Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati
Masalah untuk keluarga Xavier


__ADS_3

" Ayo Di duduk dulu." Dian mengangguk sembari mendarat kan bokongnya di sofa tepat di samping wanita paruh bayah itu.


Dan keduanya pun menikmati cake dengan Gio yang berada dalam pangkuan wanita paruh baya itu.


" Tante senang lo, bisa ketemu kamu kemarin." Ucap wanita paruh baya itu memulai obrolan mereka sambil menikmati cake. " Kamu udah berapa lama disini Di." Tanya Wanita itu lagi.


" Sekitar enam atau tujuh bulan gitu tante." Jawab Dian.


" Cukup lama juga ya! Ini kamu yang jarang keluar atau tante yang terlalu sibuk ya? Sampai kita nggak pernah ketemu, padahal rumah tante dan rumah tante kamu begitu dekat. " Ucapnya lagi .


" Sepertinya dua-duanya deh tante. "


" Hmm! Ya." Wanita itu membenarkan apa yang di katakan Dian kemudian mereka pun tertawa bersama.


Baik Dian mau pun wanita paruh bayah yang biasa di sapa ambar itu, melanjutkan obrolan mereka dengan menanyakan kabar orang-orang terdekat mereka sampai alasan Dian bisa berada disini.


Dan tentu saja Dian tidak sungkan untuk membagikan ceritanya dengan tante Ambar, walaupun hanya garis besar yang masih wajar untuk dia ceritakan bukan perkara aib yang akan mempermalukan dirinya maupun mantan suaminya.


"Oh iya, tante aku pulang dulu ya! Udah lama juga Dian keluar?! tadi, takut di cariin tante." Pamitnya begitu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


" Kok cepat banget Di, padahal tante masih pengen berlama-lama dengan kalian berdua." Sahut tante Ambar sembari menatap wajah teduh Gio yang kini telah tertidur di atas pangkuannya." Nanti kamu sering-sering ya main kesini sama Gio, Biar tante ada temannya." Pinta tante Ambar lagi.


" Nanti kalau tante ada waktu, Dian pasti mampir lagi kok. "


" Benar ya." Dian pun mengangguk kan kepalanya seraya berkata iya. " Ya udah Ayo tante antar kalian ke depan." Dan sekali lagi Dian hanya bisa mengangguk. Tante Ambar pun mengantar mereka ke depan, begitu mereka tiba di depan rumah tante Ambar. Dian mengambil baby Gio dari Gendongan tante Ambar dan meletakkan Baby Gio ke dalam stroller nya.


" Kita pulang ya tante." Pamit Dian sekali lagi.

__ADS_1


" Iya sayang, kalian hati-hati ya! Nanti sering-sering main ya ke sini temani tante."


" Iya tante." Jawab Dian sebelum meninggalkan rumah tante Ambar.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Untuk kesekian kalinya, Elana kembali mengendarai mobilnya dalam keadaan mabuk, setelah menghabiskan waktu bersama teman-temannya club.


Elana mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, mobil mewah berwarna silver itu meleset menembus jalanan yang sepi dengan kecepatan di atas normal laju kendaraan, hingga sebuah truk tiba-tiba melintas di depannya saat mobil yang Elana kendarai melewati perempatan jalan, membuat Elana terkejut dan langsung membanting kemudi untuk menghindari tabrakan tapi sayangnya mobil itu mala menabrak pembatas jalan dan terguling beberapa meter sebelum berhenti dengan keadaan terbalik, sementara Elana sendiri berakhir tidak sadarkan.


Membuat Andara yang baru saja tertidur, harus merelakan waktu istirahatnya berkurang karena dering panjang dari ponsel yang ia letakkan di atas meja dan di sambut berita kecelakaan istrinya. Sehingga dia mau tidak mau harus ke rumah sakit untuk melihat kondisi istrinya.


Tepat pukul lima pagi Andara tiba di depan ruang UGD dimana Elana masih di tangani di dalam sana bertepatan dengan seorang perawat keluar dari ruang itu.


" Keluarga pasien." Tanya perawat.


" Pasien harus segera di operasi, tolong urus administrasinya pak, agar pasien segera ditangani." Andara menganggu dan segera berlalu untuk mengurus apa yang di minta oleh perawat itu.


Begitu keperluannya selesai Elana pun segera di operasi. Operasi itu sendiri memakan waktu hampir empat jam." Dok, bagaimana kondisi istri saya. "Tanya Andara begitu dokter keluar dari ruang operasi.


" Untuk operasinya berjalan lancar, tetapi pasien belum sadarkan diri dan masih dalam keadaan kritis. Kami masih harus memantau keadaan pasien. " Andara langsung mengusap wajahnya. Seketika itu rasa bersalah menguasai dirinya. Andai saja dia tidak bersikap sedingin itu kepada Elana, mungkin wanita itu tidak akan berakhir seperti ini, Mungkin. " Satu lagi, kami terpaksa mengamputasi kaki istri bapak untuk menyelamatkan." Ucap sang Dokter lagi. Sementara Andara tidak dapat berkata-kata, Semua yang terjadi kepada keluarganya begitu cepat seakan tuhan tengah menyicil hukum atas apa yang mereka lakukan kepada Dian.


" Permisi pak. " Ucap sang Dokter kemudian meninggalkan Andara, Yang masih setia membisu.


Di waktu yang sama, media mulai memberitakan kecelakaan yang terjadi dengan Elana! Dan dalam pemberitaan itu media televisi maupun cetak tidak ada yang menyebut Nama Elana, melainkan istri dari Andara Wilson Bagaskara yang mengendarai mobil dalam keadaan mabuk hingga mengalami kecelakaan. Ada juga media yang menyebut Anak pertama dari keluarga Xavier mengendarai mobil dalam keadaan mabuk sehingga kecelakaan. Bahkan mereka tidak segan-segan menulis Nama Dian Agnesia Xavier dengan font besar dan tebal di koran maupun majalah bisnis.


Tentu saja hal itu membuat perusahaan serta kediaman Xavier di penuhi wartawan yang haus akan berita serta klarifikasi dari keluarga Xavier tentunya.

__ADS_1


" Bagaimana ini nak! Di luar wartawannya banyak sekali." Mamanya Dion terlihat semakin gelisah, bahkan ia sampai melarang kedua cucunya untuk masuk sekolah hari ini.


" Mama tenang saja, aku akan mengurus berita ini dan memenjarakan orang yang berani memfitnah kak Dian." Ucap Dion sembari mengepalkan tangannya.


" Tapi sebaiknya kamu klarifikasi dulu beritanya. Agar semua tidak semakin runyam." Saran Melly.


" Aku tahu Honey, tapi percuma kalau kita klarifikasi sekarang, mereka pasti akan meminta untuk menghadirkan ka Dian, jika kita tidak bisa melakukan itu. Mereka pasti akan ramai-ramai membenarkan berita itu dan menuduh kita berbohong! Untuk itu kita harus tunggu kedatangan ka Dian."


" Emangnya kak Dian udah tahu?" Tanya Melly. Langsung di iyakan Dion." Terus kak Dian kesini sama siapa? Dia pasti kerepotan di pesawat nanti." Ucap Melly lagi, kali ini dengan perasaan cemas kepada kakak iparnya.


" Tenang Sayang, Ada Jay yang menemani dia, kebetulan Jay ada perjalanan bisnis ke sana." Jelas Dion sembari mengusap punggung Melly.


" Kenapa ya, hidup anak mama nggak bisa tenang, baru juga Dian lepas dari laki-laki itu, sekarang sudah di beritakan yang tidak-tidak. Apa mereka tidak tahu kalau istri Andara itu bukan cuma Dian. " Sahut mamanya Dion sambil menitihkan air matanya. Ibu mana yang akan rela jika anaknya di perlakukan seperti Dian.


" Ma! Itu karena pernikahan Andara dan istri keduanya itu di lakukan dengan sederhana dan hanya di hadiri kerabat dan keluarga mereka. Sementara perceraian Dian dan Andara pun belum banyak yang tahu." Ucap Dion.


" Tetap saja, mama tidak rela anak mama di perlakukan seperti itu. Tidak akan pernah. " Wanita itu tidak dapat menahan kemarahan serta deras air matanya . Dian mungkin bisa berpura-pura tegar tetapi tidak dengan mamanya. Sebab sekecil apapun sakit yang di rasakan oleh Dian akan berkali-kali di rasakan oleh mamanya.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....

__ADS_1


...Happy reading.. 💔💔...


__ADS_2