Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Memulai hobby


__ADS_3

Mira mulai berpikir, pekerjaan seperti apa yang bisa dia kerjakan tapi masih bisa tetap menjaga anak-anaknya. Bertani, berkebun dia tidak bisa. Tapi dia ingat hobby waktu dia kecil. Dia hobby sekali mendesain pakaian. Desainnyapun masih dia ingat hingga sekarang. Mungkin dia bisa mencoba dengan membeli peralatan jahit.


Mulanya Mira hanya belajar menjahit secara otodidak, tapi akhirnya dia memutuskan untuk belajar ke tempat kursus menjahit yang ada di desa sebelah. Mira benar-benar ingin memulai dari awal dan menciptakan gaya desain pakaian sendiri.


Setelah memutuskan untuk memulai usaha di desa ini, Mira harus juga memikirkan sekolah anak-anaknya dan juga mengurus perizinan tinggal. Paling tidak diketahui oleh ketua RT setempat. Mira sangat beruntung karena ternyata bibi Mei sudah melaporkan dan memberikan fotokopy KTP Mira pada RT setempat.


Mira memdaftarkan sekolah ketiga anaknya disekolah dekat rumah bibi Mei. Mereka masuk kelas yang berbeda, Kasih masuk kelas 1 SD, Bagus di TK dan Awan di kelas Paud. Mereka berangkat bersama dan saling menunggu untuk pulang bersama karena mereka sekolah di satu yayasan.


Mira mulai mencoba membuat baju seragam untuk ketiga anaknya. Hasilnya lumayan untuk ukuran pemula. Mira akan terus berusaha agar dia nanti menjadi ahli dalam menjahit pakaian untuk mulai membuat desainnya sendiri. Untuk kedepannya Mira ingin menjual pakaian buatannya secara online. Sebenarnya pernah terpikir olehnya untuk bekerja kantoran, tapi bagaimana dia bisa mengawasi anak-anaknya yang masih kecil dan mereka masih membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya


Sementara itu, setelah menceraikan Mira, Nanda ada rasa menyesal. Bagaimanapun juga Mira adalah cinta pertamanya. Wanita yang selalu mendukung keputusannya tanpa mengeluh, dan wanita yang tidak pernah membuatnya merasa kesulitan dalam menjalani hidup. Kenangan-kenangan masa lalunya terlintas dibenaknya. Bagaimana dulu dia begitu mencintainya dan saling bersumpah setia. Bahkan dia menghalangi cowok manapun yang ingin mendekati Mira dengan berbagai macam cara. Nanda akan membuat cowok itu berhenti dan menyerah mengejar Mira sebelum sempat mengatakan perasaannya pada Mira.


Nanda mendatangi rumah Mira yang tampak kosong dan sepi. Nanda menjadi panik dan khawatir ketika mengetahui Mira tidak berada dirumah. Mira telah pergi membawa anak-anaknya.


" Kemana mereka pergi." Kata Nanda dalam hati.


Nanda bergegas pergi kerumah orangtuanya untuk menanyakan keberadaan Mira dan anak-anaknya, namun orangtuanya juga tidak tahu. Mira datang kerumah mertuanya saat Mira meminta restu untuk bercerai dengan Nanda. Setelah itu Mira tidak pernah datang lagi menemui mereka. Mendengar jawaban kedua orangtuanya, Nanda tambah bingung tak tahu harus kemana lagi mencari tahu keberadaan Mira dan anak-anaknya.


Nanda terpikir untuk mencari ke rumah Fara, tapi Fara pasti akan memarahinya habis-habisan karena dia sudah menyakiti Mira. Nanda akhirnya membayar seseorang untuk mencari keberadaan Mira tanpa sepengetahuan kedua isterinya, Rosa dan Nela. Jika Rosa mengetahui bahwa setelah bercerai Nanda masih memperhatikan Mira dan anak-anaknya pastilah akan ada badai dirumah tangganya. Apalagi jika tahu Nanda telah menikah dengan Nela, Nanda tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi nantinya.

__ADS_1


Rosa yang tidak tahu suaminya sudah menikah lagi dengan Nela, merasa menang dari Mira setelah Mira dan Nanda bercerai. Rosa merasa sudah mencapai tujuannya menjadi istri satu-satunya Nanda. Jika suatu saat dia tahu ada wanita lain lagi dihidup Nanda, akankah Rosa bisa menerima seperti Mira?


Mira sudah terbebas dari belenggu cinta Nanda yang rumit. Mira tidak akan lagi mengingat kenangannya dengan Nanda. Baik itu kenangan manis maupun pahit. Dia harus menatap masa depan yang menantinya. Dia juga harus bisa menjadi sosok ibu dan juga ayah bagi ketiga anaknya agar tidak membuat ketiganya merindukan sosok seorang ayah.


Hari ini Mira membuat kue yang cukup banyak. Dia ingin membaginya dengan tetangga dekat rumah, seperti yang sering mereka lakukan. Tetangga-tetangga itu sering memberi makanan ataupun buah-buahan yang mereka petik dari halaman rumahnya. Kini giliran Mira berbagi.


Mira pergi mendatangi rumah tetangga dekatnya satu persatu sambil memberikan kue kepada mereka. Terakhir dia mendatangi tetangga disamping rumah bibi Mei. Rumah itu terlihat sepi. Mungkin karena rumah ini berpagar sehingga terlihat agak tertutup untuk ukuran hidup di desa.


Mira membunyikan bel. Namun tak ada yang keluar untuk membukakan pintu pagar. Saat dia hendak pergi, sebuah sepeda motor berhenti tepat di belakangnya. Mira melihat seseorang yang terlihat gagah dengan sepeda motor besarnya. Lebih terkejut lagi setelah orang itu membuka helmnya. Dokter Raka.


" Mbak Mira. Ada perlu apa datang kerumahku?" Tanya dokter Raka.


" Terimakasih. Kelihatannya enak." Doktet Raka tersenyum sambil melihat kue yang diberikan Mira kepadanya.


" Kalau begitu saya pamit dulu. Masih ada banyak pekerjaan." Kata Mira kemudian.


" Tunggu. Bolehkah hari minggu besok saya undang anak-anak datang kerumah."


" Tentu, dokter. Asalkan tidak merepotkan dokter saja."

__ADS_1


" Tidak kok. Saya menyukai anak-anak. Selama ini rumah saya selalu sepi. Mungkin dengan kehadiran mereka, rumah saya akan lebih ramai."


" Dokter tidak mempunyai anak?"


" Anak...tidak. Bagaimana saya mempunyai anak, menikah saja belum." Jawab dokter Raka sambil tersenyum.


" Maaf, saya pikir ..."


" Jangan dipikirkan. Saya sendiri juga bingung." Kata dokter Raka.


" Kalau begitu, saya pergi saja dulu."


Mira melangkah pergi meninggalkan dokter Raka yang terlihat kecewa, karena Mira benar-benar tidak mengenalinya. Tapi dia masih tetap baik seperti 12 tahun yang lalu. Ketika pertama kali dokter Raka bertemu dengannya di kampus yang sama.


Dokter Raka ketika itu adalah seorang kutu buku yang tidak banyak mempunyai teman. Dia diam-diam jatuh cinta pada seorang gadis yang ditemuinya diperpustakaan. Gadis itu adalah Mira. Mira sendiri tidak tahu jika Raka mencintai dirinya karena waktu itu dia sudah mempunyai kekasih yaitu Nanda mantan suaminya. Raka berhasil berkenalan dengan Mira sebagai teman.


Raka sangat yakin dengan perasaannya karena itu Raka tidak ingin mencintai Mira secara diam-diam lagi. Raka ingin menyatakan cintanya pada Mira. Nanda yang mengetahui bahwa Raka akan menyatakan cinta pada Mira, dia membawa teman-temannya menemui Raka dan membuat Raka babak belur. Nanda mengancam Raka untuk tidak mendekati Mira.


Raka tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima kekalahan sebelum bertanding. Dia hanya bisa memandang wanita yang dicintainya dari kejauhan. Selama Mira bahagia dia rela tidak akan pernah menyatakan cinta selamanya pada Mira.

__ADS_1


Kali ini, Raka bertemu kembali dengan Mira. Mira pasti sangat bahagia karena sekarang dia sudah memiliki 3 orang anak yang manis. Takdir yang membawanya menjauh dari hidup Mira, takdir pula yang mempertemukan dirinya dengan Mira.


__ADS_2