
Setelah pertemuan tidak terduga itu, kini hari-hari Via selalu di temani oleh adam. Setiap harinya mereka selalu bersama. Kini gudang tua yang dulunya menjadi saksi kesedihan Via kini telah menjadi saksi kebahagiaan Via. Gudang tua yang dulunya selalu melihat air mata kini selalu melihat tawa Via.
Setiap harinya mereka menghabiskan waktu bersama. Mereka menghabiskan waktu hanya sekedar bercerita. Entah itu cerita kejadian hari ini dan juga cerita tentang masa kecil mereka. Dan tidak jarang mereka selalu belajar bersama. Bahkan setiap harinya Via selalu bernyanyi untuk Adam, dan Adam menyukai itu semua.
Kini Via tidak sendiri lagi. Via kini telah memiliki seseorang yang bisa Via temani untuk berbagi cerita. Namun Via tidak pernah menceritakan kesedihannya. Via hanya menceritakan segala kebahagiaan yang pernah ia alami. Via tidak ingin terlihat menyedihkan di hadapan Adam.
Hingga suatu hari, karena di landa rasa penasaran. Adam bertanya kepada Via, Mengapa Via selalu menghabiskan waktunya di gedung tua ini.
"Vi" Panggil Adam.
"Iya kak, kenapa?" Tanya Via
"Hmmm kakak boleh nanya?" tanya Adam ragu-ragu.
" Hmm kakak mau nanya apa?" Jawab Via sambil menulis sesuatu di bukunya.
__ADS_1
"Maaf yah kalau pertanyaan Kakak nyinggung kamu" ucap Adam.
"Kamu kenapa selalu berada di gudang tua ini? Kamu kenapa gak pernah bergabung dengan teman-teman yang lainnya?" Sambung Adam lagi.
Via yang mendapati pertanyaan seperti itu. Mencoba untuk bersikap biasa saja. Via tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya kepada Adam.
"Hmm. Sebenarnya aku gak begitu senang dengan keramaian kak. Aku lebih suka tempat sepi seperti ini. Tempat seperti ini lebih membuat perasaan aku lebih tenang, dan aku bisa lebih leluasa untuk melakukan apa yang aku senangi. Seperti bernyanyi dan bermain musik" Jawab Via berbohong.
"Ohhh. Aku kira kamu memang sengaja menghindari mereka" Ucap Adam lagi.
"Ohiya Via. Kamu bisa gak besok jam istirahat datang di pertandingan aku. Jujur aja selama ini aku selalu berharap kamu untuk datang nonton aku bermain basket. Tapi ternyata kamu gak suka dengan kemaramain. Tapi aku harap kali ini kamu mau datang nonton pertandingan aku. Kamu maukan besok datang???" Ucap adam dengan memohon.
"Hmmm Gimana yah kak. Kakak kan tau aku gak suka dengan keramain. Sedangkan besok yang nonton pasti banyak. Kayaknya aku gak bisa deh kak" Jawab Via merasa tidak enak hati. Dalam hati Via sangat ingin menyaksikan pertandingan tersebut. Tanpa Adam memohon pun Via pasti datang jika tidak di ancam oleh ibunya.
Mendapati penolakan dari Via. Adam merasa sangat kecewa. Namun, Adam terus berusaha menbujuk Via. Agar Via bersedia datang.
__ADS_1
"Yaudah. Kalau kamu gak mau datang. Besok kakak gak usah main. Biarin aja tim sekolah kita kalah. Dan itu semua gara-gara kamu" Ancam Adam.
"Loh, kok gara-gara aku sih". Jawab Via terkejut.
"iyalah gara-gara kamu. Kan gara-gara kamu kakak gak main" Jawab Adam lagi.
"Lah ini salah kakak dong. Kan yang gak mau main itu kakak. Bukan aku. Kenapa aku yang di salahin?" Jawab Via tidak mau kalah.
"Kamu beneran gak mau datang?" Tanya Adam sekali lagi dan Via hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Yaudah. Kakak gak mau temenan lagi sama kamu" Jawab Adam lalu meninggalkan Via.
Via yang di tinggalkan Adam merasa sedih namun juga merasa bersalah.
Salam Manis❤
__ADS_1