
"BRAM!!!"
"Iya Tuan" jawab Bram yang baru saja tiba setelah mendengar panggilan tuannya.
"Siapkan mobil, sekarang kita ke rumah sakit" Perintah david dengan nada yang panik.
" Baik tuan" jawab bram yang kemudian berlalu meninggalkan mereka.
Tidak lama kemudian bram telah tiba dengan mobil. David lalu mengangkat tubuh Viola masuk ke dalam mobil. Ia tidak peduli dengan kondisinya saat ini yang telah basah kuyup.
" Tunggu david, gantilah pakaian mu terlebih dahulu" sela tuan justin.
David tidak menghiraukan ucapan papanya. Ia terus menatap Viola dengan tatapan yang sangat khawatir.
" Baiklah, jika kau tidak mau. Tapi apa kau tidak kasihan dengan Viola. Kondisinya seperti ini akan membuat kondisi kesehatannya akan buruk" ujar papanya.
" Pelayan, cepat ambil selimut" Perintah tuan laurent.
Tidak lama kemudian sang pelayan tiba dengan selimut tebal di tangannya.
" Pakaikan selimut kepada Viola" perintah tuan laurent lagi.
__ADS_1
David dengan cepat mengambil selimut yang akan pelayan itu pakaikan kepada Viola. David memakaikan sendiri Viola selimut tersebut.
" Cepat jalankan mobil, Bram!!!" ujar david.
Sepanjang perjalanan Viola terus menggigil dan mengeluh kesakitan. ia begitu merasa kesakitan di bagian ginjalnya.
David hanya terdiam, namun tangannya terus mengusap dan mendekap tubuh Viola di pelukannya. David begitu takut akan terjadi sesuatu dengan Viola.
" Lebih cepat lagi bram" perintah david tidak sabar. Bram kemudian meningkatan laju kendaraan.
Beberapa saat kemudiam, mobil yang di kemudikan oleh bram kini telah tiba di sebuah rumah sakit yang sangat besar. David langsung menerobos turun sambil menggendong Viola. Sangat terlihat jelas di wajah David kalau ia sangat mengkhawatirkan Viola.
"Bayu!!!" Teriak David sangat keras.
" Ada apa david, mengapa kau berteriak seperti itu?" Tanya bayu yang merupakan sahabat dari david.
" Periksa dia sekarang juga, CEPAT!!!" Perintah david lagi.
" Tenanglah david. Kau tidak perlu berteriak seperti itu. kau membuat pengunjung dan pasien ketakutan" Ujar david mengingkatkan.
" Aku tidak peduli. Jika mereka tidak suka mereka bisa pergi dari rumah sakit ini" Jawab david sambil menatap orang-orang yang ada di sekitarnya dengan tatapan menakutkan.
__ADS_1
" Huftt, suster cepat bawa pasien ke ruang perawatan" ujar bayu.
Viola kemudian segera di larikan ke ruang perawatan. Melewati ruang IGD yang merupakan ruangan pertama di mana pasien yang baru masuk akan di bawa.
Semua dokter dan suster tiba-tiba panik sekaligus sibuk dengan kedatangan Viola. Apalagi Viola datang bersama David. Di mana David merupakan pemilik rumah sakit tersebut.
" Sekarang tenangkan diri mu. Dia sudah di tangani oleh dokter. Lebih baik sekarang ganti lah pakaian mu itu. Jangan sampai kau sakit dan itu akan membuatku semakin sibuk" Ujar Bayu mengingatkan david.
Mendengar ucapan Bayu, sontak david melayangkan tatapan tajamnya ke arah Bayu.
" Jika kau masih ingin berada di negeri ini. Alangkah baiknya jika kau menjaga ucapan mu itu DOKTER BAYU!!!" ujar david lalu meninggalkan bayu yang berdiri mematung usai mendengarkan ucapan david.
" Maaf Dokter, saran saya untuk anda. sebaiknya Anda mengerjakan kewajiban anda dengan baik. Anda tidak perlu mengurus urusan pribadi tuan David. Jika anda masih ingin bernafas" Ujar Bram lalu kemudian mengikuti David.
Bayu yang merasa di ledek oleh Bram. Merasa sangat kesal dengan asisten sahabatnya itu.
" Awas kau Bram. Tunggu pembalasan ku!!!" ujar bayu geram.
*****
Author minta maaf baru bisa up sekarang. Akhir-akhir ini Tugas kampus author benar-benar banyak dan tidak bisa untuk di tinggalkan. Bebarapa hari ke depan mungkin Upnya juga tidak bisa sebanyak dan sesering dulu. Tapi jika ada waktu kosong, author janji akan uo episode baru✌
__ADS_1
Jangan lupa dukung author yah. Tolong yang silend reader dukung author juga yah🙏
Salam Manis❤