Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati
Konferensi pers


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain seorang pria duduk termenung di hadapan layar tv berukuran besar yang kini tengah menayangkan berita kecelakaan seorang Desainer muda yang mengendarai mobil dalam keadaan mabuk dan berakibat fatal baginya. " Tidak mungkin itu Dian, aku kenal betul siapa Dian dan dia tidak mungkin melakukan hal seperti itu." Lelaki itu menyangkal berita yang baru saja ia lihat. Karena dia tahu, seperti apa wanita yang dia cinta.


Rasa penasaran sekaligus membuat ia membuang perasaan gengsi dan kesalnya. Di raihlah ponsel yang sejak tadi berada di atas meja yang berada di hadapannya. Tanpa banyak berpikir, Lelaki itu langsung menghubungi nomor salah satu temannya, untuk menanyakan kebenaran berita itu.


" Ada angin apa nih! Sampai seorang Ken, meninggalkan egonya yang setinggi langit untuk menghubungi aku terlebih dulu." Ucap seseorang di seberang sana, saat menjawab panggilan Ken, begitu nada dering pertama berbunyi.


" Aku tidak ingin basa-basi dengan kamu Vin, cukup jawab pertanyaan aku! Dian baik-baik saja kan? Katakan kalau berita itu tidak benar. " Tegas Ken. Sementara Kevin yang mendengar hal itu langsung mencibir.


" Cih, aku lupa kalau seorang Ken mampu melakukan apapun jika sudah bersangkutan dengan Dian. Termasuk merendahkan Egonya. Ternyata kamu tidak berubah dan masih di buta kan oleh oleh cinta." Cibirnya di ikuti tawa mengejek.


" Kevin, aku bertanya baik-baik, jangan membuat aku kesal, please aku hanya ingin tahu keadaan Dian saat ini." Sahut Ken, sembari mengepalkan tangannya.


Jika bukan karena Dian, Ken juga tidak akan sudi untuk menghubungi Kevin juga Andara." Apa selama ini kamu tidak mengenali Dian, lagian mana mungkin seorang Diana Agnesia Xavier akan melakukan hal seperti itu dan berhentilah mencari tahu tentang Dian, karena Dia selalu baik selama berada di sisi Andara mau itu dulu ataupun sekarang."


" Ya, benar! Fisiknya mungkin baik-baik saja, tapi tidak dengan hatinya, tapi laki-laki seperti kalian berdua mana mengerti dengan perasaan wanita. Apa ini karena kalian berdua itu tidak memiliki saudara perempuan untuk di jaga atau memang dasarnya kalian seperti ini, hanya mementingkan ego kalian dan tidak mengerti seberapa berartinya perasaan Wanita dan bagaimana cara mencintai mereka dengan benar." Balas Ken.


" Iya mungkin apa yang kamu ucapkan itu benar, tapi setidaknya kita tidak menganggu hubungan orang lain apalagi teman kita sendiri. " Sahut Kevin membuat Ken tertawa.


" Kamu terlihat begitu kekanak-kanakkan dengan tuduhan mu itu Vin, tapi tunggu dulu! apa mungkin Andara juga berada di situ sehingga kamu berani berbicara seperti ini kepadaku." Untuk sesaat Kevin terdiam. Karena tebakan Ken memang benar, saat ini Kevin tengah menemani Andara menjaga Elana di rumah sakit."Kenapa diam benarkan kalau kamu sedang bersama Andara." ucapnya lagi.


" Ya memang Kevin sedang bersamaku dan aku ingatkan sama kamu untuk tidak mengganggu istriku lagi." Ucap Andara sebelum mengakhiri panggilan itu secara sepihak.


Begitu antara mengakhiri panggilan mereka Ken kembali meletakkan ponselnya di tempat semula. " Syukurlah setidaknya aku tahu kamu baik-baik saja Di." Gumam Ken. " Tapi aku tidak bisa membiarkan nama kamu dijelekin seperti itu aku harus melakukan sesuatu untuk membantu kamu tapi bagaimana caranya." Pikir Ken.

__ADS_1


Lelaki itu terlihat mondar-mandir kesana kemari sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumah orang tua Dian, keesokkan harinya karena Ken yakin disana orang tua Dian pasti akan berusaha untuk membersihkan nama Dian.


...\=\=\=\=\=\=\=\=...


Pagi harinya, tepat pukul 10 pagi Ken tiba di rumah keluarga Xavier bertepatan dengan dilaksanakan konferensi pers. Ken memutuskan untuk berdiri di belakang beberapa wartawan dan melihat Dian berbicara di depan sana, sementara di kanan kiri Dian ada papanya dan Dion.


Di depan para wartawan itu Dian mulai menjelaskan semuanya mulai dari dia yang tidak kasus kecelakaan Elana sampai statusnya saat ini Dan hal itu tentu saja membuat Ken terkejut.


" Apa alasan Mbak Dian bercerai dengan mantan suami mbak apa karena orang ketiga?" Tanya salah seorang wartawan.


Dian tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. " Tidak, kami bercerai karena sudah saatnya untuk kita berpisah. " Dian tetap sama, se kecewa apapun dia kepada Andara dia tidak pernah menjelaskan mantan suami dan keluarganya.


" Jika Buka karena orang ketiga, lalu siapa Elana, kenapa wanita itu di duga sebagai Anda." Tanya wartawan lainnya.


" Maaf, kami mengadakan konferensi pers ini untuk menjelaskan mengenai kecelakaan yang telah mencemarkan nama baik kakak saja bukan untuk membahas masalah pribadinya. bagi media maupun surat kabar yang telah mencetak nama kakak saya, saya minta untuk menarik berita kalian kembali dalam satu kali dua puluh empat jam dan saya tetap mengambil jalur. Sebab kalian telah mencoreng nama baik kakak saya! saya tidak peduli siapapun itu, kalau berani mengusik keluargaku maka akan berhadapan dengan saya. konferensi pers ini selesai silahkan tinggalkan rumah kami kecuali kalian ingin di proses lanjut." Tegas Dion, lelaki itu terlihat begitu Arogan saat berbicara, sehingga tidak ada yang berani bertanya lagi.


" Ken..." Dian yang hendak masuk kedalam rumah, terkejut saat melihat Ken berdiri di antara beberapa wartawan yang tengah bersiap-siap untuk meninggalkan kediaman Xavier.


" Ayo nak Ken, masuk dulu!" Ajak papanya Dion.


" Iya om." Ken mengiyakan kemudian mengikuti langkah Dian dan papanya, di ikuti oleh Dion.


" Sudah berapa lama kamu berdiri di situ nak." Tanya papanya Dion begitu mereka berempat duduk di ruang tamu.

__ADS_1


" Sejak konferensi pers itu di mulai om, Ken juga nggak tahu, kalau keluarga om akan melakukan konferensi pers! Ken kesini karena khawatir dengan Dian." Jawab Ken seadanya.


" Jadi kamu juga percaya dengan berita itu." Ucap papa Dion lagi


" Tidak om, justru saya datang kemari karena khawatir dengan Dian."


" Jika benar begitu, kenapa kamu tahu kalau Dian berada disini?" Tanya papanya Dion lagi, lelaki paruh bayah itu terus bertanya seolah Ken Adalah kekasih Dian yang hendak membawa pergi putrinya.


" Karena saya tahu betul kebiasaan Dian om, setiap Andara terlalu fokus untuk Elana, Dian akan berlari pulang ke rumah orang tuanya." Lelaki paruh bayah itu mengangguk membenarkan apa yang di ucapkan oleh Ken, karena selama ini Dian memang seperti itu.


" Baiklah, silahkan kalian berbicara! ada yang harus om dan Dion urus." Ucap lelaki paruh bayah itu kemudian beranjak dari tempat duduknya.


" Semangat ya bang." Bisik Dion sembari menepuk bahu Ken sebelum menyusul papanya.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....

__ADS_1


...Happy reading..💔💔...


...Maafkan aku yang tidak muncul beberapa hari. Aku sedang di sayang sama Allah makanya di kasih sakit. 🙏...


__ADS_2