
Saat mengantar Lita ke apartemennya, Ketiga gadis itu sempat mampir ke supermarket untuk untuk belanja persediaan makan serta cemilan.
" Mulai sekarang kamu akan tinggal disini." Ucap Hani setibanya mereka di apartemennya. Namun Lita hanya Diam! Karena ia masih sedikit kecewa kepada Hani, Bahkan saat Hani memberi tahu kode kunci apartemen, sama letak ruang di apartemen itu, Lita juga tetap Diam dan Hani menyadari hal itu." Maaf, ya Aku terpaksa harus memaksa kamu untuk ikut denganku! Karena jika aku meminta dengan baik-baik, kamu pasti tidak akan mau ikut denganku." Ucap Hani lagi, membuat Lita yang sejak tadi meneguk wajahnya. Kini menatap wajah Hani penuh tanya.
" Iya, Hani hanya berbohong kepada kamu tadi! Dia tidak benar-benar ingin kamu membayar untuk jasanya menolong kamu waktu itu. Hani melakukan itu semua untuk mengeluarkan kamu dari tempat itu, karena tidak selamanya mommy kamu dan kakek Hani bisa melindungi kamu jika masih berada di tempat itu." Sahut Naela sembari merangkul pundak Lita dari belakang.
" Tapi aku nggak ingin jauh dari mommy aku. "
" Sayangnya, mommy kamu yang meminta kita untuk membawa kamu dari tempat itu, karena mommy takut putrinya yang cantik ini! Akan berakhir sama seperti dirinya. Mommy sungguh tidak ingin hal itu terjadi kepada kamu. Dia ingin putrinya menjadi wanita yang lebih baik darinya dari segi apapun dan bisa di hormati banyak orang, bukan di rendahkan seperti yang mommy rasakan." Ujar Hani. Membuat wajah Lita langsung berubah murung. " Tolong jangan salah paham kepadaku." Lanjut Hani lagi.
Setelah itu ia meninggalkan Lita yang masih termenung, sambil membawa kantung berisi belanja mereka di ikuti oleh Naela, membuat Lita pun mau tidak mau harus mengikuti langkah mereka.
" Aku akan menyimpan semuanya disini. Jika kamu lapar kamu bisa mengambil roti dan selai untuk makan, minumnya juga." Ucap Hani sembari menatah barang belanjaan mereka kedalam lemari pendingin dengan begitu lihainya dan juga rapi, seolah ia telah terbiasa melakukan hal itu. " Nanti Kalau kamu bosan atau tidak ingin memakan roti kamu bisa memesan makanan! Oh iya, ini ponsel buat kamu dan ini ada sedikit uang buat kamu pegang." Lanjutnya, Seraya mengeluarkan ponsel dan dompet dari dalam tasnya, kemudian menyerahkan ponsel itu dan beberapa lembar uang seratus ribu yang ia ambil dari dalam dompetnya kemudian di berikan kepada Lita.
__ADS_1
" Kenapa?" Bukannya mengambil ponsel dan uang pemberian Hani, Lita justru bertanya. Membuat Hani mengerutkan keningnya, bingung. " Kenapa kamu begitu baik kepadaku?" Lita pun memperjelas pertanyaannya.
Sementara gadis baik hati itu hanya tersenyum seraya menjawab." Aku tidak tahu! Sebab aku melakukan sesuatu, mengikuti kata hatiku."
" Apa kamu tidak takut jika suatu hari nanti aku akan menyusahkan kamu, menyakiti kamu atau yang paling buruk dari itu " Tanya Lita lagi.
" Apa yang nantinya akan terjadi, biarkan terjadi! Tapi sebelum semua itu terjadi, pilihannya ada di tangan kamu. Sudah selesai, aku dan Naela harus pulang sekarang. Karena sudah malam besok aku akan menjemput kamu kita berangkat ke sekolah bersama. Sampai jumpa besok dan selamat malam." Hani pun Meletakkan ponsel dan uang yang belum di ambil Lita di atas meja kemudian menarik tangan Naela. Keduanya pun meninggalkan Lita sebelum gadis itu kembali bertanya lagi dan lagi.
Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam Tetapi gadis belum juga tiba di rumah, dia terlambat pulang dan melewatkan makan malam bersama keluarganya. Bahkan mommy dan bundanya sudah berulang kali menghubunginya tapi Hani sengaja tidak menjawab panggilan dari mereka.
" My Honey, angkat saja katakan kepada mereka jika kita sudah berada di jalan." Ucap Dino sembari tetap fokus menyetir.
Pria berusia dua puluh tujuh tahun itu sudah mengikuti Hani sejak berusia Dua puluh tiga tahun dan ia sudah melihat banyak kebaikan yang di lakukan bosnya itu, membuat ia menganggumi sekaligus mencintai sosok Hani, tapi pria itu sadar dan tahu batasannya.
__ADS_1
Nama pria itu sebenarnya Ferdinord, Tetapi Hani lebih suka memanggilnya kak Dino! katanya nama Dino lebih simpel dan unik, Dino pun tak keberatan dengan hal itu. Dino sendiri bukan sembarang bodyguard, karena pria itu lulusan magister terbaik, seorang hacker juga dan ia juga memiliki kecerdasan linguistik. Soal wajah, body dan penampilannya. Tentunya tidak akan membuat malu Hani jika di ajak ke kondangan
" Biarkan saja kak! Hani akan menjelaskan kepada mommy dan bunda setibanya di rumah nanti." Sahut Hani sembari tersenyum kepada Dino.
" Baiklah."
" Tambahkan kecepatan mobilnya." Pinta Hani, Setelah mengencangkan sabuk pengamannya.
Tanpa banyak bicara pria itu pun langsung nambah kecepatan mobilnya. Jalanan yang agak sedikit lengah membuat mobil itu melaju sembari menyalip beberapa kendaraan yang ada di hadapan mereka dengan begitu lihainya.
Saat mobil Hani akan memasuki gerbang, sebuah pesan masuk dari Lisa Kakak angkatnya itu. Hani pun segera membukanya.
Kamu itu kenapa selalu membuat mommy dan bunda bertengkar. Ingat kamu itu bukan anak kecil lagi, apa belum puas kamu mencari perhatian selama ini.
__ADS_1