
" Mira, aku disini masih menunggu jawabanmu."
Suara dokter Raka mengejutkan Mira yang masih larut dalam kegalauan. Lebih galau lagi, dia memanggil nama Mira tanpa panggilan mbak. Mira seperti kembali ke masa muda lagi. Yang jelas ini bukan mimpi karena dia ada didepannya.
" Saya...saya tidak tahu. Kita baru kenal 2 bulanan. Ini terlalu mendadak."
" Kamu hanya cukup percaya padaku. Percaya bahwa aku akan bisa memberikan kebahagiaan, cinta yang suci dan kesetiaan padamu." Dokter Raka menghela nafas pelan. "Aku ingin bertanya padamu. Berapa lama kamu dan mantan suamimu saling mengenal?" Tanya dokter Raka kemudian.
" Sedari kecil."
" Berarti kamu mengenalnya sudah sangat lama. Baik buruknya dia, kebiasaan, sifat dan lain-lain. Tapi itu tidak menjamin dia tidak akan berubah kan. Seperti apa dia sekarang, itu adalah pilihan hidup yang dia pilih sendiri. Tapi aku bisa pastikan pilhanku adalah kamu, baik itu dulu, sekarang dan nanti."
Dokter Raka berusaha membuat Mira mengerti dan menyadari, bahwa lamanya mengenal seseorang tidak selamanya bisa mengenal hatinya. Dan bahwa cintanya pada Mira adalah pilihan hidupnya.
Mira hanya terdiam mendengar kata-kata dokter Raka. Dia mengenal Nanda sudah sekian lama, tapi tetap saja Mira tidak bisa memahami hati Nanda. Nanda tega menyakitinya tanpa ada rasa bersalah dan rasa sungkan sedikitpun.
" Tapi tetap saja mengenal pribadi masing-masing juga penting." Kata Mira pelan.
" Tentu, siapa bilang tidak perlu saling mengenal. Bahkan aku berharap bisa mengenalmu lebih dekat. Katakan saja butuh berapa lama, aku akan setia menunggu. Asal aku bisa terus disampingmu." Mira terdiam dan berpikir jawaban apa yang ahrus dia berikan.
" Hmm, Sampai usahaku berkembang?"
" Boleh, siapa takut. Tapi, aku juga punya permintaan."
" Apa..."
" Mulai hari ini, status kita adalah pacar. Jadi sampai saat kamu bersedia menikah denganku, kita adalah pasangan kekasih. Bagaimana?"
" Aku..."
" Setuju... oke." Dokter Raka menjawab pertanyaannya sendiri karena Mira terlalu lama berpikir.
__ADS_1
Mira tidak tahu apakah dia harus senang atau tidak dengan semua ini. Bahkan dia tidak bisa percaya bahwa diusianya yang memasuki usia 30 tahunan ini, dia akan menyukai seseorang lagi.
" Kapan akan memberitahu anak-anakmu tentang kita?" Tanya dokter Raka.
Mira menggelengkan kepala.
" Baiklah, saat kamu bersedia menikah denganku, baru kita beritahu anak-anak. Tapi malam minggu lusa kita pergi kencan. Ada pasar malam didesa ini."
" Kencan, diumur kita sekarang mau kencan?"
" Kenapa, kencan tidak kenal usia. Nanti kalau kita sudah menikah, aku akan buat setiap hari adalah kencan bagi kita." Kata dokter Raka sambil tersenyum.
Mira tertawa mendengar ucapan dokter Raka. Kata-kata gombal seperti itu ternyata bisa juga dia ucapkan.
Mira menyerahkan segalanya pada takdir. Jika dokter Raka adalah jodohnya, pasti akan ada jalan bersama.
Sejak saat itu, dokter Raka membantu usaha Mira dengan membantunya membuka toko online dengan nama " RAMIRA " kepanjangan dari Raka dan Mira. Disana dijual berbagai model pakaian desain dari Mira dan diberi label
Tentu saja semua butuh kesabaran dan juga kerja keras. Untuk menghemat biaya, model adalah anak-anak Mira, Mira dan dokter Raka sebagai model prianya.
Mira menyewa jasa fotografer untuk mendapatkan hasil foto yang bagus untuk dipajang di toko online miliknya. Kali ini akan diadakan foto couple sebagai acara terakhir.
Dokter Raka menunggui Mira dan anak-anaknya berganti pakaian. Tak lama kemudian Mira keluar dengan memakai gaun berwarna putih. Mira terlihat sangat cantik dan anggun. Mata dokter Raka tidak berkedip melihatnya. Tak lama kemudian ketiga anaknya ikut bergabung. Mereka memulai pemotretan dengan gembira terlebih akan ada hadiah sesudah pemotretan untuk mereka bertiga yaitu ayam goreng kesukaan mereka.
Selama pemotretan dokter Raka selalu memperhatikan Mira. Entah kenapa dimatanya Mira adalah wanita yang sangat sempurna. Kecantikannya yang alami tanpa banyak poles membuatnya tergila-gila sejak kuliah hingga kini. Rasanya ini seperti mimpi dia bisa bersama dengan gadis impiannya bahkan dia bisa memegang tangannya tanpa takut akan ada yang melarangnya.
Mira menyadari apa yang di lakukan dokter Raka membuatnya agak malu-malu. Ketika anak-anaknya sudah pergi, Mira memeluk dokter Raka dari belakang dan meminta fotografer memotretnya. Raka membalasnya dengan memegang kedua tangan Mira erat-erat seolah tak ingin Mira melepaskannya.
Tapi dokter Raka menyadari, bahwa dialah yang tergila-gila pada Mira, jadi harusnya dia yang memeluk Mira. Dokter Raka melepaskan pelukan Mira. Mira kaget dan berpikir kalau dokter Raka risih padanya.
Tiba-tiba dokter Raka memeluk Mira dari belakang dan berkata " ini yang benar, aku yang akan memelukmu erat dan tidak akan pernah melepaskanmu meski kamu ingin."
__ADS_1
Mira tersenyum dan berkata " Aku tidak akan pernah memintamu melepaskan pelukanmu meski di dalam mimpiku."
Dokter Raka dan Mira menikmati masa bahagia dan kebersamaan menuju pernikahan.
Bagaimana dengan Nanda mantan suaminya?
Perusahaannya mulai mengalami krisis ketika Desy menarik dana investasinya dari perusahaan Nanda. Desy sangat marah pada Nanda karena telah membuat Mira membawa anaknya Bagus pergi entah kemana. Bahkan tanpa sepeserpun uang dari Nanda bagaimana mira bisa memberi makan anak-anaknya dan kehidupan yang baik. Jika tahu akan begini lebih baik Desy mengambil Bagus secara paksa dari Nanda. Tapi semua sudah terjadi dan Desy hanya bisa berdoa semoga Mira dan anak-anaknya baik-baik saja.
Nanda harus berusaha mencari investor baru. Ditambah lagi, hutangnya pada bank yang sudah jatuh tempo. Semua menjadi tidak terkendali. Nanda menjadi tambah pusing ketika sampai dirumah melihat Rosa menghambur-hamburkan untuk berbelanja barang-barang yang sesungguhnya tidak penting.
Melihat suaminya yang terlihat berantakan, Rosa hanya tersenyum dan berlalu pergi.
" pusing amat, yang penting hari ini bisa berbelanja semaunya." pikirnya dalam hati. Rosa memang kerjanya hanya menghabiskan uang Nanda dan berpesta.
Dulu mungkin Nanda bisa memanjakan Rosa dengan uang, tapi mulai kini Nanda harus bisa membuat Rosa mengerti keadaannya saat ini dan berhemat. Nanda menghampiri Rosa yang sedang menghitung barang-barang belanjaannya hari ini.
" Rosa, aku perlu bicara dengan kamu."
" Katakan saja, kenapa mas Nanda serius sekali."
" Begini, perusahaan sedang mengalami krisis dan jika secepatnya kita tidak menemukan investor baru, perusahaan papa bisa bangkrut."
" Apa mas, bangkrut. Mas, aku tidak bisa hidup susah lagi." Rosa kaget mendengar bahwa perusahaan suaminya akan bangkrut. Dia tidak mau hidup susah seperti dulu, sebelum bertemu Nanda.
" Aku hanya ingin, untuk sementara saja, berhematlah, jangan berbelanja terus. Kamu lihat aku sangat capek."
" Mas, kamu itu suami, ya tugasnya mencari uang untuk istrinya, sedangkan istri ya untuk menghabiskan uang suami. Jadi jangan mengeluh." Kata Rosa sambil meninggalkan Nanda yang hanya bisa menghela nafas melihat istri yang selama ini dimanjanya.
Nanda merasa suntuk tinggal dirumah, makanya dia pergi kerumah Nela untuk sekedar menghilangkan stres. Nela mencoba menghibur Nanda dengan memasak makanan kesukaan Nanda. Saat mereka sedang makan, tiba-tiba seseorang datang dan langsung marah-marah kepada ibunya Nela. Ibunya Nela tidak bisa menghalangi wanita itu yang ternyata adalah Rosa, menerobos masuk sampai keruang makan. Disanalah mereka beradu pandang. Rosa ,Nanda dan Nela.
Apa yang akan terjadi maka terjadilah.
__ADS_1