Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati
Sakit yang berkali-kali.


__ADS_3

Saat meninggalkan pesta pernikahan Dian dan Ken, Andara tidak dapat mengontrol kemarahan serta rasa kecewanya, sehingga ia mengemudi dalam kecepatan tinggi dan lupa jika Alesya juga ikut bersamanya dalam mobil itu. Karena bayang Kemesraan Dian dan Ken terus terngiang-ngiang dalam ingatannya.


" Pa." Panggil Alesya sembari berpegang pada sabuk pengaman yang belum ia pasang, karena Andara lebih dulu tancap gas meninggalkan pesta. " Pa, Sya takut." Ucap Alesya lagi, tetapi masih, tidak di dengarkan oleh Andara.


Membuat Alesya semakin takut. Saking takut Alesya sampai histeris dan nya wajahnya semakin berlinang Air. Tetapi hal itu tak kunjung membuat Andara tersadar, ia masih saja larut dalam rasa sakit dan cemburunya. Hanya karena bayangan kebersamaan Ken dan Dian, sampai mobil yang ia kemudikan sampai pada sebuah tikungan tajam, dimana sebuah minibus tengah melaju dengan kecepatan tinggi, dari arah berlawanan dan sekejap menghantam sisi Kanan mobil Andara. Membuat mobil berputar dengan hebat sebelum terbalik.


Kecelakaan itu menyebabkan Alesya terluka cukup serius, sementara Andara sendiri tidak terlalu parah. Ia hanya mengalami shock dan sedikit benturan, hal itu bisa terjadi karena mobilnya di lengkapi dengan keamanan dan dia juga mengunakan sabuk pengaman sementara Alesya tidak.


Bersyukurnya mereka segera di tolong oleh warga setempat dan beberapa pengguna jalan yang lewat, sehingga Alesya, Andara dan beberapa penumpang mini bus yang bertabrakan dengan Andara bisa segera di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis.


Di Antara parah korban, Alesya lah yang paling parah sehingga ia membutuhkan donor darah.


Wajah gadis kecil itu pucat seputih kapas dan darah yang terus keluar dari bagian kepala belakangnya, saat di bawah ke rumah sakit.


" Rh-null dokter." Ucap salah seorang perawat dengan wajah panik saat membaca hasil tes medis Alesya. " Lakukan pemeriksaan darah untuk orang tuanya siapa tahu ada kecocokan." Walaupun kemungkinan itu hanya satu persen dokter tetap menyarankan hal itu, agar dapat membantu Alesya.


Sebab golongan darah yang Alesya milik begitu langka hanya ada empat puluh atau lima puluh orang di dunia yang memiliki golongan darah ini. Saking langkanya golongan darah ini di sebut golden blood. Dan golongan darah ini pertama kali di temukan pada orang aborigin Australia.


Di dalam ruang Gawat darurat itu semakin menegangkan di kala kondisi Alesya semakin menurun, semua itu dapat terlihat dari grafik yang di tampilkan mesin EKG dan suaranya.


Sementara di luar pintu ruangan UGD ada Andara yang terlihat begitu harapan-harapan cemas menunggu di sana. Berharap Alesya akan baik-baik saja dan cemas karena dokter tak kunjung keluar memberinya keterangan yang pasti, hanya para perawat yang keluar masuk ruangan itu dan Andara yakin di dalam sana kondisi Alesya tidak baik-baik saja.

__ADS_1


" Bagaimana Kondisi putri saya dok?" Tanya Andara begitu salah satu dokter keluar dari ruangan itu.


" Kami sedang mengusahakan yang terbaik dan kami juga membutuhkan golongan darah Rh-null secepatnya_ " Tubuh Andara langsung membeku seketika.


" Golongan darah Rh-null Dok?" Tanya Andara langsung di Angguki sang dokter." Tapi_" Andara tidak dapat meneruskan ucapannya. Ia justru berbalik dan melangkah pergi dari sana. Ia segera meninggalkan rumah sakit menggunakan taksi, sakit di hatinya karena menyaksikan orang yang dia cintai memilih lelaki lain, kini semakin bertambah kala melihat putri yang saat melihat putri yang begitu dia sayang terluka dan harus di rawat, tetapi hal itu tidak seberapa dengan kenyataan yang baru saja ia dengar Alesya memiliki golongan darah Rh-null, sementara dia memiliki golongan darah AB positif dan Elana memiliki golongan darah O. Apa mungkin golongan darah yang di miliki Alesya hanya kebetulan semata atau? Andara tidak sanggup memikirkan hal itu. Itu sebabnya dia memilih untuk pulang ke rumah dan bertanya pada Elana.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Setelah Andara pergi, Kevin dan Eliana sampai di rumah sakit, mobil Kevin dan taksi yang di tumpangi Andara berpapasan di pintu gerbang masuk rumah sakit.


Tadinya begitu pesta ulang tahun Hani selesai, Kevin ingin mengantar Eliana pulang tetapi saat melewati jalan yang sama dengan yang di lewati Andara. Kevin melihat mobil Andara yang sedikit hancur di pinggir jalan, Kevin memutuskan untuk berhenti dan bertanya pada beberapa warga yang masih berada di situ melihat mobil Andara. Kevin memutuskan untuk bertanya kepada mereka dan disinilah dia, di rumah sakit.


Begitu mengetahui kondisi Alesya, Kevin menghubungi beberapa orang kenalannya yang dapat membantu mencarikan pendonor untuk Alesya.


" ELANA ELANA ELANA." Teriak Andara saat memasuki rumahnya.


" Ada apa sih. Aku tidak budek ya. " Sahut Elana, wanita yang tengah duduk di kursi roda itu menatap marah kepada Andara karena di teriak olehnya.


" Katakan kepadaku Apa kamu sudah tahu kalau Alesya memiliki golongan darah langkah? Dan kenapa golongan darah dia bisa berbeda dengan kita?" Tanya Andara sembari mencekik leher Elana.


" Ak_u tidak tahu soal itu mas." Ucap Elana sambil memukul tangan Andara. " Soal golongan darah yang tidak sama dengan kita, ya itu semua karena Alesya bukan Anak." Rasa takut serta rasa sakit di lehernya membuat Elana mengatakan yang sebenarnya kepada Andara membuat cekikikan Andara di lehernya melemah dan terlepas.

__ADS_1


" Jika dia bukan Anakku! Jadi Alesya Anak siapa?" Tanya Andara lagi.


Elana menaikkan kedua bahunya seraya berkata. " Mana aku tahu, lagian Alesya itu cuma hasil dari kehebatan dokter saat ini, dia anak siapa juga nggak penting, sudah syukur aku mau melahirkan dia."


" Apa maksud kamu?" Tanya Andara. Dia tidak menyangka wanita yang di pilih ibunya bukanlah manusia, bahkan di katakan bintang pun rasanya tak pantas, karena bintang pun masih menyangi dan melindungi anak-anaknya." Di mana hati nurani kamu sebagai seorang ibu."


" Jangan mempertanyakan hati nurani ku, ibu mu saja tidak memiliki hal itu. Dan Andai saja ibu kamu tidak merengek minta cucu aku juga tidak akan Sudi melakukan donor sp*rma dan melahirkan Alesya. Asal kamu tahu aku sebenarnya jijik pura-pura sayang kepada anak tanpa asal-usul itu." Kehilangan kaki rupanya tidak membuat seorang Elana sadar, wanita itu justru tak sungkan untuk menunjukkan sisi buruknya.


" ELANA." Andara hendak mengangkat tangannya untuk menampar wajah Elana. Tetapi Getaran dari ponselnya membuat ia mengurungkan Niatnya dan menerima panggilan yang tidak lain dari Kevin.


" An, Alesya sudah tidak ada." Tubuh Andara merosot ia langsung berlutut dan menangis. tidak peduli Alesya anak siapa! rasa sayang Andara kepada gadis kecil itu begitu tulus! saking sayangnya dia rela melakukan apa saja untuk kebahagiaan Alesya. Dan kini semua telah berakhir. Sakit yang Andara rasakan kini berkali-kali. Kehilangan Dian, melihat Dian bersama lelaki lain, kebenaran Alesya serta kehilangan Alesya. semua itu datang di waktu yang sama.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....

__ADS_1


...Happy reading..💔💔...


__ADS_2