Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati
Ungkapan perasaan Ken


__ADS_3

Bahkan Ken juga berada di sana untuk membantu walaupun keluarganya saat ini tengah di sibukkan dengan persiapan pernikahan yang hanya tinggal beberapa hari lagi.


Sebuah Acara sederhana saja membutuhkan waktu sebulan untuk persiapan ini dan itu. Sementara ini adalah pesta pernikahan, tentu saja mereka terlihat kalang-kabut, walaupun banyak orang yang terlibat langsung untuk menyiapkan pesta ini.


" Ken sebaiknya kamu pulang nak." Saran tuan Xavier ketika melihat Ken turut ikut membantu persiapan pernikahannya dan Dian. Sementara putrinya itu tetap santai dan terlihat tidak peduli dengan pesta pernikahan sendiri. Terkecuali mereka mengatakan, hal itu untuk pesta ulang tahun Hani, maka Dian yang akan berada paling depan, memberikan yang terbaik untuk Hani nya.


" Bukan maksud papa untuk mengusir kamu nak, tapi papa tahu, kamu juga membutuhkan persiapan." Jelas lelaki paruh bayah itu lagi, agar calon menantu barunya itu tidak salah paham.


Ken tersenyum dan mengangguk kepalanya seraya berkata. " Terima kasih pa, karena sudah mengkhawatirkan aku, tapi aku takut Dian akan curiga jika aku tidak berada di sini." Ken pun mengutarakan kegelisahannya. Sesungguhnya dia yang paling menginginkan pernikahan dan dia juga yang paling cemas. Lelaki paruh baya itu hanya bisa mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Ken.


Sementara Reval yang berada tak jauh dari mereka, tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, berjalan menghampiri Ken dan papanya Dion.


" Saran aku, bang Ken menemui kak Dian? dan bertanya kepadanya seperti ini. Apa benar kamu telah di jodohkan? dengan siap? kamu menerimanya?" Reval bahkan mempraktekkan kata-katanya dengan baik dan memasang mimik wajah yang begitu terluka layaknya seorang Aktor.


" Kamu lebih cocok menjadi Aktor ketimbang menjadi CEO nak." Sahut papanya Dian di ikut tawanya.


" Benar sekali pa! Dia terlalu mendalami karakter." Ken pun turut membenarkan ucapan tuan Xavier.


" Baiklah aku akan mempertimbangkan ucapan kalian dan membicarakan hal ini dengan Luna. Tapi lupakan soal aku dan segera temui mbak Dian sebelum dia curiga dengan semuanya. Pikirkan saja, Bang Ken sudah beberapa hari di sini membantu kita, tentu saja bang ken akan mendengar bisik-bisik tetangga kalau selain pesta ulang tahun ini ada juga perjodohan yang akan di lakukan Dian. Iya kan?" Ujar Reval. " Temui dia dan tunjukkan kepada dia kalau bang Ken kecewa dengan keputusannya." Lanjutnya lagi sambil menepuk pundak Ken.

__ADS_1


" Bagaimana kalau dia marah dan kecewa setelah pernikahan kita?" Tanya Ken lagi, entah mengapa dia begitu cemas memikirkan hal itu.


" Sudahlah bang, bang Ken berpikir terlalu jauh. kalau pun Kak Dian marah, dia tidak dapat berbuat apa-apa, karena kalian sudah menikah. Tapi kalau bang Ken masih khawatir! Aku akan mengajarkan bang Ken cara membujuk istri yang merajuk." Ucap Reval sembari mendorong Ken kepada Dian saat wanita itu Keluar dari kamar Hani.


" Di." Panggil Ken, kemudian menengok kebelakang, sayangnya calon papa mertuanya dan Reval sudah tidak berada di sana, Keduanya menghilang begitu cepat, sehingga membuat Ken mendesah dan mau tak mau lelaki itu harus meneruskan Dramanya.


Dian menatap Ken yang menengok kebelakang dan melirik kesana-kemari seolah mencari sesuatu. " Ada apa?." Tanya Dian.


" Eh-itu ada yang mau aku tanyakan sama kamu." Sahut Ken dengan begitu gugupnya.


" Apa?" Dian kembali bertanya sambil menatap penuh curiga dengan sikap Ken.


" Sebaiknya kita bicara di taman saja, disini banyak orang." Tanpa menunggu jawaban Dian, lelaki itu menarik pergelangan tangan Dian dan pergi dari sana.


Setibanya di sana, Ken melepaskan tangan Dian dan menatap lembut wajah Dian. Iya mulai ragu tapi tidak punya pilihan. " Di, apa benar kamu telah di jodohkan?"


Deg!


Jantung Dian langsung berdetak tak menentu, ada perasaan takut yang mulai menyelimuti hatinya. Apalagi saat Ken kembali menariknya tangannya dengan lembut dan membawanya duduk di sebuah bangku tak jauh dari mereka kemudian berjongkok di depan Dian sambil menggenggam kedua tangannya. " Maaf." Dian tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan Ken walaupun bisa saja dia menjawab Iya. tapi entah kenapa hanya kata itu yang berhasil keluar dari mulutnya.

__ADS_1


" Maaf? maaf untuk apa Di?" Tanya Ken lagi seolah tidak tahu apa yang di maksud Dian. Dan dia sukses dengan perannya, Terbukti dengan kegelisahan yang di tunjukkan Dian.


" Aku tidak bisa menolak permintaan papa." Jelasnya di jawab anggukan kepala oleh Ken.


" Aku mengerti! boleh aku tahu siapa lelaki beruntung itu." Dian langsung menggeleng kepalanya karena dia benar tidak tahu di jodohkan dengan siapa. Tanpa wanita itu sadari Ken berulang kali mengutuk dirinya sendiri dan meminta maaf di dalam hati. berharap wanita yang tengah berada di hadapannya bisa mendengarkan suara hatinya.


" Kenapa kamu selalu menolak aku yang terus menunjukkan ketulusanku kepada dan selalu menerima mereka yang baru. Dulu aku yang mengutarakan perasaan aku terlebih dulu sebelum Andara tapi kamu menolak dengan alasan ingin fokus kuliah dan tidak ingin terikat hubungan dengan siapa pun. Kamu hanya menawarkan hubungan persahabatan denganku. Tapi begitu Andara mengatakan perasaannya kamu langsung menerima tanpa kamu tahu aku berusaha menahan rasa sakit di sini." Ken menunjuk bagian dada. " Saat Andara datang kepadaku meminta bantuan untuk melamar kamu di bioskop waktu aku ingin menolak dan berharap kamu pun menolaknya karena hubungan kalian baru berjalan setahun tapi harapan aku tidak harapan. Kamu justru menerimanya dan untuk kesekian kalinya aku yang tersakiti dengan perasaanku padamu. Bukan sekali Di tapi berulang kali. Saat kamu berpura-pura tidak tahu dengan perasaanku, saat kamu bersama dia, saat kamu di duakan dan saat kamu di sia-siakan, itu semua menyakinkan buat aku. Aku bukan orang munafik Di, karena jujur aku adalah orang yang paling bahagia saat kalian berpisah aku tidak menepis hal itu." Ucap Ken panjang kali lebar saat mengutarakan isi hatinya. Membuat Dian tidak bisa berkata-kata dan hanya menitihkan air mata sebagai bentuk penyesalannya.


" Sekarang kamu kembali menerima perjodohan ini tanpa tahu siapa lelaki yang akan di jodohkan dengan kamu. Sementara aku ingat betul aku meminta hal yang sama. Tapi kamu menolak dengan alasan hampir sama saat kamu menolak aku waktu itu. Ya sudahlah kita lupakan saja. mungkin ini konsekuensi dari mencintai. Aku pergi ya! semoga bahagia." Ken beranjak kemudian mengecup puncak kepala Dian sebelum meninggalkan wanita, Karena sesungguh dia tidak sanggup melihat Dian menangis untuknya.


Pada awalnya dia hanya ingin mengikuti apa yang di katakan Reval, sayangnya dia Mala terbawa perasaan den mengatakan semua itu. Ken sempat berbalik melihat Dian, wanita itu mengusap pipinya dan mulai beranjak dari tempat duduknya. Ken pun kembali mempercepat langkahnya.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung....


...Happy reading..💔💔...


__ADS_2