
Melihat orang-orang menertawakannya jessica kemudian menatap tajam ke arah mereka.
"Wahh permainan mu benar-benar hebat jessica. Aku benar-benar kagum dengan kehebatan mu" Ujar rio sambil tertawa.
" Tolong ajarin aku. Aku mohon aku benar-benar ingin belajar dari mu, cara memainkan alat musik itu seperti cara mu memainkannya" Tambah gilang
" Sungguh permainan mu sangat indah" ujarnya lagi. lalu kembali tertawa terbahak-bahak.
"Hei!!! Cukup!!! kalian benar-benar menjengkelkan" geram jessica.
Rio dan gilang lalu terdiam, namun mereka tidak dapat menyembunyikan tawa mereka. dengan sesekali menutup mulut mereka untuk menyembunyikan tawa mereka di hadapan jessica.
" Hmmm sepertinya alat ini bermasalah pah, mah" Ujar jessica sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Papa dan mamanya hanya menggelengkan kepala karena tingkah putrinya itu.
" hahahahaha jessica-jessica. bukan alat itu yang bermasalah tetapi jari-jari tangan mu itulah yang bermasalah" ucap rio kembali meledek jessica lalu tawa semua orang kembali pecah.
" RIO!!!!" kini jessica benar-benar geram dengan perkataan rio.
__ADS_1
"Awas kau yah, jangan lari kau" ujar jessica lalu berjalan menuju ke arah jessica.
Rio yang melihat kemarahan jessica langsung mengambil jurus seribu langkah.
" paman , tante tolong selamatkan aku dari amukan singa betina itu" ujar rio yang kini bersembunyi di balik paman dan tantenya.
" Sudah-sudah. kalian ini setiap bertemu pasti selalu bertengkar" ucap tuan justin menengahi.
" Dia duluan pah yang ledekin aku" ujar jessica dengan nada yang sedih.
" Rio sekarang kamu minta maaf sama jessica" ucap tuan justin lagi. lalu kemudian rio meminta maaf kepada jessica yang kemudian di sambut jessica dengan menarik rambut rio. Hingga rio merasakan kesakitan.
" Jessica lepaskan!!!" ujar papanya.
" Oke. lagian aku juga udah puas, liat dia kesakitan. byeee" ucap jessica lalu meninggalkan semua orang dengan gaya angkuhnya.
" Awas aja kamu jessica. aku bakalan bales kamu" teriak Rio.
__ADS_1
Selepas kepergian mereka semua kini taman itu kembali sepi tanpa penghuni. Jessica kini ada di dalam kamarnya bersama andien, entah apa yang sedang mereka lakukan.
sedangkan Rio, gilang dan david beserta asisitenya, sedang ada di lantai 3 lebih tepatnya sedang berada di salah satu ruangan favorit mereka jika sedang berkumpul.
Tampak kini di taman tersebut ada seseorang yang tengah menuju ke arah piano itu berada. Viola yang tadinya memilih di kamar saja saat kejadian pertengkaran jessica dan rio. ia kini memilih ke luar ke arah taman yang merupakan tempat favoritnya jika merasa bosan.
Ia dengan susah payah mendorong kursi roda miliknya agar segera sampai di tempat tujuannya.
Dari lantai tiga tampak david mengawasi Viola. matanya bahkan tidak melirik ke arah lain. ia hanya menatap ke satu arah yaitu ke arah Viola.
Di sisi lain, tampak seorang pemuda yang baru saja tiba. saat melihat Viola sedang berada di hadapan piano itu ia melangkahkan kakinya menuju kursi yang terletak di sekitar taman. ia yang tadinya mau melangkahkan kakinya memasuki rumah, kini berbalik arah.
ia merasa penasaran dengan sosok gadis cantik yang menggunakan kursi roda. Siapa gerangan gadis cantik itu?
Ia semakin penasaran saat viola meraba-raba piano tersebut. nampak jelas di wajah viola tergambar kesedihan.
" Siapakah dia??? mengapa aku baru melihatnya di rumah ini?" ujar Lelaki itu penasaran.
__ADS_1
Salam Manis❤
Mohon maaf jika jumlah up episodenya tidak seperti dulu. Author benar-benar sibuk dengan tugas dari kampus. Jangan lupa dukung author biar author semangat buat up episode baru❤