda. Jangan pukul dia lagi," teriak Rosa sambil memegang tangan suaminya.


" Cepat pergi," teriak Rosa pada pria itu.


Pria itu segera lari terbirit-birit takut dikejar Nanda. Sementara Nanda memandangi istrinya yang hanya mengenakan baju tidur yang sangat tipis.


" Pake pakaianmu , kita selesaikan di rumah. Cepatlah, aku tunggu dimobil," kata Nanda menahan kemarahan yang memuncak.


Sementara itu,Mira tidak bisa memejamkan matanya karena teringat perkataan ayah dokter Raka. Dia tidak ingin memaksa dokter Raka memilih antara dirinya dan pekerjaannya. Mungkin untuk sementara, biarlah semua berjalan seperi biasanya sampai Mira mempunyai keberanian berterusterang dengan dokter Raka.

__ADS_1


__ADS_2