Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati
Gila kamu El!


__ADS_3

Setelah drama pagi yang di lakukan El kepada suami dan mertuanya, kini wanita itu tengah duduk di sebuah club bersama teman-teman wanitanya, sambil menikmati minuman yang mengandung Alkohol itu.


" Aku lihat, akhir-akhir ini kamu makin sering kumpul bareng kita, iya nggak." Ucap salah satu teman Elana sembari meminta persetujuan teman-temannya." Kenapa, udah nggak dipedulikan lagi nih sama suami dan mertua kamu! Atau capek pura-pura jadi orang baik." Ejek wanita itu lagi, membuat tawa teman-temannya pecah seketika.


" Kayaknya dia gagal dapat hati suaminya deh." Teman Elana yang lain pun ikut angkat bicara.


" Alaah masa bodoh sama laki-laki seperti itu, Asal kalian tahu ya, dia itu tidak sehebat yang terlihat. Body sama Adiknya memang oke! Tapi nggak berguna kalau nggak di kasih obat." Ucap Elana, wanita itu sepertinya sudah mulai kehilangan kesadarannya, sehingga ia tidak malu menceritakan rahasia rumah tangganya kepada teman-temannya.


" Apa? Serius kamu El? " Tanya teman Elana dan langsung di angguki olehnya.


" Mabuk dia tuh, masa suaminya kaya gitu dia bisa punya Anak tiga." Protes salah satu temannya lagi.


" Mau aku kasih tahu rahasia nggak?" Sahut Elana, wanita itu mulai sempoyongan dan semakin terlihat semakin ngelantur, saat berdiri dari tempat duduknya.


" Aku emang cinta sama mas Andara, tapi nggak se cinta itu juga kali, aku juga nggak mau rugi dong, apalagi dengan status istri kedua. Dan asal kalian tahu ya, aku mau nikah sama dia ya karena duit dan hartanya dia aja. Tau sendirilah keluarga dia lebih kaya dari keluarga aku. Tapi dasarnya nasib emang aku lagi sial aja waktu itu, sampai uang bulanan aku pun, harus minta sama istri pertamanya. Mana ibunya terus merengek minta cucu. Mau tak mau aku harus melakukan sesuatu yang membuat aku semakin kuat berada di rumah itu_"


" Tunggu dulu! Jangan bilang kamu selingkuh."Elana langsung tertawa mendengar tuduhan temannya.


" No! Aku tidak sebodoh itu sampai harus merusak usahaku dengan berselingkuh, kecuali, Ken Louis, David Hanzie, Reval Sanjaya Atau Jayden sih Casanova yang insaf nya masih di pertanyakan itu. Mau aku ajak selingkuh."


" Mimpi kamu El! Lagian kalau kamu mau mencari selingkuhan jangan mereka lah, ngeri! Tahu nggak, jika ada pepatah yang mengatakan di balik kesuksesan seseorang lelaki ada wanita hebat. Maka khusus untuk mereka beda. Di balik kesuksesan seseorang pria ada macan betina yang siap menerkam." Sahut temannya yang lain.


" Iya teman gue coba deketin sih David aja, istrinya langsung bertindak, ngeri deh pokoknya."


" Tapi Ken kan belum Nikah, kira-kira istrinya nanti masuk daftar macan betina nggak ya."

__ADS_1


" Bodoh ah, lupakan soal mereka. Lagian, kalian udah denger sendiri kan , kalau El nggak selingkuh. Kenapa jadi bahas mereka sih" Salah seorang di antara mereka menyudahi pembicaraan mereka tentang para pengusaha muda itu.


" Terus rahasia apa yang kamu maksud El?" Tanya temannya lagi kepada wanita yang sedang memejamkan matanya, akibat rasa pusing yang mulai dia rasakan.


" Donor sp*rma!" Ucapnya membuat teman-temannya kompak terkejut dan refleks saling menatap satu sama lain. " Sejak mertua ku itu datang ke rumah aku, untuk menjodohkan aku dengan anaknya, karena Sih Dian-Dian itu mandul. Wanita itu juga berharap aku secepatnya hamil, dan sebagai calon menantu yang baik, aku harus mengabulkan permintaan mertua aku. Jadi satu minggu sebelum menikah aku berangkat ke Aussie untuk melakukan Donor sp*rma. Dan semua itu bisa terjadi karena bantuan teman aku yang berkerja di sana, dia juga yang mencarikan aku pendonor itu." Jelas Elana dengan tidak tahu malunya.


" Berarti Ketiga anak kamu bukan anak suami kamu?"


" No, Cuma Alesya aja." Sahut El.


" Terus siapa bapaknya Alesya?" Wanita itu langsung menaikkan kedua bahunya.


" Aku nggak tahu dan nggak mau tahu, lagian Alesya kan udah ada papanya. Dan aku juga minta identitas aku di rahasiakan. Tahu sendiri negara kita ini melarang donor sp*rma, belum lagi kalau keluarga suami aku tahu bisa hilang sumber pemasukan aku." Ucapnya semakin melantur.


" Gila kamu El, bapaknya anak sendiri aja kamu nggak tahu."


" Ya jangan di kasih tahu lah. Anggap saja itu harga yang harus mereka bayar karena kurang bersyukur." Sahut Elana sembari beranjak meninggalkan teman-temannya yang menatap tidak percaya dengan apa yang di lakukan El.


Lagian tidak ada yang tidak mungkin jika seseorang sudah berkeinginan. Seperti El yang terlalu serakah akan harta keluarga Bagaskara sampai nekat dan Nyonya Wartika terlalu menginginkan cucu sampai menikahkan Andara dan El, Serta Andara yang terlalu di bodoh kan oleh rasa sayang dan hormat kepada ibunya sehingga tanpa sadar ia terus menyakiti hati wanita sebaik dan se sabar Dian.


...\=\=\=\=\=\=\=...


Sementara di tempat yang jauh di sana, Dian mulai menata hidupnya dan belajar melupakan Andara. Yang pasti tidak ada lagi air mata! Yang ada hanyalah senyuman karena tingkah Gio yang semakin hari semakin mengemaskan, apalagi dia di kelilingi oleh orang-orang yang tulus mencintainya.


" Di, Kamu dari mana?" Tanya seorang wanita paruh bayah saat Dian berjalan melewati depan rumahnya sambil mendorong stroller dan menentang kantung belanja yang terbuat dari kertas.

__ADS_1


" Biasalah Tante, habis belanja keperluan Gio." Jawab Dian sembari menunjuk kantong belanjaannya. " Tante baru pulang kerja ya." Dian balik bertanya.


" Iya nih, tahu sendirilah tante cuma single parent, nggak ada yang menghidupi, mau harap gaji anak entar di sindir nggak mampu sama papa mereka." Jawab Wanita paruh bayah itu sembari menghampiri stroller Gio dan menggendongnya." Mampir dulu yuk, kebetulan tadi tante buat cake." Sambungnya dan tanpa menunggu jawaban Dian, wanita paruh bayah itu, telah melangkah masuk ke dalam rumahnya sambil membawa Gio mau tak mau Dian pun mengikuti langkahnya.


" Kania, kemana tante?" Tanya Dian.


" Kania juga udah kerja, makanya dia jarang di rumah, kalau sampai di tahu kamu dan baby Gio disini. Hmmm pasti bakalan langsung pulang cepat dia, ini aja tante juga sengaja pulang lebih cepat dari biasanya biar bisa ketemu kamu sama cucu oma yang ganteng ini. " Ucap wanita paruh bayah itu sembari mengecup pipi Gio berulang-ulang dengan gemasnya.


" Permisi Nyonya ini kue dan minumnya. " Ucap Seorang pelayan sembari menata kue dan minuman itu di atas meja


" Terima kasih ya. " Ucap wanita paruh bayah itu itu kepada pelayannya.


" Sama-sama Nya." Pelayanan itu pun pamit ke belakang.


" Ayo Di duduk dulu." Dian mengangguk sembari mendarat kan bokongnya di sofa tepat di samping wanita paruh bayah itu.


Dan keduanya pun menikmati cake dengan Gio yang berada dalam pangkuan wanita paruh baya itu.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung....


...Happy reading... 💔💔...


__ADS_2