Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
bonchap


__ADS_3

Diruang keluarga, tampak Mira dan Raka tengah asyik menonton film Tom and Jerry. Film yang membuat mereka berdua tampak mesra, tertawa dan saling melemparkan senyum. Mira bersandar pada bahu suaminya yang terlihat kuat berotot.


Sesekali Raka mencium aroma rambut Mira yang wanginya membuat Raka ketagihan. Sedangkan Mira tak bisa tidak bermanja pada suaminya yang hampir kehilangan Raka beberapa waktu lalu.


Raka bahagia Mira kuat dan mandiri ketika di luar dan dalam pekerjaannya. Dan Mira bisa bersikap manja padanya seolah Mira sangat membutuhkannya. Perasaan dibutuhkannya inilah yang membuat Raka harus bisa bersikap menjadi pelindung keluarga terutama untuk istri dan anak-anaknya.


Saking asyiknya bermanja, mereka tidak menyadari seseorang berdiri di belakang mereka dengan tatapan cemburu. Tangan kecilnya menunjuk punggung Raka berulang-ulang karena Raka merasa Mira yang ingin mempermainkannya.


Karena merasa mereka tidak memperdulikannya, dia berjalan dan berhenti tepat dihadapan Mira dan Raka.


"Mika..." gumam Mira kaget.


Raka juga ikut kaget karena ternyata yang tadi menunjuk-nunjuk punggungnya adalah Mika. Anak bungsunya yang baru berusia empat tahun yang akan segera memasuki sekolah paud.


Mika tampak cemberut dan marah. Raka meraih tangan Mika dan menariknya kedalam pangkuannya. Lalu dengan lembut Mira mencium pipi sang anak yang lagi ngambek.


"Mika kenapa pipinya ditekuk begitu?" tanya Raka pelan.


"Mika malah," jawab Mika dengan logat lucunya.


"Kok marah, memangnya siapa yang berani membuat anak kesayangan ayah marah?"


Mika menoleh ke arah ibunya yang tersenyum melihat tingkah Mika yang manja dan menggemaskan.


"Kalna bunda lebih suka sama ayah dali pada sama Mika."

__ADS_1


"Mana mungkin bunda lebih suka ayah, bunda lebih suka Mika kok," jawab Mira sambil mencubit pipi Mika yang chubby.


"Kenapa tidak ajak Mika nonton film itu juga?"


"Anak ayah juga ingin nonton, baik mari kita tonton bersama," kata Raka sambil mencium pipi Chubby Mika.


Mika terlihat senang bisa nonton bertiga dengan ayah dan bundanya. Namun beberapa menit kemudian Mika sudah tertidur lagi. Raka tersenyum melihat Mika yang sudah terbuai dalam dunia mimpi.


"Pak dokter, Mika sudah tertidur. Apa tidak sebaiknya dia dibawa masuk saja biar bisa enak tidurnya," kata Mira pelan karena takut Mika terbangun.


"Kayaknya kalau dibawa masuk kamar ke kamar kita saja. Takutnya kalau nanti dia bangun dan kamu tidak ada, bisa-bisa ada perang dunia ke 3 di rumah ini. Tahu sendiri si Mika suka sekali buang-buang mainan kalau lagi marah. Kayaknya nurun dari kamu deh..."


"Oh...apaan. Aku dari kecil alim kali pak dokter. Jangan-jangan kecilnya pak dokter yang suka bandel. Secara anak kamu anak laki-laki satu-satunya kan?!" ledek Mira.


Tapi Mira merasa tidak senang mendengar perkataan suaminya. Raka menyadari perubahan wajah dan mimik muka Mira. Diapun merasa bersalah.


"Maaf, apa perkataanku membuatmu marah?" tanya Raka.


plukkk...


Raka memukul pelan mulutnya, untuk menenangkan hati Mira. Mira yang melihat hal itu, langsung meraih tangan suaminya dan memeluknya.


"Aku hanya kesal. Kenapa tidak dari dulu kamu melakukannya?!" ucap Mira.


Raka tersenyum mendengar ucapan Mira.

__ADS_1


"Tapi dengan begini, kita bisa mensyukuri nikmat kebersamaan ini. Dan bukankan takdir harus tetap dijalani? Takdir cintaku adalah menitipkan kamu pada Nanda untuk sementara. Karena dia tidak bisa menjagamu dengan baik, aku pahlawan yang mengambilmu dan menyelamatkanmu."


"Terlalu didramatisir," gumam Mira. "Sebentar lagi bulan puasa pak dokter, bantulah aku mengurus anak-anak melewati puasa tahun ini. Karena kayaknya aku tidak bisa memperhatikan mereka sepenuhnya."


"Kamu kenapa, aku perhatikan akhir-akhir ini kamu memang terlihat agak kurang sehat. Kamu harus banyak istirahat jika sakit?" tanya Raka.


"Sebenarnya, Mika bakalan punya adik," kata Mira pelan tapi cukup didengar oleh Raka.


"Apa, jadi kamu hamil?! Mira jangan terlalu sibuk bekerja di butik. Istirahat di rumah saja."


Raka tersenyum senang karena keinginannya untuk memiliki banyak anak bakalan terkabul. Pasti diantara mereka nantinya akan ada yang bersedia mewarisi perusahaan keluarga kakeknya. Mencari penerus dan pewaris keluarga darinya. Karena adik Raka adalah anak asuh yang diambil dari panti asuhan.


Jadi yang berhak menjadi pewaris adalah keturunan Raka.


###########


Hai readers terimakasih sudah membaca hingga akhir. Setiap orang pasti ingin akhir yang bahagia....


Selamat menjalankan ibadah puasa...bagi yang menjalankan....


Silahkan mampir ke karya baru otor


Istri Titipan Talak 3


mkasih...

__ADS_1


__ADS_2