Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Sikap aneh Ibu


__ADS_3

Seperti malam-malam sebelumnya malam ini Via baru bisa pulang pukul 10 malam dan sampai di rumah pukul 11. Setelah seharian beraktivitas Via tidak pernah merasa kelelahan dan mengeluh. Sebab Via berfikir tidak ada gunanya ia mengeluh itu tidak akan mengubah hidupnya. Lagian kepada siapa Via bisa berkeluh kesah. Sedangkan selama ini Via tidak punya teman untuk di tempati untuk berbagi cerita.


Malam itu ketika Via sampai di rumah orang tuanya. Via mendapati rumah masih terang.


Biasanya ketika pulang kerja rumah orang tuanya sudah gelap di karenakan penghuni rumah sudah tertidur. Mengapa malam ini rumah orang tuanya masih terang? Apakah orang tuanya belum tertidur? Tapi mengapa mereka belum tertidur sedangkan malam sudah larut? Apakah orang tua Via sedang menunggu kepulangan Via? Tetapi mana mungkin mereka menunggu kedatangan Via. Hal tersebut terasa mustahil sebab Via tahu orang tuanya sudah tidak peduli kepadanya.


Jika benar mereka menunggu kedatangan Via betapa senangnya Via mengetahui kalau tenyata orang tuanya peduli akan dirinya. Itu artinya mereka masih menyayangi Via.


Memikirkan hal tersebut membuat Via merasa sangat senang ia bahkan tersenyum walaupun itu masih asumsinya saja.


Dan benar saja ketika Via masuk ke rumah Via mendapati sang ibu masih terjaga. Namun ada yang berbeda dari tatapan sang ibu ketika melihat Via. Dia menatap tajam ke arah Via. Via yang di berikan tatapan tajam seperti itu merasa sulit untuk bergerak. Jangankan bergerak bernafas pun rasanya begitu sulit.


Suasana tiba-tiba berubah menjadi tegang. Padahal saat itu hanya ada Via dan Ibunya tetapi Via merasa sedang di tatap oleh seribu orang. Suasana makin tegang ketika sang ibu memulai pembicaraan.


"Baru pulang???" tanya ibu singkat.


"iii-yaaa bu" jawab Via terbata-bata.

__ADS_1


"Kau lelah?" Tanya ibu.


Mendapati pertanyaan seperti itu Via kembali berfikir apa kah ibunya mulai peduli lagi dengan dirinya?


"Ibu tanya apa kau lelah?" Tanya Ibu Hani mengulang pertanyaannya.


"Tii...ti..dakk bu!!!". Jawab Via


"Kemari!!!" Panggil ibu menyuruh Via duduk di sampingnya.


"Ti...ti....dak usah bu. Aku benar-benar tidak lelah!" Tolak Via.


"Ba..ba...ik bu" Jawab Via ketakutan.


Tak ingin kembali mendapat kemarahan sang ibu. Via segera duduk di samping ibu dengan kepala tertunduk.


"Hadap Ke samping!!!" Perintah ibu.

__ADS_1


"Hah" Jawab Via kebingunan.


"Ibu bilang hadap ke samping!"


Tanpa menjawab perintah ibunya Via lalu memutar badannya ke hadapan sang ibu.


"Bukan ke hadapan Ibu. Ke arah sana!" kata ibu Hani sambil menunjuk arah di depannya.


Via kemudian balik ke arah yang di tunjuk sang ibu. Sesaat setelah itu Via merasa ada yang memijat bahunya. Via yang merasa kebingungan dengan apa yang terjadi mencoba menghentikan apa yang sedang di lakukan oleh sang ibu sebab Via merasa aneh dengan prilaku sang ibu.


"Buuu. Via gak apa-apa kok bu. Via beneran tidak capek. Mending ibu sekarang istirahat aja ini udah larut malam bu." Ucap Via dengan ketakutan.


"Diam!!!" Jawab ibu Hani dengan penuh penekanan.


Via yang merasa ketakutan kembali terdiam. Hingga lama-kelamaan pijatan berubah terasa menyakitkan. Entah apa yang ibunya sedang lakukan dengan tubuh Via. Hingga tanpa di sadari Via kembali meneteskan air mata. Via benar-benar merasa bingung dengan sikap sang ibu. Via merasa hari ini tidak melakukan kesalahan tapi mengapa sang ibu kembali menyakitinya.


"Sakit Buu. hiks.....hikss" Ucap Via sambil menahan sakit.

__ADS_1


Salam Manis❤


__ADS_2