
"Ya, ada apa shasa? Kamu mau tampil pertama?" Tanya ibu guru
"Bukan bu, Bukan. Jadi gini, tadi kan Via datang terlambat. Bagaimana kalau Via yang tampil pertama sebagai bentuk hukuman untuk dia karena datang terlambat?" Usul Shasa.
"Iya bu. Kami setuju. Yah kan temen-temen?" Tambah yang lainnya.
"Iya bu. Kami setuju" Ucap yang lainnya kompak.
"Oke baiklah berdasarkan usul shasa. Jadi Via akan tampil pertama. Untuk Via silahkan ke depan!!!" Ucap ibu guru memutuskan.
Via hanya pasrah ketika di tunjuk untuk tampil pertama. Via lalu berjalan menuju ke depan.
"Baiklah Via, kamu mau memainkan alat musik yang mana?" Tanya guru sambil menunjuk ke dua alat musik tersebut.
Belum sempat Via memutuskan pilihannya. Salah satu temannya sudah bersuara.
"Yaelah bu masih nanya Via mau main jenis musik yang mana. Udah pastilah dia gak bisa keduanya. Jangankan memainkannya. Nama alat musiknya saja jangan-jangan Via gak tahu. Secara diakan KAMPUNGAN" Celetuk salah satu siswa dengan menekan kata kampungan. Lalu kemudian di sambut tawa oleh yang lainnya.
"Hahahahahahahahaha" Tawa mereka.
"Sudah cukup candaan kalian?" Tanya sang guru saat semuanya telah berhenti tertawa.
Semuanya terdiam tidak ada yang berani menjawab pertanyaan tersebut. Mendapati muridnya terdiam sang guru lalu mengulang kembali pertanyaannya kepada Via.
"Bagaimana Via? Kamu mau memainkan alat musik yang mana?" Tanya gurunya lagi.
"Piano bu" Jawab Via dengan kepala tertunduk.
"Oke baiklah. Silahkan kamu mengambil posisi dan bersiap-siap. Jika sudah siap mulailah memainkannya" Ucap gurunya.
Via segera menuju ke arah piano untuk memainkannya. Sebelum memainkannya Via mengambil nafas yang panjang lalu menghembuskannya dengan lembut. Saat di rasa sudah siap Via mulai memainkan piano tersebut.
Di saat Via memainkan piano tersebut. Semua orang terdiam mendengarkan permainan Via. Musik Via terdengar begitu menyedihkan. Hingga siapapun yang mendengarkannya merasa hatinya tersayat. Di tambah ketika Via mulai menyanyikan lagi dari musik yang ia mainkan. Orang-orang seketika larut dalam nyanyiannya seolah mereka juga merasakan apa yang selama ini di rasakan Via. Lagu yang di bawakan Via seakan mewakili apa yang selama ini ia rasakan.
"******Merah Sejuta Luka**" Tasha Bouslama****
__ADS_1
**Setiap malam ku terjaga
Selepas hari dalam lelahku
Tersudut ku menangis
Renungkan takdirku
Kau merah menyisakan sejuta luka
Menghujam batinku, remukkan jiwa
Hancurkan segalanya
Ku tak sanggup 'tuk jalani semua
Derita menghiasi s'luruh jiwa
Berharap 'tuk mendapatkan cinta
Yang tulus mengilhami
Di setiap tarikan nafasku
Membawa bahagia kembali
Akhiri semua siksa
Hapuskan dukaku
Ku tak sanggup 'tuk jalani semua
Derita menghiasi s'luruh jiwa
Berharap 'tuk mendapatkan cinta
__ADS_1
Yang tulus mengilhami
Di setiap tarikan nafasku
Oh, Tuhan, tolong diriku
Lepaskan semua derita
Ikhlaskan diriku 'tuk menahan gejolak hatiku
Ku tak sanggup 'tuk jalani semua
Derita menghiasi s'luruh jiwa
Berharap 'tuk mendapatkan cinta
Yang tulus mengilhami
Di setiap tarikan nafasku**
(Menurut author lagu tersebut benar-benar mewakili perasaan Via selama ini. Jadi yang penasaran silahkan dengarkan langsung lagunya)
Sehabis Via menyelesaikan lagunya. Via kembali meneteskan air mata. Sedangkan orang-orang yang ada di tempat tersebut hanya terdiam seakan mereka terhipnotis dengan permainan musik Via di tambah dengan suara Via yang begitu merdu dan indah. Hingga tanpa mereka sadari di antara mereka ada beberapa yang meneteskan air mata termasuk sahabatnya Nadia. Namun Nadia segera sadar lalu menghapus air matanya dan kembali bersikap biasa saja. Entah apa yang kini di fikirkan olehnya.
Suasana Hening cukup lama. Hingga suara tepuk tangan dari salah satu orang yang menyaksikan kejadian tersebut menyadarkan semua orang-orang di tempat tersebut. Seketika Via mengangkat kepalanya yang tertunduk menoleh ke arah orang yang masih terus bertepuk tangan untuknya.
Betapa terkejutnya Via ketika melihat orang tersebut. Via tidak menyangka bahwa orang pertama yang mengapresiasi permainannya walaupun hanya tepuk tangan adalah orang yang selama ini ia cintai. Yah orang itu adalah ADAM PERDANA KUSUMA si pria idaman Via, yang merupakan cinta pertamanya. Bahkan hingga kini via masih mencintainya walau cintanya tidak terbalas.
Cukup lama Adam bertepuk tangan untuk Via. Hingga satu persatu orang-orang yang ada di tempat kejadian, mulai bertepuk tangan untuk Via. Sehingga lama-kelamaan Suara tepuk tangan terdengar bergemuruh di tempat tersebut. Semua orang bersorak untuk Via.
Semua terlihat sangat kagum dengan apa yang di miliki Via. Mereka tidak menyangka bahwa orang yang selama ini mereka bully memiliki suara yang begitu merdu dan indah. Serta sangat hebat dalam bermain piano.
Seketika Via merasa mendapatkan kekuatan baru untuk menghadapi cobaan hidupnya yang sangat berat. Via merasa hidupnya kembali berarti. Via benar-benar merasa bahagia dengan apa yang ia saksikan saat ini.
Salam Manis❤
__ADS_1