Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda

Berbagi Cinta : Maduku Seorang Janda
Cerai lagi


__ADS_3

Nanda mengemudikan mobil dengan sangat kencang. Mobil Nanda melaju dengan kecepatan tinggi setinggi emosi Nanda. Rosa hanya duduk diam dan ketakutan disampingnya. Nanda tidak peduli dengan keadaan Rosa saat ini. Jika bukan karena Nanda malu pada kliennya Nanda pasti sudah menghakimi Mira dan selingkuhannya itu tanpa ampun di tempat ini juga.


Sesampainya dirumah, Nanda mencecar Rosa dengan banyak pertanyaan.


" Katakan, kenapa kamu melakukan ini padaku. Apa yang kamu mau yang tidak aku berikan padamu. Kekayaan, kemewahan, kenyamanan, status dan semuanya. Walaupun perusahaan aku akan bangkrut, seharusnya kamu tidak akan menghianati aku. Aku ingin kamu menemani aku disaat aku sedang kesulitan, menghiburku dan menyemangatiku untuk bisa bangkit kembali. Jika itu Mira, dia akan melakukan semua yang kukatakan itu dan tidak akan pernah membalas apa yang kulakukan," kata Nanda marah.


" Kalau begitu nikahi saja Mira. Tapi aku tidak yakin kamu akan sanggup membuatnya kembali kepadamu. Aku tahu selama ini kamu masih terus memikirkannya. Didalam hatimu kamu masih mencintai Mira. Dan setiap hari aku harus menahan rasa ketakutan bahwa kamu akan meninggalkan aku demi dia. Sekarangpun meskipun kamu sudah menceraikannya kamu masih terus memikirkannya. Benarkan?" kata Rosa kesal.


Nanda terdiam mendengar perkataan Rosa. Mungkin memang benar semua yang dikatakan Rosa. Nanda masih mencintai Mira didalam lubuk hatinya yang paling dalam.


" Tapi itu tidak bisa kamu jadikan alasan kamu berselingkuh," kata Nanda kemudian.


" Apakah selingkuh butuh alasan? Apa hanya laki-laki yang boleh berselingkuh? Aku hanya ingin membalasmu. Kamu bisa selingkuh maka aku juga bisa, bukankah itu adil?"


" Ternyata kamu wanita yang pendendam dan pemberontak. Aku tidak pernah menyangka kamu wanita yang berdarah dingin."


" Aku sudah melakukan kesalahan. Dan aku tahu pasti sulit bagimu memaafkan aku. Apapun keputusan mas Nanda, aku akan dengan senang hati menerimanya," kata Rosa pasrah.


" Baik. Itu kamu sendiri yang mengatakannya. Malam ini aku talak kamu. Dan mulai sekarang kamu bukan istriku lagi. Aku akan segera mengurus surat cerai yang resmi dan akan segera aku kirimkan padamu. Besok tinggalkan rumah ini secepatnya," kata Nanda dengan berat hati.


" Baik, besok sebelum mas Nanda bangun aku pastikan aku sudah tidak dirumah ini lagi," ucap Rosa pelan.


Nanda meninggalkan Rosa yang tampak tidak menyesali perbuatannya. Mungkin ini lebih baik baginya meninggalkan lelaki yang diambang kebangkrutan. Rosa tidak mengetahui bahwa perusahaan Nanda tidak jadi bangkrut.

__ADS_1


Esok paginya, Nanda terbangun dari tidurnya. Dia melihat ke sampingnya. Rosa tidak ada, jadi semalam bukan mimpi?! Nanda ingat bahwa semalam dia melihat perselingkuhan istrinya dengan mata kepalanya sendiri dan dia semalam juga sudah menceraikan Rosa. Dia bergegas menuju kamar anak-anaknya. Mereka juga tidak ada. Nanda semakin panik. Dia memanggil bibik dan menanyakan dimana nyonya berada.


" Tadi pagi-pagi sekali, nyonya pergi membawa anak-anak dan beberapa koper penuh. Mereka pergi membawa mobil nyonya. Nyonya hanya menitipkan sebuah surat untuk tuan," bibik memberikan surat dari Rosa tersebut kepada Nanda.


Mas Nanda, aku bawa anak-anak bersamaku. Aku juga membawa mobil dan sertifikat rumah sebagai jaminan hidup anak-anak. Jangan cari kami. Rosa.


Nanda sangat marah karena Rosa membawa anak-anaknya pergi tanpa izin padanya dulu. Dia merenungi nasibnya yang buruk. Dulu dia mempunyai banyak istri dan juga banyak anak, tapi hidupnya kini berakhir sendirian dan kesepian.


Inilah kehidupan lelaki seperti Nanda. Ketika dia yang selingkuh, dia ingin istrinya mengerti dan menerima. Giliran dia yang diselingkuhi dia sakit hati dan langsung menceraikannya.


***


Raka mengajak Mira keluar untuk makan siang sambil membicarakan tentang rencana pernikahan mereka yang terganjal restu orangtua Raka. Padahal mereka pernah berjanji akan merestui siapapun wanita yang ingin Raka nikahi. Karena itu Raka sangat sedih dan kecewa dengan orangtuanya hingga mereka terlibat pertengkaran.


" Bagaimana kalau kita kembali di kampung. Kita akan menikah disana dan hidup bahagia berlima," kata Raka penuh semangat.


" Tidak, jangan pernah memikirkan hal itu lagi. Aku tahu pak dokter ingin sekali segera menikah denganku, tapi aku ingin pernikahan ini adalah yang terakhir bagiku. Jadi aku ingin menjadi istri dan juga menantu yang dicintai," kata Mira sambil tersenyum.


" Aku mengerti. Aku akan memperjuangkan cinta kita dan mewujudkan impianmu," kata Raka. " Lalu apa rencanamu selanjutnya?"


" Aku akan tetap tinggal disini. Aku ingin membuka sebuah butik. Butik yang tidak hanya untuk mereka yang dari kalangan atas tapi juga untuk mereka yang dari kalangan bawah. Aku ingin setiap wanita bisa tampil cantik walaupun dengan menggunakan pakaian dengan harga murah," kata Mira membayangkan wanita-wanita dengan penampilan yang cantik.


" Istriku memang hebat," kata Raka memuji.

__ADS_1


" Siapa istrimu..." kata Mira malu.


" Siapa lagi. Haruskah aku sebut nyonya Raka saja..." kata Raka sambil memperlihatkan lesung pipit dipipinya.


Kalau lesung pipitnya sudah kelihatan, Mira pasti terbawa perasaan. Tangannya bergerak perlahan menyentuh pipi Raka, hanya sedetik saja. Mira tertawa pelan sambil menahan malu.


" Mira..."


Raka kecewa melihat Mira hanya menyentuh pipinya satu detik. Dia merasa dipermalukan.


" Sudah, pak dokter jangan cemberut begitu. Nanti kalau sudah saatnya, nggak cuma satu detik. Satu jam, dua, tiga, atau selamanya, terserah pak dokter," kata Mira merajuk.


" Aku masih belum tahu, kapan waktu itu akan tiba. Sekarang aku jadi sedih kalau ingat aku akan sendirian di kampung. Tanpa kamu, kasih, Bagus dan Awan disana. Aku pasti akan sangat kesepian. Lalu kamu disini akan tinggal dimana. Tidak mungkin kamu dan anak-anakmu akan tinggal di rumah adikmu selamanya kan?" tanya Raka sedih.


" Aku sudah pikirkan. Aku akan tinggal kembali di rumah lamaku."


" Apa kamu yakin akan tinggal disana?"


" Tentu, aku sangat yakin. Aku harus bisa menghadapi masa laluku. Aku tidak bisa terus lari dan menghindar dari kenyataan. Jika aku tidak bisa menghadapinya bagaimana aku akan bisa menatap masa depanku. Semua sudah berlalu dan sekarang saatnya melangkah kedepan bukan selalu melihat kebelakang," kata Mira dengan penuh keyakinan.


Raka tersenyum bangga melihat Mira sudah menemukan keyakinan diri. Walaupun hati Raka penuh kekhawatiran terhadap Mira, jika suatu hari Nanda akan mencoba masuk lagi dalam hidup Mira. Sedangkan dia dalam waktu dekat ini tidak ada disamping Mira dan melindunginya.


" Mira...jadilah wanita yang kuat, untuk aku dan ketiga anakmu," bisik Raka dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2