Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati
Rencana Dion.


__ADS_3

Setibanya dion di rumah ia langsung menghampiri Dian di dalam kamarnya. setelah mengetahui keberadaan sang kakak dari pelayan yang berpapasan dengannya.


Tok tok tok.


Dion mengetuk pintu kamar Dian begitu ia berada di depan pintu kamar kakaknya. " kak, kakak di dalam? " Tanya Dion sembari terus mengetuk pintu kamar kakaknya.


"Iya dek! Masuk aja enggak Kakak kunci kok. " Sahut Dian dari dalam sana, sembari mempersalahkan adiknya itu untuk masuk dan tanpa diminta dua kali, Dion pun segera memutar handle pintu itu mendorong sedikit ke dalam, sebelum melangkah masuk kedalam kamar kakaknya.


" Bagaimana persidangannya? "Tanya Dian begitu Dion berada tepat di sampingnya.


" Semuanya berjalan lancar sesuai harapan kita." Jawab Dion sembari mengambil sang keponakan dari pangkuan kakaknya. " Kakak tidak perlu khawatir, sebaiknya kakak fokus saja kepada Gio, masalah di pengadilan biar menjadi urusan aku." Lanjutnya sembari mengusap kepala Gio yang kini berada dalam gendongannya.


" Tadi kamu ketemu nggak sama mas Andara? Kamu nggak diapa-apain kan sama dia." Tanya Dian kepada adiknya itu.


" Tenang saja kak! walaupun suami kakak lebih tua dari aku, aku masih bisa membuat dia menginap di rumah sakit kalau aku mau." Jawab Dion.


" Syukurlah kalau begitu." Seru Dian.


Sekitar 1 jam Dion berada di dalam kamar kakaknya bermain bersama Gio sekaligus mengambil sampel rambut keponakannya itu, tentu saja tanpa sepengetahuan Dian.


Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, Dion segera menyusul asistennya ke rumah sakit, sesuai kesepakatan mereka beberapa jam yang lalu.


Usai memberikan sampel rambut kepada asisten nya, Dion mengeluarkan ponsel dari dalam saku jasnya kemudian menghubungi Reval Jayden dan Putra. meminta mereka untuk bertemu 1 jam dari sekarang di cafe yang dulu sering mereka datangi.


Setelah menghubungi satu persatu temannya Dion pun segera menuju cafe di mana tempat mereka akan bertemu.


Sampainya disana Putra dan Reval sudah lebih dulu berada di cafe itu. " Sorry telat?" Ucap Dian sambil berjabat tangan dan berpelukan ala lelaki dengan kedua temannya itu.


" Santai aja kita berdua juga baru sampai, kebutuhan tadi pas kamu telpon kita ada meeting di daerah sekitar sini makanya kita sampai lebih dulu." Ujar Reval. " Tapi ada apa ini, Ion? Tumben ngajak kita ngumpul di sini, biasanya kalau ada sesuatu kamu langsung aja kita ke rumah." Tanya Reval. Sementara Putra mengangguk, sependapat dengan apa yang dikatakan sahabat sekaligus atasannya itu.

__ADS_1


" Aku belum terlambat kan?" Tanya Jayden yang baru saja datang, seraya mengambil tempat duduk tepat disamping Reval. Di respon dengan gelengan kepala dari ketiga orang sahabatnya. " Ada masalah apa ini? tumben kita disuruh berkumpul di luar, biasanya langsung ke rumah." pertanyaan yang sama pun dilontarkan oleh Jayden.


Sementara Dion masih diam dikarenakan seorang pelayan datang menyajikan minuman dan cemilan pesanan mereka. Begitu pelayan itu pergi barulah Dion mulai membuka mulutnya.


" Jadi gini...." Dion mulai menceritakan masalah Dian kepada sahabat-sahabatnya, mulai dari hinaan yang diterima dari nyonya Wartika mertua dari kakaknya, terus Andara yang tidak pernah mengunjungi Dian selama hamil sampai proses perceraian Dian yang dipersulit oleh Andara.


Tidak banyak yang dia tahu mengenai rumah tangga kakaknya. hanya poin-poin itu yang dia tahu dan dapat dia ceritakan, karena Dian pun tidak menceritakan keseluruhan yang terjadi dengan dirinya kepada Dion.


" Terus apa yang harus kita lakukan untuk membantu kak Dian?" Tanya Putra.


" Jika pengacaranya sulit dihadapi! pengacara aku siap untuk membantu, kalau perlu aku akan meminta pengacaraku menuntut ganti rugi untuk waktu kak Dian yang terbuang sia-sia selama hampir lima belas tahun ini, ya nggak banyaklah cukup bayar lima ratus ribu atau satu juta hari sehari, kak Dian tinggal pilih aja." Sahut Reval.


" Emangnya bisa?" Tanya Putra dan Jayden bersamaan.


" Bisalah, kemarin waktu Dion menceraikan kan Ria, dia juga bayar uang itu tapi, sepupu kamu ini pelit, dia cuma kasih Ria sehari seratus ribu, gila kan!" Jawab Reval sambil menunjuk Dion.


" Masih mending aku bayar seratus sehari dari pada sepuluh ribu! Dia mau apa, aku juga nggak pernah make dia." Sahut Dion.


" Maaf ya Jay, jika aku make dia! secara tidak langsung aku mengakui dia sebagai istriku menggantikan Melly, sementara kalian tahu sendirilah Melly itu udah cantik, baik, pengertian, pintar dan pekerja keras sama seperti kak Dian dan Luna. kamu tahu mereka itu tipe wanita yang sulit di dapat, jadi kita beruntung memiliki mereka. Aku nggak akan pernah sudi jika Melly di sama kan dengan Ria. mereka berdua jauh berbeda, bagai bumi dan langit dari segi sikap dan sifat." Akunya panjang kali lebar.


" Oke Skip! kita bahas masalah Kak Dian." Putra menghentikan pembahasan mereka yang sudah keluar jalur.


" Tunggu, jawab dulu uang yang nanti di bayar mas Andara itu uang apa?" Tanya Jayden lagi.


" Itu masuk dalam nafkah masa lampau. nafkah yang tidak pernah di dapat selama menikah, bukan hanya itu nafkah yang di bayar ada nafkah Idah dan nafkah mut'ah juga dan pengadilan membolehkan istri meminta nafkah itu tapi harus sesuai kemampuan suami! dan di buat dalam surat tertulis! sudah paham." Jelas Reval.


" Berarti selama menikah sama mas Andara kak Dian nggak pernah di nafkahi, kurang ngajar." Sahut Jayden sambil mengebrak meja yang ada di hadapan mereka.


" Nggak gitu juga Jay." Sahut Dion sembari melempar Tiga Kartu kredit dan Debit di atas meja. kartu yang di berikan Andara untuk Dian. " Aku di minta sama Kak Dian, untuk mengembalikan ini kepada mas Andara." Jelasnya.

__ADS_1


" Terus bagaimana cara kamu cara kalian menuntut dia satu juta sehari, sementara kak Dian Sampai sekarang masih di berikan Nafkah." Tanya Jayden lagi, membuat Dion dan Reval sama-sama memijit pelipis masing-masing.


" Banyak tanya kamu! yang jelas aku sudah membayar pengacara Andara lima kali lipat dari yang di bayar Andara dan Dia bersedia berkerjasama dengan kita. Aku yakin semuanya akan berjalan sesuai rencana aku. Dan uang yang aku minta itu, bukan karena keluarga kita kekurangan uang, aku hanya ingin menunjukkan kepada Andara dan keluarganya kalau dia salah memilih lawan untuk bermain-main." Jelas Dion Di Angguki ketiganya.


" Terus tujuan kamu kumpul kita disini apa? nggak mungkin kan cuma buat dengar cerita kamu." Tanya Reval di Angguki Dion.


" Ya kamu benar Val, aku butuh bantuan kalian, aku minta kalian meluangkan waktu untuk menemani Aku dan kak Dian di persidangan tiga hari mendatang. karena sidang kali ini hakim meminta untuk menghindarkan Gio, feeling aku Andara pasti akan berusaha merebut Gio nanti. dan aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan keponakan aku."


" Aku dan Luna akan datang."


" Aku akan datang sendiri, tahu sendiri sih Luna nggak pernah mau akur kalau ketemu istri aku." Timpal Jayden.


" Pilihan yang tepat! Adik aku juga nggak akan sanggup puasa seminggu." Akunya.


" Aku akan usahakan buat datang, tahulah sendiri aku cuma jongos tapi istri aku pasti akan datang kalau Luna yang minta." Ucap Putra.


" Terima kasih."


"Nggak perlu terima kasih, sebagai sahabat sudah sepatutnya jika kita saling membantu, apalagi kak Dian sudah kita anggap kakak sendiri." Ucap Reval.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....

__ADS_1


...Happy reading..💔💔...


__ADS_2