
" Hallo Han, kamu udah di mana! Iya ini Aku udah mau keluar rumah kok." Tanya Naela saat menjawab telpon dari Hani. " Oke, tunggu aja disitu." Lanjutnya sebelum mengakhiri panggilan dari sahabatnya itu. Sembari melangkah menuruni anak tangga.
" Mau kemana kamu?" Tanya Narendra yang baru pulang sekolah, begitu ia berpapasan dengan adiknya itu di ruang tamu.
" Eeh Abang, baru pulang bang." Bukannya menjawab pertanyaan Narendra, Ela justru balik bertanya.
" Abang tanya kamu mau kemana? Kenapa kamu balik bertanya si." Tegas Narendra. Sembari menghempaskan tubuhnya di sofa. Anak pertama Luna dan Reval itu memang sangat menikmati hidupnya. Ia hanya fokus sekolah, belajar, mengurus hewan peliharaannya dan berkumpul bersama sahabat-sahabat seperti remaja pada umumnya. Berbeda dengan Hani yang memiliki tingkat kepedulian yang begitu tinggi kepada orang lain, sehingga ia terus berusaha untuk membantu orang lain dengan apa yang dia punya. Sehingga kakeknya meletakkan Dino anak dari orang kepercayaannya di samping Hani untuk membantu cucunya itu sekaligus melindunginya.
" Ela mau latihan! Hari inikan Ela, ada jadwal latihan. Masa Abang lupa." Sahut Naela.
Narendra pun hanya menanggapinya dengan menganggukkan kepalanya seraya kembali bertanya" Pulang jam berapa nanti?"
" Belum tahu! Ya udah ya bang, Ela pergi dulu. Udah di tungguin sama Hani di depan nih."
" Eeh tunggu dulu! Mama papa kemana?" Tanya Narendra lagi, membuat Naela memutar kedua bola matanya malas. Karena dia mulai kesal dengan sikap Abangnya itu, yang banyak bertanya jika bersama dia dan Naina. Iseng juga, coba sama cewek lain, beh dingin banget, kejam pula! Hani misalnya.
" Mama ke rumah sakit Oma, papa kerja! Emangnya Abang! Cuma tahu minta duit doang. Kasian banget teman aku kalau benaran dijodohin sama Abang." Jawabnya sembari menyindir kakaknya itu.
" Ciih siapa juga yang mau dijodohin dengan anak kecil itu, ganjen banget masih kecil udah minta dijodohin! Besar mau jadi apa itu anak? Ciih untung anak orang kaya teman kamu itu, kalau nggak! belum selesai sekolah SMA udah nikah kali ya." Sahut Narendra, Membuat Naela kesal dan menimpuk kakaknya itu dengan bantal sofa. " Lagian apa nilai plusnya sih sampai kamu mau berteman sama anak kecil itu." Lanjutnya.
" Abang mau tahu nilai plusnya Hani. Dia itu cantik, pintar, baik, suka menolong dan yang pasti dia kaya. Nggak kaya Abang! Anak mama. Udah gitu nggak bisa bantu papa, modal tampang doang apanya yang di banggakan, dari wajah tampan Abang itu, masih mending juga kak Arga. Week." Ucap Naela sembari mengeluarkan lidahnya untuk mengejek saudara kembarnya kemudian berlari keluar rumah itu sebelum abangnya benar-benar murka.
Naela tentunya tidak ingin berakhir berduaan bersama sama Tiger, sampai mama papanya pulang, bisa mati ketakutan dia.
" Apa kamu bilang! Ela_" Narendra tidak dapat meneruskan kata-katanya, karena Naela sudah lebih dulu menghilang mengunakan jurus kaki seribu. " Cih, di bayar berapa sama tuh anak sampai segitunya belain dia. Lagian papa mama juga nih! kenapa anak kecil itu nggak di jodohkan sama kak Arga aja sih, kenapa harus aku coba. Nyebelin banget." Dumelnya pada diri sendiri sembari berdiri dari duduknya dan melangkah ke kamarnya.
...\=\=\=\=\=\=\=...
__ADS_1
Naela langsung masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan gerbang rumahnya." Lama banget sih, ngapain aja kak." Tanya Hani begitu Naela duduk di sampingnya.
" Biasalah kak Rendra, nyebelin banget! Ee, Han, kamu kenapa sih nggak pernah mau masuk ke rumah aku lagi." Tanya Naela.
Hani pun tersenyum seraya berkata. " Kak Ela kan tahu sendiri, ada yang tidak menyukai aku di dalam sana! Dan aku tidak akan mengusik kenyamanannya hanya untuk kesenangan aku. Lagian aku masih bisa bertemu, Tante Luna, paman Reval, kak Ela dan Naina juga kan, tanpa harus mengusiknya."
" Ciihh, kamu terlalu berpikir dewasa untuk usia kamu yang masih belia."
" Bukan begitu, aku hanya tidak ingin mencari masalah, jika masalah bisa di hindari Kenapa tidak kak."
" Tapi sampai kapan?" Hani hanya menjawab dengan menaikkan kedua bahunya.
" Sudahlah, lupakan soal itu. Pulang latihan nanti kak Ela jadi temani aku ke rumah Lita kan?"
" Iya, jadi dong." Jawab Ela sembari mengangguk kepalanya.
Kedua gadis itu pun segera keluar dari dalam mobil, Setelah mobil itu terparkir di parkiran, di ikuti oleh Dino di belakang mereka. Sebab Naela dan Hani biasanya menghabiskan waktu bisa sampai berjam-jam untuk berlatih ilmu beladiri.
...\=\=\=\=\=...
Disisi lain. Tepatnya di kediaman Xavier! Lisa baru pulang sekolah di antara ayahnya. Setelah pria itu keluar dari penjara, ia pun menjemput Lisa sesuai janjinya kepada Dion waktu itu. Tapi gadis itu tidak mau ikut dengan ayahnya. Karena kasian dan tidak tega Melly pun memutuskan untuk tetap merawat Lisa dan menganggapnya sebagai bagian dari keluarga Xavier, sementara ayahnya di tawarkan pekerjaan sebagai supir yang akan mengantar jemput Hani dan Lisa! Tapi tuan Xavier dan Dian menolak hal itu, mengingat ayahnya Lisa pernah menculik Hani dulu. Jadinya ia sendiri yang mencari supir sekaligus penjaga untuk cucunya. Akhirnya pria itu menjadi supir untuk putrinya sendiri. Dengan harapan hubungan keduanya bisa semakin dekat, sayangnya semua itu tidak semua yang diharapkan. Bagi Lisa orang tuanya tetap Melly dan Dion.
" Bi bawakan tas saya ke kamar." Perintah Lisa kepada pelayan yang berpapasan dengannya. Dan pelayan itupun hanya bisa menurut saja, sabab tidak ingin mendapat masalah nantinya! Walaupun ia sangat tidak begitu suka dengan anak angkat majikannya itu. Semua itu karena sikap Lisa yang sedikit arogan berbeda dengan Hana dan Hani serta ketiga saudara laki-laki mereka, yang begitu baik dan tidak pernah memerintah seperti yang dilakukan Lisa. Walaupun Aiden, Hana, Gio dan Abian! Usianya jauh lebih mudah dari Lisa. Tapi mereka begitu disiplin dan tau cara menghormati orang lain. " Jangan lupa bawakan makan siang aku juga, ke kamar." Lanjut lagi.
" Iya non." Pelayan itupun melangkah lebih dulu meninggalkan Lisa sembari membawa tas Lisa, Setelah yakin tidak akan ada yang di sampaikan oleh Lisa lagi.
" Kak, punya tangan kan?" Lisa yang hendak menyusul langkah sang pelayan, berbalik untuk melihat siapa yang baru saja bertanya kepadanya. Dan orang itu adalah Abian Anak Dian dan Ken.
__ADS_1
Abian yang sejak berada di sana dan melihat sikap Lisa memerintah pelayanan itu pun langsung menghampirinya begitu! Pelayan itu pergi. " Kenapa sih, kakak suka banget ngerepotin orang." Ucap Abian lagi.
" Anak kecil! tahu apa kamu? mending juga kamu diam atau main sana, jangan suka ikut campur urusan orang kaya kakak kamu itu ." Sahut Lisa sembari mengacak-acak rambut Abian sebelum melangkah meninggalkan Abian yang kesal karena rambutnya di acak-acak oleh orang lain.
Bahkan Dian ibunya sendiri pun, jika melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Lisa barusan, ia akan marah, karena merasa diperlakukan seperti anak kecil, padahal usia Abian sendiri belum genap enam tahun.
" Dasar Kak Lisa nyebelin." Teriak bocah itu tapi tidak di hiraukan oleh Lisa.
...\=\=\=\=\=...
Karena banyak yang tanya anak siapa saja mereka. Aku jawab aja disini.
Narendra, Naela dan Naina. Anaknya Luna dan Reval.
Arga. Anaknya Reval dan Anita, istri pertamanya.
Hani, Aiden dan Hana. Anaknya Melly dan Dion.
Lisa. Anak bawaan dion dari istri keduanya, Ria.
Eliana dan Adiknya. aku lupa namanya atau belum ku kasih nama. Anaknya Andara dan Elana.
Gio, Anaknya Dian dan Andara.
Abian, anaknya Ken dan Dian.
Lita itu, sahabat Hani. Dia orang baru ya sama seperti Dino. Walaupun cuma Figuran, tapi Mereka termasuk Figuran penting.ðŸ¤
__ADS_1