Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Pengakuan


__ADS_3

Tatapan mata Rosa tertuju pada sosok wanita yang ada disamping suaminya. Wanita yang menurutnya tak lebih cantik darinya. Dengan penuh rasa amarah, Rosa mendekati Nela yang mulai ketakutan melihat Rosa.


Nanda berusaha menenangkan Nela dengan menggengam tangan istri mudanya itu. Namun Nela tak bisa menyembunyikan ketakutannya bertemu Rosa. Rosa melihat Nanda menggenggam tangan Nela membuatnya semakin marah.


" Mas, apa-apan ini, lepaskan tanganmu!" teriak Rosa sambil menarik tangan suaminya." Kamu wanita ******, jangan ganggu suamiku!"


Rosa mulai beraksi menampar wajah Nela lalu menjambak rambut Nela yang panjang sebahu. Nela berteriak kesakitan.


" Jangan mbak, sakit..," teriak Nela.


Namun Nela tiba-tiba membalas perlakuan Rosa, sepertinya dia mendapatkan keberanian setelah rasa sakit yang dirasakan karena mengalah disakiti Rosa.


Maka terjadilah perkelahian yang seimbang antara Rosa dan Nela. Nanda tampak kesal dengan keduanya, yang tidak memperdulikan keberadaannya. Dia lalu menarik Rosa dengan kuat agar berhenti berkelahi.


" Ayo kita pulang. Kita selesaikan di rumah," ucap Nanda.


Dengan perasaan marah Nanda membawa Rosa pulang yang masih dalam keadaan berantakan dan acak-acakan. Sedangkan Nela menata rambutnya yang berantakan. Lalu Nela memeluk ibunya dan menangis. Ibunya berusaha menenangkan Nela yang terlihat syok karena dia tidak pernah menyangka akan terjadi seperti hari ini.


\*\*\*


Nanda dan Rosa sampai dirumah. Nanda akhirnya berterus terang bahwa Nela adalah istri sirinya. Pengakuan Nanda itu membuat Rosa marah.


" Rosa, dia adalah istri siriku. Kami sudah lama menikah. Kamu perlakukanlah dia dengan baik seperti Mira," kata Nanda pada Rosa.


" Apa, memeperlakukan wanita ****** itu dengan baik? Jangan mimpi mas, aku bukan mbak Mira mantan istrimu yang bisa menerima kamu selingkuh apalagi sampai menikah lagi," ucap Rosa tegas. " Aku tidak bisa bersikap baik pada wanita selingkuhanmu itu. Jangan samakan aku dengan Mira yang menerima saja kamu injak-injak," tambahnya.


" Lalu apa maumu?" tanya Nanda panik.


" Ceraikan dia," kata Rosa.


" Menceraikan Nela?" ucap Nanda kaget.


" Kenapa, jika mas Nanda tidak mau menceraikan dia, kita yang akan bercerai. Apa itu yang mas Nanda mau?!" ancam Rosa.

__ADS_1


" Tidak Rosa, kamu jangan lakukan itu. Baiklah aku berjanji akan menceraikan Nela. Tapi, saat ini aku sedang banyak masalah dengan perusahaan. Aku akan menyelesaikannya dulu," kata Nanda kemudian untuk menenangkan Rosa yang terlihat masih marah padanya.


Meskipun akhirnya Rosa menyetujui permintaan Nanda, semua tidak bisa seperti dulu lagi. Rosa berubah menjadi lebih sering keluar rumah dan menghabiskan waktu bersama teman-temanya. Demikian juga dengan Nanda yang sibuk mencari investor baru.


Dengan usaha yang sangat berat, Nanda berhasil mendapatkan investor baru. Mereka mengadakan pertemuan di sebuah cafe. Saat Nanda mengamati sekitarnya, tak sengaja matanya tertuju pada seseorang yang sedang tertawa. Terasa tak asing baginya. Betapa terkejutnya dia ketika melihat wanita itu tidak lain adalah istrinya, Rosa. Rosa bersama dengan seorang laki-laki muda yang seusia dengan Rosa.


Nanda memendam seribu pertanyaan yang ingin segera mendapat jawaban dari Rosa. Namun dia menahannya karena saat ini dia sedang bersama calon investornya.


Sesampainya di rumah, Nanda menunggu kedatangan istrinya dengan perasaan kacau. Tidak berapa lama terdengar sebuah mobil berhenti didepan rumahnya. Dari dalam mobil keluarlah seorang wanita, dia adalah Rosa, istrinya. Rosa tersenyum dan melambaikan tangan kepada laki-laki yang mengantarnya pulang. Nanda memperhatikan semua tingkah laku istrinya dengan hati kesal.


" Siapa dia, laki-laki yang mengantarmu pulang?" Tanya Nanda marah.


Rosa sangat terkejut melihat suaminya sudah menunggunya dalam keadaan marah.


" Mas Nanda, dia teman sekolahku. Tadi ada reuni, jadi dia mengantarku pulang karena tadi aku tidak bawa mobil," jawab Rosa agak gugup.


" Reuni, hanya dua orang?"


" Apa maksud mas Nanda, mas Nanda mencurigaiku selingkuh?!" teriak Risa kesal.


" Kalau begitu terserah mas Nanda. Aku tidak peduli dengan prasangkamu. Aku capek, aku mau istirahat," kata Rosa sambil berlalu pergi.


Nanda tertegun melihat kelakuan istrinya yang seolah sudah tidak menghargainya lagi. Baru kali ini dia merasakan bagaimana rasanya tidak dihargai oleh istrinya. Nanda teringat Mira, bagaimana dia memperlakukan Mira dengan acuh tak acuh dan tidak memperdulikan perasaannya sama sekali. Mungkin Mira dulu juga merasakan hal yang sama seperti dirinya saat ini. Sangat kesal dan marah.


" Dimana kamu sekarang Mira, apakah kalian baik-baik saja?" gumamnya dalam hati.


\*\*\*


Mira memutuskan untuk menikah dengan dokter Raka setelah usahanya mulai banyak kemajuan. Mira sudah memiliki memiliki beberapa karyawan untuk membantunya. Dia juga sudah merubah rumah bibi Mei menjadi kantor sekaligus tempat bekerja dan tempat tinggal Mira sebelum menikah.


Mira memberitahu ketiga anaknya tentang keputusannya menikah lagi dengan dokter Raka. Meskipun dia tahu ketiga anaknya sangat menyukai dokter Raka, Mira takut mereka tidak akan setuju dokter Raka menjadi ayah baru mereka. Mira memandangi ketiga anaknya yang sejak tadi duduk dihadapannya. Mira tidak tahu bagaimana caranya memulai.


" Bunda, kita sudah lama duduk disini, apa yang ingin bunda sampaikan?" tanya Kasih.

__ADS_1


" Bunda ingin bertanya pada kalian. Bagaimana kalau kalian memiliki ayah baru?" kata Mira agak gugup.


" Maksud bunda?" tanya Kasih lagi.


" Bunda ingin memperkenalkan calon ayah baru kalian. Itu jika kalian setuju, bunda akan menikah dengannya," jawab Mira.


Ketiga anaknya saling berpandangan.


" Siapa dia bunda. Tentu kami perlu tahu dulu seperti apa orang yang akan menjadi ayah kami," kata Kasih mewakili kedua adiknya.


" Tentu saja. Sebentar, dia ada diluar," kata Mira.


Mira keluar dan memanggil dokter Raka yang sudah sejak tadi berdiri menunggu di depan dengan gelisah.


" Ini dia calon ayah kalian," ucap Mira pelan.


Ketiga anaknya terkejut tapi juga senang karena mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Bagi mereka dokter Raka adalah laki-laki yang baik untu bundanya dan ayah yang baik untuk mereka.


Namun, tiba-tiba Awan menangis dan berlari masuk kekamarnya. Semua menjadi bingung. Padahal Awan yang paling menyukai dokter Raka dibanding Kasih dan Bagus.


" Tidak apa-apa. Biar bunda yang akan berbicara pada Awan," kata Mira sambil menghela nafas pelan.


Dokter Raka dan kedua anak Mira saling bercanda dan bergurau seperti biasanya. Mereka sangat senang karena mereka akan memiliki ayah yang baik seperti dokter Raka. Tadinya mereka khawatir jika calon ayah mereka dan juga calon suami bunda mereka adalah orang lain. Kini mereka bisa bernafas lega.


Mira mendekati Awan yang masih menangis diatas ranjangnya. Mira duduk disampingnya dan mengelus rambutnya yang ikal.


" Awan, apakah Awan membenci dokter Raka?" tanya Mira pelan.


Awan menggeleng


" Apakah Awan tidak suka dokter Raka menjadi ayah Awan? Kalau begitu, biar dokter Raka pergi dan menjadi ayah orang lain. Selamanya Awan tidak akan bertemu dengannya lagi. Apalagi bermain dengannya," tambah Mira.


" Bunda, Awan mau punya ayah doktel Laka, tapi Awan takut bunda akan lebih sayang doktel Laka dalipada Awan." kata Awan.

__ADS_1


" Tidak Awan, kalian adalah yang utama bagi bunda. Tentu bunda akan lebih sayang pada kalian, anak-anak bunda. Terutama kesayangan bunda ini," kata Mira sambil tersenyum dan memeluk Awan yang sudah tahu cemburu.


__ADS_2