
Setelah perdebatan itu. Acara kembali berjalan dengan semestinya dan kini tiba saatnya untuk merayakan ulang tahun si kecil Hani.
Gadis kecil itu didandani bak seorang putri, ia mengunakan gaun berwarna hijau serasi dengan sanggulnya yang di penuhi bunga berwarna putih serta beberapa daun yang di rangkai melingkar kepalanya.
" Bunda selamat ya." Ucap Hani ketika ia di persilahkan untuk mengantikan Dian dan Ken.
Sebelum turun dari pelaminan yang di sediakan hanya dua jam untuk Dirinya dan Ken, Dia berjongkok untuk menyesuaikan tingginya dengan Hani kemudian memegang kedua lengan Hani dan berkata. " Kamu juga, Selamat ulang tahun, sehat selalu, jadi anak yang pintar, tetap rendah hati dan harus menolong orang yang membutuhkan bantuan kamu." Harapan tulus dari Bundanya di akhir dengan kecupan bertubi-tubi di pipi serta dahi Hani.
" Terima kasih Bunda, Hani akan selalu mengingat kata-kata Bunda." Ujar si kecil Hani sembari mencium pipinya.
" Sama-sama sayang, cepatlah duduk, teman-teman kamu sudah menunggu." Hani mengangguk dan berjalan menuju tempat duduk yang sebelumnya di duduki oleh Dian dan Ken. Setelah Ken membantu Dian berdiri dan keduanya pun menyingkir untuk memberikan jalan kepada Hani.
Setelah Hani Duduk di tempatnya, Acara ulang tahun itu pun dimulai dengan pembukaan yang di bawah oleh Rania selaku MC dadakan.
Ulang tahun Hani di gelar dengan begitu meriah sesuai dengan susunan acara yang mereka buat banyak doa serta pujian yang tidak henti-hentinya mengalir dari bibir tamu undangan yang hadir.
Begitu selesai tiup lilin, di lanjutkan dengan potong kue, dan potongan kue pertama Hani berikan kepada Melly dan Dion, kemudian Bundanya setelah itu Kakek dan nenek dari Dion maupun Melly.
Tamu undangan juga di persilahkan untuk berjabat tangan dengan Hani dan foto bersama, setelah itu satu sesi acara sengaja di cantumkan untuk pihak keluarga, di mana pihak keluarga Hani di persilahkan memberikan Ucapan Selamat dan kado ulang tahun kepada Hani. Dan kado dari pihak keluarga harus di buka saat itu juga. Untuk sesi ini, akan di lakukan terakhir setelah penutupan acara, sehingga tamu undangan tidak bosan menunggu keluarga mereka selesai.
__ADS_1
" Selamat ulang tahun sayang, sehat selalu. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan tapi ingat, satu hal jangan biarkan orang lain menginjak harga diri Hani oke. Kamu cerdas, kamu tentu mengerti apa yang Daddy katakan. Ini Hadiah Buat kamu." Ucap Dion memulai sesi kado untuk Hani itu. " Sini daddy bantu buka." Lanjutnya lagi. kemudian membuka kotak kado yang di berikan kepada putrinya. Kotak kado itu berisi Satu set perhiasan berlian dan Buku tabungan serta kartu kredit tanpa batas.
" Dion kamu jangan gila, Hani masih terlalu kecil untuk di berikan itu semua." Protes Melly. Tetapi tidak di hiraukan oleh Dion lelaki justru bersikap seolah tidak mendengar apa-apa.
" Sudahlah Mel, ada kita yang akan memantaunya." Seru Dian.
" Tapi kak_"
" Sudahlah Mel! Namanya juga Hadiah terserah Dion mau memberikan apa saja, kepada Hani." Tegur David kakaknya Melly.
Kini giliran Melly yang memberikan Hadiah kepada Hani. Hadiah yang Melly berikan tidak semahal yang di berikan Dion. hanya sebuah kotak musik bola kristal, yang terdapat foto Hani dan Melly di dalamnya, begitu musik dinyalakan serta untaian kata-kata sayang Melly untuk putrinya itu.
Luna memberikan perhiasan. Nurul sebuah tas, Dina boneka. Rania Jam berserta boneka Teddy bear kecil. Sementara Reval Saham sepuluh persen dari perusahaan yang di tinggalkan pamannya. Jayden tabung masa depan senilai lima ratus juta, sementara David memberikan Hani Hadiah dalam bentuk cek dengan angka yang membuat Melly semakin jantungan belum lagi Hadiah cek dari Ken.
Baru saja ingin protes dengan pemberian mereka yang jauh dari kata berlebihan. Papinya mala ikut-ikutan memberikan saham kepada Hani. Tidak hanya sampai di situ. Sebab saham tuan Xavier, senilai tiga puluh persen di perusahaan yang pimpin Dion saat ini, lima belas persen untuk Hani dan lima belas persen lagi untuk Gio, Aiden dan calon adik Hani." Papa tidak tahu berapa lama papa bisa bersama kalian, untuk itu papa siapkan semua ini. Apa yang Hani dapat tidak sebanding dengan Harapan serta kebahagiaan yang dia bawa di tengah-tengah kita." Dian mengangguk membenarkan apa yang di ucapkan. Sementara Melly sendiri memilih untuk Diam karena dia sudah kehabisan kata-katanya melihat Hadiah yang di terima Hani.
" Ada lagi yang harus papa sampaikan kepada kalian. Luna, Reval, Dion dan Melly. Papa sudah berbicara dengan orang tua kalian dan mereka setuju untuk menjodohkan Narendra dan Hani ketika mereka besar. papa sengaja mengundang Vio dan Sanjaya untuk mendengarkan pendapat kalian." Entah dari mana Pasangan paruh itu, kini sudah berkumpul bersama mereka.
" Dion tidak masalah dengan perjodohan ini, tapi Dion tidak akan memaksa Hani." Sahut Dion.
__ADS_1
" Melly setuju aja dan semoga mereka berjodoh."
" Aku juga setuju." Luna pun ikut setuju begitu juga dengan Reval.
" Karena Kalian sudah setuju, Ini sebagai bukti kalau Hani tanda kalau Hani sudah ada yang punya." Ucap Bunda Vio, sembari mengeluarkan Kalung dengan liontin berbentuk Hati dari kotak berudu yang ia bawa dan memakaikan kalung itu kepada Hani.
" Terima kasih." Ucap Hari untuk kesekian kalinya Hari ini. Setelah Bunda Vio memakaikannya kalung.
Begitu sesi itu selesai, mereka melanjutkan dengan makan-makan bersama. Serta menggoda Dian dan Ken yang baru resmi menjadi pengantin baru itu.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
__ADS_1
...Happy reading..💔💔...