Berbagi Cinta Untuk Dua Hati

Berbagi Cinta Untuk Dua Hati
Berbagi kebahagiaan


__ADS_3

" Per-ni-kah-an pa." Ucap Dian terbata-bata. seakan dua kata itu bagaikan narasi panjang yang harus dia ucapkan dalam satu tarikan nafas.


Dia menetap wajah papanya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya, berharap apa yang dia dengar itu salah. Dan sayangnya jawab yang dia harapkan tidak dia dapatkan, sebab lelaki paruh baya itu membenarkan kata-katanya. " Maaf Nak." Wajah Dian langsung berubah murung mendengar papanya kembali mengucapkan kata maaf.


' Kenapa semua harus secepat ini' Dian mengeluh di dalam hatinya, awalnya dia sudah curiga dengan sikap semua orang serta dekorasi pesta itu yang terlalu wow untuk ukuran pesta ulang tahun atau perjodohan walaupun di kalangan masyarakat kelas menengah ke atas itu biasa-biasa saja.


Dian mendengus kemungkinan mengangkat pandangannya ke atas, guna menahan semua gejolak yang tengah menggerogoti hati dan pikirannya.


Di satu sisi ada keluarga yang tidak dapat dia permalukan, di sisi lain ada Gio serta lelaki yang terus saja dia sakit, entah sengaja atau pun tidak.


" Kalau kamu tidak ingin meneruskan pernikahan ini, papa tidak akan memaksa kamu nak. Walaupun papa sempat ingin memberitahu kamu setelah sah menikah, tapi papa kembali mengurung niat papa sebab papa takut terjadi sesuatu kepadamu." Ujar lelaki paruh bayah itu, membuat Dian kembali menatap kepada papanya. " Nama besar keluarga kita tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kebahagiaan kamu." Lanjutnya lagi. Semakin membuat Dian Dilema.


Tok...Tok...Tok..


Suara ketukan pintu kamar Dian membuat wanita itu terkejut diamnya, begitu juga dengan tuan Xavier. " Permisi Tuan, Kata Tuan Dian Mempelai prianya sudah hadir." Ucap salah seorang pelayan yang di utus Dion untuk memberi tahu papanya.


" Di." Panggil Tuan Xavier, lelaki itu tidak menyahuti ucapan sang pelayan, ia justru menatap kepada Dian meminta keputusan dari putrinya.


" Tuan " Panggil pelayan itu lagi.

__ADS_1


" Papa Anggap Diamnya kamu ini, sebagai jawab. Sekarang kamu tunggu saja disini papa yang akan menjelaskan kepada mereka dan meminta Dian atau Luna untuk membantu kamu." Ucap Tuan Xavier kemudian berdiri dari tempatnya. Walaupun ucap Tuan Xavier terdengar membingungkan tetapi Dian mengerti betul, bahwa papanya akan membatalkan pernikahan ini.


" Dian mau menikah pa." Ucap Dian begitu tuan Xavier hendak memutar handle pintu kamar Dian.


" Di_"


" Pa, seperti yang Dian katakan, Dian akan menikah! Dian percaya, lelaki pilihan papa adalah yang terbaik untuk Dian. " Ujar Dian sembari memaksa bibirnya untuk tetap tersenyum.


Lelaki paruh baya itu mengangguk kemudian meneruskan langkahnya, sembari mengusap cairan bening yang menetes dari kedua sudut matanya tanpa permisi.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Dian, Pernikahan itu pun berjalan sesuai yang diharapkan. Tapi satu hal yang membuat kedua belah pihak terkejut adalah pertemuan Ken dan Dian setelah keduanya resmi menjadi Suami Istri.


" Apa kamu juga terlibat dalam semua ini." Dian bertanya Ken, tentunya dengan nada suara yang begitu pelan dan hanya bisa di dengar oleh mereka berdua.


" Iya." Dian melirik sekilas pada Ken kemudian kembali tersenyum kepada tamu undangan yang hendak memberikan ucapan selamat kepada mereka. " Kamu bisa melampiaskan kemarahan kamu kepada aku setelah ini." Ujar Ken lagi, Tetapi di abaikan oleh wanita itu.


" Bersyukur banyak orang yang melihat kita, kalau tidak_"


" Kalau tidak apa?" Tantang Ken, lelaki itu sedikit menunduk dan berbisik di telinga Dian sembari melingkarkan tangannya di pinggang Dian dengan erat seolah ada yang akan mengambil istrinya itu jika dia lengah sedikit saja.

__ADS_1


" Kak, bang Ken! Kalian memiliki banyak waktu untuk bermesraan nanti, sekarang waktunya kalian untuk menyapa tamu undangan kalian yang baru datang itu." Ujar Melly sambil menunjuk kearah pintu masuk di mana, Andara baru saja melangkah masuk bersama kedua putrinya di temani Kevin.


" Kamu yang mengundang mereka?" Tanya Ken, seraya menatap kepada Melly. Calon ibu tiga anak itu langsung menggeleng kepalanya.


" Hani yang mengundang Alesya dan Eliana." Ken mengangguk.


Lelaki itu kemudian merangkul pinggang istrinya seraya berkata. " Ayo sayang, kita temui mereka untuk berbagi kebahagiaan kita." Dan Dian tidak bisa berbuat apa-apa selain menuruti lelaki yang baru satu jam menjadi suaminya itu.


.......


.......


.......


.......


...Bersambung....


...Happy reading..💔💔...

__ADS_1


...Maaf ya cuma sedikit. Besok aku nggak tahu bisa update atau tidak soalnya, besok ada thalilan hari ke 7 kakak aku. 🙏🙏🙏 ...


__ADS_2