Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati
Pertemuan dua keluarga.


__ADS_3

" Karena aku cinta Di, sama kamu! sekeras apapun kamu mendorong aku, kalau nama kamu masih disini ya percuma." Jawab Ken sambil menunjuk letak jantungnya.


" Tapi kamu akan semakin terluka nanti."


" Kalau kamu tidak mau aku terluka, terimalah aku Di, kita Nikah Yuk." Ajak nya lagi seolah tak ada rasa bosannya, mengajak Dian menikah. " Auuhhh." Tanpa perasaan Dian menekan luka lebam di wajah Ken membuat pria itu menjerit.


" Nikah aja terus yang kamu pikirkan! kalau sudah kebelet pengen nikah cari sana wanita lain. Jangan aku terus yang kamu ganggu." Ujar Dian sambil merapihkan bekas kompres yang dia gunakan untuk mengompres wajah Ken, kemudian memanggil salah satu pelayan di rumah itu untuk membawanya ke dapur setelah Dian membereskannya.


" Masalahnya, aku cuma mau nikah sama kamu. Gimana dong." Dian memutar bola matanya jengah dengan pria itu." Mau nggak?" Lelaki itu berkata seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah Dian kemudian mencolek dagu wanita itu seakan meminta Dian menjawabnya.


" Mau nggak, Apa nih?" Dian yang salah tingkah mala balik bertanya.


" Nikah! emangnya apa lagi Di." Ucap Ken, dengan beraninya dia mencium kening Dian. Membuat wanita itu membulatkan kedua mata.


" KEN.." Teriak Dian di ikuti dengan pukulan Pundak lelaki itu. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Dian. " Kamu apa-apaan sih Ken." Tegurnya, terlihat jelas di wajahnya kalau dia saat ini tengah marah.


" Maaf Di." Ucap Ken penuh penyesalan, saat menyadari kemarahan wanita itu.


" Aku harap ini yang terakhir, kalau kamu masih mencoba nya, jangan berharap aku mau menemui kamu lagi." Ujar Dian dengan nada mengancam.

__ADS_1


" Maaf." Hanya itu yang terucap dari bibir Ken. Setelah itu mereka pun saling mendiami satu sama lain.


Sampai Ken memutuskan untuk pulang pun Dian tetap Dian entah karena marah dengan apa yang di lakukan Ken atau merasa tak enak karena sudah bersikap begitu kasar kepada pria itu.


" Apa tidak sebaiknya kamu makan malam dulu disini." Ujar mamanya Dian saat Ken berpamitan untuk pulang.


" Lain kali saja Tante, Aku harus segera ke bandara untuk jemput mami dan adik Aku." Tolak Ken dengan halus.


" Tapi kamu janji ya besok-besok harus makan dulu baru pulang." Sahut mamanya Dian lagi.


" Iya Tante."


" Amiin! Ya sudah Tante, aku pamit ya! takut telat."Ujar Ken sambil mencium punggung tangan mamanya Dian.


" Iya nak! hati-hati, sampaikan salam Tante buat mami dan Adik kamu." Sahut wanita paruh bayah itu.


" Iya Tante."


" Aku akan mengantar mu, bang." Setelah itu Ken pun pergi, sementara Dian masih setia membisu sembari menatap punggung Ken dan Dion, yang perlahan menjauh sebelum menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Dian! papanya dan Dion mengadakan makan malam bersama, mami dan papi nya Dion untuk membicarakan perjodohan yang akan Dilakukan oleh kedua keluarga itu.


Dion memang sengaja mengantar Ken, agar Dian maupun mamanya tidak curiga dengan pertemuan mereka malam ini. Dan begitu selesai menjemput maminya Ken, mereka pun bertemu di sebuah restoran yang telah di pesan oleh Ken untuk pertemuan dua keluarga itu.


Disisi lain, Andara yang pulang dalam keadaan kacau sehabis baku hantam dengan Ken. Harus kembali menyaksikan pertengkaran mama dan istrinya


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading...💔💔...


...Maaf hanya sedikit. 🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2