Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Akhirnya kembali


__ADS_3

Mira menjalani hari-hari yang sedih tanpa suaminya disisinya. Saat memeriksakan kehamilannya, Mira biasanya di temani oleh Fara. Namun hari ini dia sendirian. Saat itu Santy diberitahu Fara untuk menemani kakaknya. Namun karena Santy sedang merawat anaknya yang sedang sakit, maka dia meminta suaminya untuk menemani Mira.


Mulanya Mira menolak, akan tetapi Hendra tetap memaksa mengantarnya.


" Kenapa harus seperti itu. Aku tidak ada maksud lain," kata Hendra.


" Bukan begitu. Apa yang akan dikatakan orang-orang tentangku. Aku sekarang memiliki status yang rentan gosip. Aku hanya tidak ingin kamu terbebani," kata Mira.


" Kita tidak selalu harus hidup dengan selalu melihat pandangan orang lain. Yang penting kita tidak melakukan yang tidak sepatutnya. Selebihnya hiduplah sesuai hatimu."


" Mungkin semua itu sulit bagiku."


" Sudahlah, hanya mengantarmu sekali ini saja. Lain kali Santy yang akan mengantarmu. Anggap saja aku sopir taksi saja, agar kamu merasa nyaman. Aku tidak akan bicara apapun."


Mira menghela nafas berat. Tidak ingin menolak kebaikan sahabatnya, akhirnya dia bersedia ditemani.


Hendra dan Santy mengadopsi seorang bayi dari panti asuhan karena Santy ingin merasakan suka duka menjadi ibu. Merawat bayi kecil yang imut dan harus dengan banyak kesabaran. Santy dan Hendra menikmati hari-hari sebagai ayah dan ibu baru.


***


Kabar kedekatan keluarga Hendra dan Mira sampai juga ditelinga ibu mertua Mira. Mertuanya langsung datang dan menanyakan secara langsung kebenaran berita tersebut.


" Mira kedatangan ibu kemari ingin menanyakan satu hal padamu. Ibu mendengar kabar bahwa kamu akan menikah lagi. Apa itu benar?" tanya mertuanya.


" Ibu, Mira baru saja berduka atas meninggalnya mas Raka. Bagaimana mungkin Mira ada keinginan seperti itu."


" Jadi maksudmu itu hanya gosip. Lalu jika itu tidak benar. Ibu mohon agar kamu dan anak-anak jangan terlalu dekat dengan keluarga Hendra."


" Baik bu."


" Didalam rahimmu adalah keturunan keluarga kami, jika kamu ingin menikah lagi ibu tidak akan melarang. Biarkan kami yang akan merawat anakmu. Dia adalah pewaris keluarga kami."

__ADS_1


" Ibu, Mira tidak pernah berpikir untuk menikah lagi. Mira ingin fokus mengurus anak-anak Mira dan satu-satunya tanda cinta mas Raka adalah anak ini. Saya tidak akan mengecewakan mas Raka maupun keluarga besarnya untuk membesarkan anak ini sesuai harapan keluarga kalian."


" Ibu mengerti. Jika nanti ada yang bertanya tentang hubunganmu dengan Hendra ibu akan bisa menjawabnya dengan tegas. Tapi, ibu mohon jangan terlalu dekat dengan mereka terutama dengan Hendra," pesan ibu Raka.


" Baik bu."


Hidup memang tidak bisa semau kita. Ada norma-norma yang harus kita ikuti sebagai bentuk hubungan bermasyarakat. Karena kita tidak hidup sendiri. Terlebih dengan status sebagai janda yang kerap kali identik dengan pelakor.


Menjadi janda terkadang sebuah pilihan ketika kita bercerai dan terkadang adalah sebuah takdir yang tidak bisa kita tolak ketika sang suami harus meninggalkan kita menghadap Allah terlebih dulu.


Namun keduanya memiliki arti yang sama, seorang janda. Juga mempunyai beban yang sama, dan korban yang sama pula. Wanita ketika menjadi seorang janda seperti mempunyai satu kesalahan dan tidak semua orang bisa menerima kita dengan terbuka.


Seorang janda ketika berjalan seperti membawa beban karena tatapan orang-orang begitu sinis seolah kita akan merebut milik mereka. Meskipun kita sudah berusaha yang terbaik sebagai manusia masih banyak pandangan buruk bagi seorang janda.


Mira bersyukur kala itu dokter Raka hadir dalam kehidupannya sebagai seseorang yang selalu memandang hormat padanya. Meski dengan status janda, Mira tetap mendapatkan perlakuan yang baik darinya.


Tak pernah sekalipun dokter Raka melecehkan dirinya. Kebanyakan lelaki yang memilih berpacaran dengan seorang janda adalah karena menganggap seorang janda yang kesepian, dan sudah lama tidak disentuh pria akan dengan mudah menyerahkan tubuhnya dan pria itu dapat memenuhi kebutuhan biologisnya sebelum pernikahan.


Dokter Raka, mungkin didunia ini hanya ada satu lelaki sepertinya. Kenapa jodoh dengannya begitu cepat.


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Mira berhenti menangis dan mengusap airmatanya dengan tissu. Namun saat pintunya terbuka, Mira kaget melihat siapa yang berdiri didepan pintu rumahnya.


" Pak dokter..."


Diapun jatuh pingsan. Untunglah sebelum jatuh, lelaki itu sudah terlebih dulu menangkap tubuh Mira.


Ketika Mira membuka matanya, dia sudah berada di atas ranjang di kamarnya.


" Sudah bangun...," kata Raka sambil tersenyum.


Mira masih belum percaya jika yang dihadapannya adalah suaminya. Mungkin ini mimpi seperti waktu itu. Jadi Mira hanya diam saja. Raka memegang tangan istrinya untuk membuat istrinya yakin itu dia. Namun Mira masih tidak bereaksi apa-apa.

__ADS_1


" Mimpi apa ini..." gumamnya.


Raka jadi bingung. Harusnya istrinya senang melihatnya kembali dengan selamat. Kenapa malah menganggapnya mimpi.


Raka mencium pipi Mira yang masih diam saja hingga membuat Raka gemes. Dia menggigit leher Mira yang kemudian berteriak kesakitan dan mendorong tubuh Raka.


" Sudah sadar... Apa itu sakit?! Atau masih mau lagi yang lebih?!" kata Raka sambil tertawa.


Mira akhirnya sadar bahwa semua ini bukan mimpi. Dia bangun dari tempat tidurnya. Dia berniat ingin mendekati Raka, namun Raka segera mendekatinya dan memeluknya terkebih dulu. Mira menangis dipelukan suaminya yang dikiranya sudah meninggal.


Ini keajaiban dari Tuhan untuknya. Anugerah terindah yang diberikan Tuhan padanya dan keluarganya.


" Bagaimana calon bayiku? Apakah dia baik-baik saja?"


" Iya, kemaren baru saja periksa, kata dokter semua baik-baik saja. Tinggal menunggu kelahirannya saja."


" Aku sangat bahagia. Aku bisa kembali dengan selamat juga aku akan menjadi seorang ayah. Seandainya aku tahu kamu hamil, aku akan berusaha lebih cepat pulang."


" Lalu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mira.


" Saat itu aku membawa mobil menuju area bencana. Lalu ada beberapa orang yang berniat merampokku karena mengira mobilku berisi barang bantuan. Saat mereka tidak menemukan apapun, mereka marah dan memukuliku hingga aku tidak sadarkan diri. Mereka kemudian membuang mobilku kejurang. Aku diselamatkan oleh penduduk lokal karena aku tidak sadarkan diri hingga beberapa hari. Tangan kaki terluka. Mereka menggunakan cara-cara tradisional untuk merawatku hingga sembuh. Aku ingin sekali menghubungi keluargaku terutama kamu, tapi disana tidak ada ponsel. Aku hanya pasrah hingga aku bisa pulang kembali kerumah."


" Ternyata Tuhan masih melindungi kamu pak dokter," kata Mira.


" Juga karena do'a dari istri tercintaku."


***


Semua keluarga merasa sangat gembira dengan kepulangan Raka. Terutama orangtua pak dokter. Mereka mengadakan acara syukuran di rumah mereka.


Sebelum pesta usai, Mira merasa kontraksi. Mira akan melahirkan. Raka terlihat agak panik karena ini pertama kalinya dia menjalani prosesi akan menjadi seorang ayah. Meskipun dia dokter tetap hatinya cemas.

__ADS_1


Mira segera dibawa kerumah sakit terdekat. Setelah menunggu satu jam, Mira dapat melahirkan secara normal dengan selamat. Mita melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan. Raka lalu mengumandangkan azan dan iqomah ditelinga anaknya yang baru lahir.


Lengkaplah sudah kehidupan Raka menjadi seorang ayah dan suami. Semoga mereka bahagia selamanya.


__ADS_2