Beri Aku Kebahagiaan

Beri Aku Kebahagiaan
Semuanya Masih Sama


__ADS_3

Di sekolah Via merupakan salah satu murid yang cerdas sehingga banyak guru yang menyukainya. Namun di antara banyaknya siswa di sekolah tersebut tidak ada satu pun yang ingin berteman dengan Via. Mereka tidak ingin berteman dengan Via sebab mereka mengganggap Via pembawa sial. Mereka takut jika berteman dengan Via akan membawa kesialan bagi mereka. Sehingga tidak heran jika sering kali Via mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Entah itu hinaan ataupun siksaan fisik.


Namun Via tidak pernah merasa sedih karena baginya hal tersebut sudah biasa ia rasakan. Bahkan perlakuan mereka tidak ada apa-apanya di banding perlakuan yang di terimanya di rumah.


Via bagaikan makhluk yang tidak nampak. Kehadirannya tidak pernah di anggap ada. Via hanya mereka jadikan bahan bullyan dan tak jarang mereka hanya memanfaatkan kepintaran Via.


Lagi dan lagi Via hanya bisa pasrah menerima perlakuan mereka. Via tidak bisa melawan sebab Via sadar diri jika Via melawan itu hanya akan memperburuk situasi. Terlebih jika kedua orang tuanya harus di panggil ke sekolah akibat ulahnya walaupun Via hanya berniat membela diri. Bukannya mendapat pembelaan dari orang tuanya Via justru hanya mendapat hinaan dari mereka. Dan Via yakin kalau kedua orang tuanya tidak akan mengizinkan Via bersekolah lagi jika itu benar terjadi.


Hingga tidak Via sadari sudah setahun Via bersekolah di sekolah tersebut dan mendapat perlakuan yang buruk selama ini. Kini ia sudah duduk di bangku kelas 2 SMA dan hari-harinya tidak ada peningkatan ataupun perubahan. Semuanya masih sama Hanya ada tangisan kesedihan. Namun yang pasti semakin Via tumbuh dewasa semakin Cantik pula dirinya dan hal itu mulai di sadari oleh para siswa laki-laki di sekolahnya.


Akibatnya Via semakin di benci oleh para siswa perempuan di sekolahnya karena semua perhatian siswa laki-laki hanya tertuju kepada Via seorang.


Kini Dinda juga sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik namun yang membedakannya dengan Via adalah Via memiliki kecantikan yang natural tanpa make up sedangkan Via cantik karna bantuan Make up.

__ADS_1


Dinda juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Via. Bedanya Via anak kelas 2 sedangkan Dinda masih kelas 1. Ketika Dinda pertama kali masuk di sekolah tersebut Dinda menjadi bahan perhatian para siswa di sekolah sebab mereka takjub akan kecantikan Dinda. Kecantikan bantuan dari make up. Seketika Dinda menjadi primadona di sekolah tersebut. Banyak siswa laki-laki yang menyukainya. Namun tidak sedikit juga siswa laki-laki yang menyukai sang kakak Via.


Sehingga hal ini membuat Dinda semakin membenci sang kakak karna Dinda merasa tersaingi oleh sang kakak. Hingga suatu hari Dinda membuat pengaduan kepada sang ibu.


"Bu,.... Ibuuuuuuu!" Panggil Dinda dengan manja.


"Iya sayang. Dinda kenapa?" Jawab ibu Hanj.


"Anak Sial*n itu kenapa lagi? Apa dia menyakitimu? Yang mana sakit? Biar ibu beri pelajaran itu anak!". Tanya ibu dengan emosi.


"Bukan bu. Bukan itu!" Ucap Dinda lagi.


"Lalu apa sayang?" Tanya sang ibu sambil membelai lembut rambut Dinda.

__ADS_1


"Ini bu. Di sekolah itu kak Via selalu suka cari perhatian sama teman-teman Dinda. Kakak suka bikin heboh di sekolah. Kakak juga sok cantik di sekolah. Selalu ngomong kalau Kakak adalah siswa paling cantik di sekolah Dinda. Dinda kan jadi malu bu!". Ucap Dinda berbohong.


"Emang tidak tahu malu anak sial*n itu!" Ucap Hani geram.


"Yaudah Kamu tenang yah nak. Biar Ibu yang akan beri dia pelajaran. Kalau perlu ibu akan suruh dia berhenti bersekolah". Ucap Ibu Hani lagi.


"Gak perlu bu. Ibu gak Perlu larang kak Via untuk sekolah. Ibu cukup ingatkan kak Via agar tidak selalu muncul di sekolah. Ibu cukup bilang sama kak Via buat menjauh dari semua teman sekolah Dinda. Nah dengan begitu Dinda bisa tenang jika bergabung dengan teman-teman Dinda. Lagian jika kalau kak Via gak sekolah siapa nanti yang akan kerjain tugas-tugas Dinda? Jadi ibu gak usah suruh kak Via berhenti sekolah". Ucap Dinda panjang lebar.


"Yaudah kalau gitu biar Ibu ngomong sama dia". Jawab sang ibu.


"Makasih Ibuuu. Makin sayang deh sama ibu, Cup.." ucap dinda sambil mengecup pipi sang ibu.


"Yaudah aku ke kamar yah bu" Pamit Dinda

__ADS_1


__ADS_2