
Pukul 03.00 pagi Via telah terjaga dari tidurnya. Walaupun semalam Via mengalami penyiksaan dari sang ibu sehingga hanya tertidur kurang lebih 3 jam. Itu tidak menghalangi Via untuk kembali beraktivitas hari ini. Seperti hari-hari biasanya sebelum berangkat sekolah Via harus menyelesaikan semua pekerjaan rumah sebelum berangkat ke sekolah. Begitupun hari ini Via terlihat tengah mencuci pakaian orang tua dan Adiknya. Sedangkan kakak Via yang telah memiliki keluarga sudah tidak tinggal satu atap dengan mereka. Kakak Via sudah memiliki keluarga sejak Via masih duduk di kelas 2 SMP.
Pukul 05.00 pagi Via telah menyelesaikan semua pekerjaan rumah. Kini ia tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Sebelum Via berangkat terlebih dahulu Via sarapan untuk mengisi staminanya hari ini agar kuat menghadapi masalah yang lebih berat lagi nantinya.
Pukul 06.30 Via kini telah tiba di sekolah daj siap menerima pelajaran hari ini. Hari ini Via sudah bertekad untuk menghindari semua teman sekolahnya ia tidak akan bertemu dengan temannya jika itu tidak penting.
Via benar-benar melaksanakan semua apa yang diperintahkan oleh ibunya. Via tidak mau mendapat masalah lagi walaupun sebenarnya Via tidak melakukan kesalahan.
Sebenarnya hidup Via di rumah dan di sekolah tidak ada bedanya sama-sama tidak ada yang peduli padanya. Hanya saja kali ini Via yang menghindari mereka di mana biasanya orang-orang yang akan menghindari Via. Namun kali ini berbeda.
__ADS_1
Kini Via sedang duduk termenung menatap lurus ke depan dengan kaki di luruskan ke depan. Sambil sesekali menyeka air matanya yang tidak berhenti untuk terjatuh. Seakan air mata Via tidak ada habisnya. Via kini berada di salah satu tempat yang masih berada di lingkungan sekolahnya yang merupakan tempat yang sangat sepi. Bahkan orang-orang tidak akan berfikir untuk mengunjugi tempat tersebut.
Dan mulai sekarang tempat tersebut akan menjadi saksi bagaimana begitu menyedihkannya hidup Via. Tanpa seorang teman. Hanya berteman air mata.
Via tidak habis fikir bagaimana bisa kehadirannya tidak pernah berarti di mata orang tuanya, di mata teman sekolahnya. Apakah sebegitu bencinya mereka terhadap Via. Bahkan Via tidak pernah melakukan kesalahan kepada teman-teman sekolahnya tapi mengapa tidak ada satu pun di antara mereka yang ingin berteman dengan Via. Sebegitu hinanya kah Via di mata mereka.
Via hanya butuh satu orang yang dapat Via tempati hanya sekedar berkeluh kesah. Tempat ia menumpahkan segala kesedihan dan beban hidupnya. Kini Via merasa betul-betul membutuhkan sosok tersebut. Via merindukan sahabatnya Nadia.
Tangisan Via kini semakin terisak ketika mengingat momen-momen kebersamaannya dengan Nadia. Tangisannya terdengar begitu menyedihkan. Hanya dengan cara menangis Via menumpahkan segala kesedihannya.
__ADS_1
"Nadia!!!" Teriak Via memanggil nama Nadia.
"Aku merindukan mu !!! Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan semua ini. Jelaskan kepada ku apa kesalahan ku kepada mu hingga kau juga membenci ku. Jelaskan agar aku dapat memperbaiki kesalahan ku". Teriak Via menumpahkan keluh kesahnya.
"Hiks....Hiks....Hiks...." tangis Via lalu menekuk kedua lulutnya kemudian menenggalamkan kepalanya.
"Aku mohon jelaskan kepada ku" Ucap Via dengan suara terdengar melemah.
Salam Manis❤
__ADS_1