Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Kutinggalkan kenangan


__ADS_3

Setelah resmi bercerai, Mira mulai menata hatinya untuk menyembuhkan luka hatinya. Luka yang entah kapan bisa sembuh.


Dirumah ini telah banyak kenangan yang tercipta, baik susah maupun senang. Bagi Mira, kenangan ini sudah melekat dihatinya sangat dalam apalagi rumah ini merupakan rumah impiannya dulu bersama Nanda.


Dia sudah berjanji pada mantan suaminya untuk tidak menggunakan aset milik anak-anak untuk kepentingannya. Mungkin Nanda memang sengaja mempersulit hidup Mira tanpa diberi tunjangan sepeserpun untuk menghidupi anak-anaknya. Tapi yang terpenting bagi Mira saat ini, dia bisa terlepas dari Nanda, selebihnya tergantung takdir.


Mira berencana meninggalkan rumah ini dan pergi ketempat yang tidak akan mengingatkannya lagi dengan masa lalunya. Bibi Mei menawarkan untuk pergi ke rumahnya di kampung. Mira sangat senang dengan tawaran bibi Mei terlebih Mira juga tidak bisa berpikir jernih untuk saat ini. Anggap saja ini liburan.


Mira mengumpulkan ketiga anaknya untuk memberitahukan tentang perceraiannya dengan ayah mereka. Mungkin ini keputusan Mira yang paling sulit dan Mira juga tidak tahu caranya agar membuat mereka mengerti.


" Kasih, Bagus dan Awan. Mama memanggil kalian untuk memberitahukan sesuatu."


" Mama, ada apa ma?" Tanya Kasih pelan.


" Kalian sayang mama kan? Kalian tidak ingin melihat mama sedih kan? Kalian juga sudah cukup tahu keadaan mama dan papa." Mira diam untuk bersiap dengan reaksi ketiga anaknya." Mama dan papa memutuskan untuk berpisah. Mama meminta cerai pada papa kalian. Apakah kalian akan marah sama mama?" Mira menunggu reaksi ketiga anaknya.


Tak disangka mereka bertiga diam saja tanpa reaksi apapun. Setidaknya kaget atau bahkan marah. Mira mulai kebingungan sendiri.


" Kasih, kenapa kalian diam saja? Bagus, Awan."


" Mama, kami bertiga sebenarnya sudah tahu kalau mama dan papa sudah cerai."


Perkataan Kasih membuat Mira terkejut.


" Darimana kalian tahu, bukankah mama belum pernah mengatakannya pada kalian?"


" Papa yang mengatakannya pada kami." Jawab Kasih.


" Apa...? Papa kalian yang mengatakannya?"


" Iya ma. Papa meminta kami untuk membantu papa berbaikan sama mama." Kata Kasih sambil menunduk." Tapi kami bertiga telah sepakat untuk menolak. Kami tahu, papa sudah sangat jahat pada mama dan juga papa tidak lagi menyayangi kami."

__ADS_1


" Kalian sudah sangat menderita, maafkan mama. Diusia kalian ini, kalian sudah harus merasakan hidup tanpa ayah. Mulai sekarang kalian hanya punya mama. Apakah kalian sanggup?" Tanya Mira pada mereka bertiga dengan penuh semangat.


" Ya bunda. Awan akan menjaga bunda dan kalian semua." Kata Awan.


" Ya bunda. Bagus tidak akan membuat bunda sedih lagi." Kata Bagus.


" Ya bunda. Kasih akan membantu bunda mengasuh Bagus dan Awan." Kata Kasih.


Mira terharu dengan kata-kata ketiga anaknya. Terharu sampai meneteskan airmata.


" Mama akan mengajak kalian pergi ke tempat yang jauh. Tempat yang hanya ada kita berempat jauh dari ayah kalian."


" Kemanapun mama pergi, kami akan ikut. Asalkan ada mama disitulah kami akan tinggal. Betul kan Bagus ... Awan?"


" Benal bunda. Kami sayang bunda."


Mereka memeluk Mira yang mulai tak dapat menahan tangisnya. Ketiga anaknya telah memberikan harapan baru yang terindah dalam hidup Mira.


Malam yang terasa sangat panjang bagi Mira dan anak-anaknya. Mereka tidak dapat tidur dengan nyenyak karena besok mereka akan pergi meninggalkan rumah yang sudah mereka tempati selama ini. Mira mulai bercerita untuk membuat ketiga anaknya tidur. Sangat lama, sampai cerita yang dibacakan Mira hampir berakhir, mereka baru bisa tidur.


Mira meninggalkan kamar anaknya menuju kamar tidurnya yang tak jauh dari kamar anak-anaknya. Mira berusaha memejamkan matanya yang mulai terasa berat.


Esok paginya, saat matahari mulai menyembul, Mira dan ketiga anaknya serta bibi Mei bersiap berangkat dengan menyewa sebuah mobil. Sebelum Mira pergi, dilihatnya lagi rumah impiannya untuk yang terakhir kali.


" Selamat tinggal rumah impianku dan selamat tinggal masa lalu. Semoga saat kembali, aku sudah menjadi Mira yang kuat dan siap tempur.


Mira menutup pintu mobil dan mobilpun melaju diatas jalan raya yang masih dingin. Selama hampir 6 jam perjalanan, barulah mereka sampai di kampung bibi Mei. Mobilpun berhenti disebuah rumah yang sederhana tapi masih terlihat cukup kokoh. Terlihat cat tembok yang masih baru serta keadaan rumah yang cukup bersih.


" Bibi, apakah rumah bibi ini baru?"


" Tidak, bu Mira. Rumah ini sudah lama tapi memang kemarin bibi minta anak bibi untuk merenovasinya, ternyata hasilnya lumayan. Bibi takut bu Mira dan anak-anak tidak suka rumah bibi ini."

__ADS_1


" Bibi, aku senang sekali dengan rumah bibi, bukan begitu anak-anak?" Tanya Mira dengan tersenyum.


" Iya bunda." Jawab mereka bersamaan.


" Terimakasih bibi. Bibi sudah mau menerima kami disini padahal Mira sudah tidak bisa memberi gaji pada bibi lagi."


" Bu Mira sudah banyak membantu bibi, dulu waktu bibi tidak punya uang dan pekerjaan. Bu Mira yang mau menerima bibi dan menganggap bibi sebagai keluarga sendiri. Sekarang saatnya bibi yang membantu bu Mira saat bu Mira kesusahan." Kata bibi mengenang masa lalu." Mari silakan masuk. Selamat datang di gubuk bibi."


" Anak-anak, jangan berlarian ya nanti jatuh." Kata Mira ketika melihat ketiga anaknya berlari masuk.


Mira dan bibi Mei bergegas membawa masuk barang-barang bawaanya yang ada di dalam mobil dibantu pak sopir. Karena kelelahan dalam perjalanan jauh, anak-anak Mira tertidur di kamar yang sudah disediakan untuk mereka.


Mira dan bibi Mei tak kenal lelah membereskan barang-barang bawaan ke dalam lemari pakaian masing-masing.


Saat Mira akan beristirahat, terdengar seseorang memanggil bibi Mei. Mira bergegas keluar untuk melihat siapa yang datang.


" Bibi Mei ada?" Tanya seorang wanita setengah baya.


" Tadi ada disini. Tapi kayaknya tak ada. Ada apa ya bu?"


" Ini ada buah mangga setengah matang abis petik dari depan rumah. Tolong ya nanti kasihkan ke bibi. Oh ya, kamu ini siapanya bibi Mei? Kok belum pernah lihat."


" Saya saudara jauhnya, baru saja tiba." Jawab Mira sambil menerima mangga dari tangan wanita itu.


" Ya sudah, aku permisi dulu."


" Silahkan."


Mira tersenyum. Dia baru saja tiba, tapi dia sudah melihat keramahan orang-orang disini. Ini bedanya hidup dikota dan hidup didesa. Dikota, orang-orang tidak akan saling menyapa, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Mungkin disinilah Mira akan mulai menata hidupnya dari nol. Tanpa sepeserpun uang dari Nanda, mantan suaminya. Hanya berbekal uang tabungan pribadinya.


Semua pemberian Nanda, Rumah, mobil dan tanah atas namanya saat mereka masih suami iatri dia serahkan kepengurusannya pada Fara. Asalkan tidak dijual. Fara berjanji pada kakaknya untuk merawat rumahnya, tapi jika Fara sudah tidak sanggup maka Fara akan mengontrakkan rumah Mira. Selain dapat uang juga ada orang yang merawatnya.

__ADS_1


Mira benar-benar harus mulai dari nol.


__ADS_2