
...Amiin 🤲🤲...
...Terima kasih untuk doa kalian semua 🙏...
...Semoga tuhan membalas kebaikan kalian...
...\=\=\=\=\=\=...
" Kamu yang mengundang mereka?" Tanya Ken, seraya menatap kepada Melly. Calon ibu tiga anak itu langsung menggeleng kepalanya.
" Hani yang mengundang Alesya dan Eliana." Ken pun mengangguk.
Lelaki itu kemudian merangkul pinggang istrinya seraya berkata. " Ayo sayang, kita temui mereka untuk berbagi kebahagiaan kita." Dan Dian tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti lelaki yang baru satu jam menjadi suaminya itu.
...\=\=\=\=\=\=\=...
Dua jam sebelum Pernikahan Dian dan Ken.
Andara pergi ke rumah Kevin, setibanya di sana ia langsung menanyakan keberadaan Kevin pada pelayan rumah itu yang kebetulan berpapasan dengannya.
__ADS_1
Setelah tahu keberadaan Kevin, Andara berjalan menemui lelaki itu di ruang kerjanya, sambil membawa undangan ulang tahun yang di titipkan Hani kepada Alesya dan Eliana.
" Apa kamu punya jadwal penting siang ini?" Tanya Andara sembari meletakkan undangan itu di atas meja kerja Kevin.
Kevin menaikkan sebelah alisnya dan meraih undangan yang di berikan Andara. " Ini untuk Alesya dan Eliana! kenapa kamu memberikannya kepada aku? Haaniya Dianly Xavier ulang tahun ke 8." Bukannya menjawab, Kevin justru balik bertanya sembari menyebutkan nama dan Umur Hani. Tanpa perlu repot mencari tahu, Kevin sudah bisa menebak Hani berasal dari keluarga mana! mengingat Nama keluarga Xavier tidak banyak yang menggunakannya.
" Jika kamu tidak memiliki hal penting untuk di kerjakan, sebaiknya siap-siap sekarang, kamu harus menemani aku dan anak-anak ke pesta ulang tahun Hani." Ujar Andara
" Baiklah aku akan menemani kalian, kebetulan aku tidak memiliki hal penting untuk di kerjakan." Andara menganggu Dan disini mereka, Di pesta pernikahan Dian, tentunya setelah menjemput Alesya serta Eliana di rumahnya.
Hancur! mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Andara ketika melihat tamu undangan memberikan selamat kepada Dian dan mendoakannya. Dan lebih menyakinkan dari kata Hancur itu, adalah Ken yang berdiri tepat di samping Dian berbisik-bisik dan bermesraan selayaknya pasangan. Andara juga bukan orang bodoh, dia tahu itu pesta apa tanpa perlu repot-repot untuk bertanya.
" Hahaha." Tidak ada Angin, tidak ada hujan tiba-tiba Andara tertawa, layaknya orang yang telah kehilangan kewarasannya. membuat hampir sebagian tamu undangan yang hadir menatap kepada mereka." Ternyata ini alasan kenapa kamu tidak ingin kembali bersamaku walaupun kamu tahu ada Gio dia antara kita. Kamu ingin bersama dengannya." Ucap Andara sembari menunjuk wajah Dian setelah menghentikan tawanya.
" Siapa kamu? Apa hak kamu menuju wajah istriku." Sahut Ken. Lelaki itu memutar jari tangan Andara. " Mulai Detik ini, siapapun dia sehebat apapun dia bahkan diri ini sekali pun tidak akan ku biarkan berbicara kasar apalagi sampai menyentuh kulit istriku, termasuk kamu." Tegas Ken, pria itu bahkan tidak menghiraukan jeritan mantan suami, istrinya.
" Ken, dimana hati kamu! kamu tahu Dian itu wanita yang di Cintai Andara, dia juga ibu dari anaknya, kenapa kamu merebut apa yang tidak seharusnya menjadi milikmu." Ucap Kevin. membuat mereka menjadi bahan tontonan.
" Kakak aku, bukan milik siapapun sebelum Ken datang! dan jika kamu lupa, aku tidak keberatan untuk menunjukkan kepadamu dan semua orang yang ada di sini kalau mereka berdua telah berpisah secara hukum dan hari ini tepat sepuluh bulan dua hari kakakku berstatus janda. sebelum diperistri Bang Ken satu jam yang lalu." Sahut Dion membuat Kevin terdiam." Jika kalian masih ingin menunggu Acara ulang tahun Hani tanpa membuat masalah, silahkan duduk dan nikmati hidangan yang ada, Jika tidak! pintu keluar masih di tempat yang sama saat kalian melangkah masuk ke sini tapi jika kalian sudah lupa, security akan dengan senang hati menunjukkan jalannya." Lanjut Dion lagi.
__ADS_1
" Semua karena kamu, kamu lihat saja nanti! aku akan membalas penghinaan kalian Hari ini." Ancam Andara, sementara Dian tidak mengatakan apapun, sejak awal Andara menunjuk wajahnya, wanita itu sudah bersembunyi di belakang panggung Ken dan meremas ujung jas yang Ken gunakan.
Semenjak Andara bersikap kasar kepadanya, tubuh Dian secara naluriah takut kepada lelaki itu, tetapi dia bisa menyembunyikannya dengan baik. Dan hari ini Dian dapat menunjukkannya.
" Aku menunggu saat itu." Sahut Dion sembari menatap Andara yang langsung berbalik meninggalkan pesta itu di ikuti oleh Alesya. sementara Eliana tetap ingin menunggu ulang tahun Hani dan Kevin pun mau tak harus menemaninya, walaupun dia harus menebalkan wajahnya di depan keluarga Dian.
" Ada aku, semua akan baik-baik saja." Ken berbalik menggenggam tangan Dian dan berbisik di telinganya sebelum mendapatkan sebuah ciuman di puncak kepala istrinya.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..💔💔...
__ADS_1