
Begitu makan malam keluarga itu usai, Ken langsung membawa pulang keluarga kecilnya, ke rumah mertuanya. Ya setelah menikah, Ken memutuskan untuk tinggal sementara waktu di kediaman mertuanya. Semua itu Ken lakukan atas saran dari adik ipar serta kedua mertuanya, mengingat perasaan Dian yang masih belum sepenuhnya untuk Ken.
Selama perjalanan pulang, Baik Ken mau pun Dian, Keduanya tidak terlalu banyak berbicara, mereka akan berbicara jika gadis kecil yang tengah berada di kursi belakang itu mengajak keduanya berbicara atau sekedar menanyakan Apa yang ingin dia ketahui.
Begitu mobil itu terparkir di halaman rumah keluarga Xavier. Ken langsung bergegas keluar dari mobil, berjalan memutari mobilnya, untuk membukakan pintu kepada Gadis kecilnya dan Dian.
" Terima kasih Ayah." Ucap Hani, kemudian ia meminta Ken untuk sedikit berjongkok. setelah itu mencium pipi Ken dan mengucapkan selamat malam.
Dan hal yang sama pun,Hani lakukan kepada Dian, Setelah Ken mengambil Baby Gio dari pangkuannya agar memudahkan Dian untuk keluar dari dalam mobil. Bahkan Ken dengan sengaja meletakkan telapak tangannya di kepala Dian untuk melindunginya.
" Selamat Malam Ayah, Bunda." Ucap Hani lagi, Setelah itu ia berlari masuk kedalam rumah dan menunjuk kamarnya yang terletak di lantai dua.
Begitu melihat gadis kecil itu telah masuk ke kamarnya, Ken dan Dian pun masuk kedalam kamar mereka. setibanya Dian di dalam kamar, ia langsung menuju walk in closed. Sementara Ken menuju ranjang Gio dan meletakkan bayi mungil yang telah terlelap itu di sana. Ken Mencium kening Gio, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya Setelah memastikan baby Gio mendapatkan kenyamanannya, ia pun bergantian dengan Dian. Setelah Dian keluar dari walk in closed mengunakan piyama tidurnya.
Sesungguhnya hubungan keduanya, belum ada perkembangan sama sekali. Tetapi sejauh ini baik Dian mau Ken menghargai ikatan pernikahan yang mereka punya. Dian pun tidak mengomeli dan mendorong lelaki itu menjauh seperti biasa . Semua itu dia lakukan semata-mata, karena tidak ingin mengecewakan papa dan orang menyayangi nya, selain itu Dian pun mulai tersadar akan satu hal. Ia sudah terbiasa dengan kehadiran lelaki itu dan jauh di lubuk hatinya tidak ingin Ken pergi, walaupun Dia terlalu egois untuk mengakui perasaannya sendiri.
Sementara Ken Sendiri, Tidak ingin merepotkan mertua, adik ipar dan sahabat-sahabatnya. Ken sudah cukup berterima dengan usaha mereka dan ia rasa cukup sampai disini, karena selebihnya Dia yang akan berjuang.
Ken menatap punggung Dian, istrinya itu selalu menghindarinya dengan berpura-pura tidur terlebih dahulu, karena dia tahu Ken tidak mungkin memaksanya.
Tapi Ken sudah bertekad, malam ini ia harus berbicara dengan Dian. Ia dengan perlahan naik ke atas ranjang dan berbaring di samping istrinya itu. Ken bahkan dengan sengaja melingkarkan tangannya di pinggang Dian, membuat tubuh Dian menegang seketika.
__ADS_1
Ya, Dian mungkin bukan anak perawan yang akan beraksi seperti itu jika di sentuh. Tetapi Dian sudah terlalu lama di biarkan sendiri, ia pun mulai terbiasa tanpa sentuhan dan dekapan hangat. Jadi wajar saja jika Dian bereaksi seperti itu. " Kenapa tegang seperti itu, Aku ini suami kamu! bukankah aku sudah pernah bilang untuk biasakan diri kamu dengan kehadiranku." Ucap Ken sembari mengecup puncak kepala Dian. Membuat wanita itu melupakan cara bernafas untuk sesaat.
" Bang_ "
" Aku rasa, aku sudah memberikan kamu waktu. Aku ingin kita menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya dan aku harap kamu tidak melupakan hak dan kewajiban kita sebagai suami istri." Ken langsung memotong ucapan Dian, ketika wanita itu mulai membuka mulutnya untuk berbicara. " Aku laki-laki Normal dan aku bisa menahan diriku tapi berada satu ranjang Dey wanita yang aku cintai, itu sungguh menyiksa." Lanjutnya lagi, kali ini sambil mengusap perut Dian dari luar piyama yang wanita itu gunakan. Terkadang tangan Ken merayap ke atas untuk menyentuh gunung kembar itu, tetapi Ken selalu berhasil mengendalikan dirinya dengan baik dan tangannya kembali turun ke perut Dian.
" Di, apa aku bisa mendapatkan Hak ku dan melakukan kewajiban ku?" Tanya Ken, tanpa satu dua tiga, ia berhasil memutar tubuh Dian dan membuat tatapan keduanya bertemu.
" Bang_" Belum sempat Dian berkata-kata, bibinya sudah di bungkam lebih dulu dengan bibir Ken. Lelaki itu mencium dan meny*sap bibir sang istri tanpa melepaskan tatapannya dari Dian. Iya sengaja bermain lebih lama dengan bibir Dian, untuk melihat apa istrinya itu akan menolaknya.
Mendengar Dian yang mulai mengeluarkan d*s*hannya. Ken pun menurunkan Ciumannya pada leher Dian membuat wanita itu semakin tidak tahan untuk mengeluarkan D*s*han dan l*nguh*nnya. Membuat Ken semakin berani membawa Dian terlena dalam permainannya, hingga kedua tidak sadar telah menelanj*ngi satu sama lain.
Ken bukanlah lelaki brengsek yang suka menggonta-ganti wanita untuk mencari sebuah pengalaman, cukup dengan naluriah yang dia punya, dia dapat membawa Dian terbang ke nirwana. Setelah membuat Dian terbang tinggi, ia memberi wanita itu sedikit jeda waktu sebelum menyatukan mereka.
Penyatuan itu terjadi begitu lama dan beberapa kali mereka mencapai nirwana bersama, sebelum suara tangisan baby Gio menyudahi permainan mereka.
Ken mengambil kaos dan boxer yang tergeletak di lantai, mengunakannya kembali sebelum, menghampiri Baby Gio dan membawa Baby Gio dalam gendongannya.
Sementara Dian memungut piyamanya dan beranjak ke kamar mandi, membersihkan diri di sana sebelum mengambil alih Baby Gio dari tangan Ken.
Ken melirik jam yang berada dalam kamarnya." Pantas saja dia sudah bangun." Ujar Ken kemudian mencium kening baby Gio dan mulai mengajaknya bermain. Membujuk baby Gio untuk kembali tidur, rasanya percuma karena balita ganteng itu sudah terbiasa bangun di jam empat pagi dan akan kembali tidur di jam enam atau jam delapan pagi setelah mandi dan sarapan.
__ADS_1
" Tidurlah bang, Biar aku yang menemani Gio bermain." Ucap Dian tanpa memandang wajah Ken. Sesungguhnya ia terlalu malu untuk menatap wajah Ken.
" Istirahat lah Di, Gio biar sama aku." Alih-alih mendengar apa yang di pinta istri, Ken Mala balik meminta Dian untuk istirahat.
" Tapi besok kamu harus kerja bang?" Sahut Dian.
" Tenang saja, Aku bisa tidur di kantor saat istirahat jam makan siang nanti. Tidurlah." Merasa tidak akan menang dengan lelaki itu, Dian memutuskan untuk menuruti kata-kata Ken.
Dian pun perlahan naik ke atas ranjang, berbaring di sana dan mulai memejamkan matanya. mengingat semalam ia belum sempat tidur karena permainan mereka. Sementara Ken Menemani Baby Gio menunggu matahari terbit.
.......
.......
.......
.......
...Bersambung....
...Happy reading..💔💔...
__ADS_1