Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Hilangnya Semangat Hidup Via


__ADS_3

“Biarkan aku sendiri!!!” ucap Via memecahkan keheningan.


Mereka semua kemudian via seorang diri termasuk wanita tua itu. Walaupun awalnya ia menolak meninggalkan via seorang diri, ia takut Via akan melakukan hal aneh untuk dirinya. Namun, dokter meyakinkan wanita itu, kalau Via tidak akan melakukan hal-hal yang aneh. Via hanya butuh waktu untuk menenangkan pikirannya.


Walaupun wanita itu meninggalkan Via di ruangan itu, namun ia sepenuhnya tidak pergi. Ia mengawasi Via dari luar jendela kaca, ia takut jika Via benar-benar melakukan hal nekat yang akan membahayakan dirinya. Mengingat betapa menyakitkannya hidup Via ketika ia menceritakan masalahnya ketika ia sadar. Hingga hampir mengakhiri hidupnya dengan sengaja.


Cukup lama Via berada di ruangan itu seorang diri, hingga perawat masuk untuk memeriksa kondisi Via sekaligus membawakan makan siang. Via hanya terdiam saat perawat memeriksa tubuhnya, ia tidak merespon ucapan dari perawat itu. Ia hanya menatap lurus ke depan, tatapannya terlihat kosong dengan mata yang sembab akibat menangis.


Bahkan ia tidak merespon perawat itu ketika ia di berikan makanan, hingga wanita tua itu masuk kembali.


“ Maaf sus, biar saya saja yang memberinya makan” ucapnya

__ADS_1


“Baiklah bu, kalau begitu saya permisi dulu” pamit perawat itu, wanita itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


Kini hanya ada Via dan wanita itu di ruangan tersebut. Lagi-lagi Via tidak ada respon yang di berikan saat wanita itu mendekatinya. Tatapannya masih sama, masih menatap kosong entah apa yang sedang di pikirkan oleh Via.


“Hmmm, biarkan ibu yang menyuapi mu” ucap wanita itu memulai pembicaraan. Namun, via hanya terdiam tanpa jawaban, tanpa melirik wanita itu.


Saat hendak di suapi makan, Via menolak dengan membelakangi wanita itu.


Kini ia bingung harus berbuat apa, ia bingung dengan sikap Via. Kini ia tidak menangis lagi, akan tetapi ia tidak merespon siapapun orang yang ada di sekitarnya. Ia hanya terus menatap kosong. Via benar-benar seperti mayat hidup.


Selama 4 hari Via tidak memakan apa pun, hanya cairan infus yang membantunya bertahan. Dokter merasa khawatir dengan kondisi Via. Terhitung sejak koma sudah 11 hari belum ada makanan sedikit pun yang masuk ke tubuhnya. Itu akan mempengaruhi kondisi kesehatanya, terlebih lagi jantungnya.

__ADS_1


Sudah berbagai cara di lakukan agar Via mau makan, kondisi tubuhnya jangan di tanyakan lagi. Wajahnya pucat, mata yang semakin bengkak entah karena apa, sebab selama ini tidak ada yang melihatnya menangis. Kondisinya benar-benar mengkhawatirkan, akhirnya dokter mencoba kembali berbicara dengan wanita itu. Mencoba untuk mencari jalan keluar dari masalah Via.


“ Maaf bu, karena saya kembali menganggu waktu ibu. Pembicaraan ini sangat penting, ini mengenai kondisi pasien. Jika di lihat kondisinya sekarang, sepertinya pasien butuh seseorang yang menyemangati. Ia butuh seseorang yang mampu mengembalikan semangat hidupnya, mengingat bagaimana matanya yang selalu menetap kosong. Jika di biarkan seperti ini lambat laun, Pasien akan kehilangan nyawanya” ucap dokter itu langsung ke inti pembicaraan.


“Lalu apa yang harus saya lakukan dok? Sedangkan saya sendiri tidak mengetahui siapa orang yang mampu mengembalikan semangat hidupnya, jangankan orang terdekatnya bahkan keluarganya saya tidak tahu” terang wanita itu.


“ Begini saja bu, coba ibu yang berbicara dengannya. Berikan di kata-kata penyemangat, seperti yang ibu lakukan saat pasein koma. Siapa tahu pikiran pasien dapat terbuka” usul dokter itu.


“ Hmmm baiklah dok, saya akan mencobanya. Semoga ia akan kembali mendapatkan semangat hidupnya” ucap wanita itu setuju.


Salam Manis❤

__ADS_1


__ADS_2