Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Terlambat


__ADS_3

Cukup lama Via menangis di tempat persembunyiannya. Hingga tidak ia sadari bel masuk telah berbunyi. Via baru menyadarinya saat seseorang menyentuh bahunya. Via berfikir apakah orang tersebut merupakan orang yang di kirim oleh sang pencipta untuknya. Orang yang akan mendengar segala keluh kesahnya. Namun harapannya seketika sirna ketika melihat orang tersebut adalah penjaga sekolah.


"Kenapa masih di sini, nak? Teman-teman mu sudah memasuki kelas. Apa kau tidak takut di marahi guru karna telat masuk kelas?". Tanya si bapak penjaga sekolah.


Via yang mendengar pertanyaan tersebut terkejut. Tanpa menjawab pertanyaan si bapak Via langsung berlari menuju ke kelas.


Sesampainya di kelas Via mendapati kelasnya kosong. Via baru ingat bahwa sekarang pelajaran musik dan pelajaran tersebut di tempat terbuka tepatnya di laksanakan di tengah lapangan sekolah. Di mana tempat tersebut merupakan tempat yang paling ramai. Sebagian besar siswa menjadikan tempat tersebut sebagai tempat untuk berkumpul dan bersenda gurau bersama teman-teman mereka.


Guru mata pelajaran musik sengaja mengambil tema outdoor, karena ia ingin melatih siswanya agar tidak gugup jika tampil di muka umum.


Sesampainya Via di lokasi tersebut. Semua mata langsung menuju ke arahnya dengan memberi tatapan tidak suka. Via tiba di tempat tersebut dengan nafas ngos-ngoson, akibat berlari. Via kemudian mengatur nafasnya terlebih dahulu lalu kemudian memperbaiki penampilannya yang berantakan. Sang guru lalu bertanya kepada Via mengapa ia datang terlambat dan tampilannya begitu berantakan.


"Via ada apa dengan mu? Kenapa kau terlambat lalu mengapa kau terlihat begiu berantakan? apa yang terjadi pada mu?" Tanya sang guru.


"Hmmm Anu bu. Itu tadi anu hmmm!" Ucap Via kebingungan harus berkata apa. Via tidak mungkin menceritakan kesedihanannya kepada sang guru, yang ada bukannya mendapat simpati malah ia akan di tertawakan oleh temannya.

__ADS_1


"Kalau ngomong yang jelas bod*h!!! Atau jangan-jangan kau habis bermain orang-orangan gila dengan orang gila di depan sekolah sana" Tebak teman kelas Via lalu di sambut tawa oleh teman yang lainnya.


"Dia gak perlu bermain orang-orangan gila. Dia kan emang sudah gila dari dulu" tambah temannya yang lain dan kembali di sambut tawa oleh yang lain.


"Makanya jadi orang jangan terlalu pintar jadi gila kan sekarang" Tambah yang lainnya.


"Cantik-cantik kok gila" Sambung yang lainnya.


Suasana semakin ramai saat semua orang yang berada di tempat tersebut tertawa mendengar ucapan teman kelas Via. Terkecuali sang guru mata pelajaran.


Via yang di perlakuan seperti itu hanya dapat menundukkan kepalanya. Via benar-benar merasa malu. Satu persatu air matanya mulai berjatuhan tetapi Via mencoba untuk menahannya. Via tidak mau terlihat lemah di hadapan mereka. Suara tawa mereka baru terhenti ketika mendengar ucapan sang guru mata pelajaran.


Via hanya menganggukan kepala lalu berjalan ke depan. Ketika Via sedang berjalan salah satu teman Via meletakkan kakinya ke depan hingga Via terjatuh akibat tersandung kaki temannya. Suasana kembali riuh suara tawa saat Via tersungkur di hadapan mereka.


"Upssss. Sorry!!!" Ucap siswa yang menjanggal kaki Via dengan nada mengejek.

__ADS_1


Sang guru yang melihat kejadian tersebut dengan sigap membantu Via untuk berdiri.


"Ibu bilang hentikan candaan kalian!!!" Bentak sang guru.


"Dan kau sekali lagi berulah ibu akan menghukum mu". Ancam sang guru kepada murid yang membuat Via terjatuh.


Murid tersebut kemudian terdiam usai mendapat peringatan dari sang guru.


"Yaudah Via. Sekarang kamu duduk" Perintah sang guru dengan lembut.


"Baik bu" jawan Via


"Baiklah karena semuanya sudah berkumpul kita langsung memulai pelajaran kali ini" Ucap sang guru memulai pelajaran.


"Minggu lalu ibu sudah katakan bahwa hari ini kita akan praktek memainkan alat musik piano dan gitar. Ibu juga sarankan dalam memainkan alat musik lebih bagus jika di iringi dengan lagu. Artinya kalian bernyanyi sambil bermain musik. Ibu akan memberikan nilai plus jika ada yang melakukan hal tersebut. Jadi di antara kalian siapa yang berani untuk tampil pertama?" Ucap sang guru lagi.

__ADS_1


Semua siswa terdiam tidak ada yang berani untuk tampil pertama. Hingga seorang siswa memecahkan keheningan.


"Bu!!!". Teriak salah satu siswa mengacungkan tangan.


__ADS_2