
Seperti rencana mereka sebelumnya, begitu selesai Latihan Hani dan Naela langsung menuju ke rumah Lita.
Dan setibanya di sana keduanya di sambut dingin sang penjaga rumah itu! Jika kalian berpikir rumah yang di kunjungi Naela dan Hani itu rumah biasa. Maka kalian salah, sebab rumah yang di kunjungi Hani dan Naela saat ini adalah tempat prostitusi.
" Jangan lama-lama di dalam, ini bukan tempat buat anak kecil seperti kalian." Ucap pria berbadan kekar dengan tato memenuhi lehernya. Yang tengah berjaga di depan pintu masuk itu.
" Iya om, Seram amat tuh muka! Kita juga nggak akan kesini kalau teman kita nggak tinggal disini. " Sahut Naela tak kalah ketusnya.
Baik, Luna, Dian maupun Melly! Tidak tahu jika anak gadis mereka sering mengunjungi tempat itu, yang tahu hanyalah tuan Xavier. Awalnya pria itupun menentang dan marah saat Hani pertama kali di bawah Lita ke sana tapi setelah cucunya itu memaksa dan meyakinkannya, lelaki paruh bayah itupun mengizinkan dengan memberi pengaman di sekitar Hani, sekaligus mengancam pemilik tempat itu. Jika sampai cucunya lecet sedikit saja di sana. Tempat itu akan ia tiadakan dan pemiliknya akan berakhir membusuk di penjara. Sehingga baik Hani maupun Ela tidak bisa di sentuh sembarangan. Mereka pun mendapat kebebasan masuk ke tempat itu.
" Mom." Panggil Hani. Saat Melihat mommy Mayang, mamanya Lita.
Ya Lita adalah anak wanita malam! Tapi ia tidak terlahir dari hasil perkejaan gelap ibunya. Lita terlahir dari cinta yang tidak di restui.
__ADS_1
Waktu itu mommy Mayang, merantau ke kota, Setelah di tinggal mendiang suaminya saat anak pertamanya baru umur dua tahun. Mommy Mayang bekerja sebagai pembantu di kota. Walaupun ia janda wanita itu masih sangat muda dan cantik pada saat itu. Setahun bekerja semua masih baik-baik saja. Namun di tahun kedua, ia justru jatuh cinta kepada anak majikannya begitupun sebaliknya. Karena berada di rumah yang sama membuat keduanya leluasa bertemu hingga mereka sering melakukan hubungan yang tidak seharusnya mereka lakukan. Enam bulan pacaran Mommy Mayang hamil, ia pun memberi tahu hal itu kepada kekasihnya dan pria itupun mau bertanggung jawab karena sudah terlanjur cinta kepada Mommy Mayang. Sayangnya ibu pria itu tidak merestui hubungan mereka ia bahkan tidak menganggap Lita yang masih dalam kandungan sebagai cucunya dan mengusir mommy Mayang dari rumahnya, wanita itu melarang mommy Mayang uy bertemu dengan putranya.
Mommy Mayang yang tengah hamil saat itu, tidak tahu harus berbuat apa! Ingin mengugurkan kandungannya tapi dia tidak tega. Ingin pulang ke kampung takut membuat malu keluarganya di kampung.
Di tengah-tengah kerisauannya mommy Mayang di tolong seorang wanita yang usianya sedikit lebih tua dari mommy Mayang. Wanita itu menampung mommy Mayang di rumahnya, memberinya makan dan memenuhi semua kebutuhannya Selama ia tinggal di rumah wanita itu. Bahkan biaya persalinan dan kebutuhan Lita pun ia tanggung sampai Lita berusia 3 bulan. Namun siapa sangka kebaikan yang di terima mommy Mayang itu tidak lah gratis karena setelah tubuh mommy Mayang benar-benar siap. Ia pun di paksa untuk menjadi wanita malam, jika tidak Lita akan di jual, sebagai ganti semua biaya yang wanita itu keluarkan untuk Mommy Mayang dan Lita. Itu sedikit perjalanan kelam mommy Mayang Sebelum berakhir di tempat ini dan wanita yang menolong mommy Mayang adalah pemilik tempat ini.
" Ya ampun nak! Kalian jangan keseringan kesini! tempat ini tidak baik untuk kalian." Tegur mommy Mayang. Wanita cantik yang sudah tidak mudah lagi itu. Kenal baik dengan Hani, sebab Hani-lah yang menolong Lita dari kejaran anak buah bosnya, saat Lita kabur karena di minta untuk melayani pelanggan sama seperti dirinya. Dan sejak hari itu bos mereka tidak pernah lagi memaksa Lita untuk melakukan pekerjaan itu karena kakek Hani yang menjamin keamanan Lita atas permintaan cucunya.
" Tapi, Hani ingin bertemu Lita dan mengajaknya tinggal di apartemen Hani mom, karena mulai besok Lita sudah mulai sekolah lagi." Sahut Hani, membuat mommy Mayang begitu senang, ia bersyukur karena putrinya itu bisa bebas dari tempat ini.
Sampainya di kamar Lita, mommy Mayang pun membuka pintu kamar itu dan mendapati Lita tengah berbaring sambil membaca buku, gadis itu sedikit terkejut dengan kehadiran Hani dan Ela." Hani, Ela! Kalian berdua ngapain disini?" Tanya Lita, sembari mengubah posisinya dari berbaring menjadi duduk.
" Kita kesini mau jemput kamu." Jawab Ela, seraya mendaratkan bokongnya di samping Lita.
__ADS_1
" Jemput aku?"
" Ya, kita akan menjemput kamu! Karena mulai sekarang kamu akan tinggal di apartemen aku." Sahut Hani. Yang masih berdiri di samping mommy Mayang.
" Nggak, aku nggak mau terus-terusan ngerepotin kamu! Aku juga nggak bisa tinggali mommy sendiri disini." Tolak Lita. Tapi bukan Hani namanya jika ia menerima begitu saja penolakan Lita.
" Kamu nggak repotin aku kok! Karena semua yang aku kasih ke kamu itu nggak gratis, kamu harus membayarnya. Termasuk pertolongan aku kemarin."
" Apa! Jadi kamu nggak tulus nolongin aku." Hani menaikkan kedua bahunya tidak peduli dengan pertanyaan Lita. " Katakan aku harus membayar berapa untuk jas kamu. " Tanya Lita lagi, wanita itu mulai kesal karena ia berpikir bahwa Hani tidak benaran tulus mau berteman dengannya. Sementara Ela yang mengerti tujuan Hani berbicara seperti itu hanya diam dan membiarkan sahabat itu melakukan apa yang ingin ia lakukan.
" Terserah jika kamu berpikir seperti? Dan sebagai bayarannya aku ingin kamu tinggal di apartemen aku dan menuruti semua kata-kata aku. Karena kamu tidak akan sanggup membayar jasaku dengan uang." Ucap Hani dengan sikap bossy-nya. Membuat mommy Mayang ingin tertawa, sebab ia tahu putrinya itu sedikit keras kepala dan gadis baik hati itu sedang menaklukkan sifat keras kepalanya.
" Tapi_"
__ADS_1
" Tidak ada tapi-tapi! Kalau kamu masih ingin menolak kamu harus membayar jasaku sekarang." Tegas Hani, Lita pun tidak punya pilihan, ia segera mengemasi barang-barangnya dan ikut pergi bersama Hani dan Naela.
" Umur kamu masih sangat muda tapi kamu begitu pintar nak. Sungguh beruntung wanita yang memiliki putri sebaik kamu, yang begitu peduli pada orang lain." Ucap mommy Mayang dalam hatinya saat mengantar, ketiga gadis itu ke parkiran. Entah mengapa ia merasa sedikit lega karena Lita sudah keluar dari tempat itu. Sebab wanita itu selalu cemas jika Lita masih berada di sana. Karena Mommy Mayang tidak bisa menjamin keamanan Lita jika ia tinggal bersamanya.