
“ Ahhh, apakah dunia ini tidak bisa hadir biasa-biasa saja, tanpa cerita-cerita tak masuk akal yang sulit di percaya” ucap via pelan sambil menunduk dan menghela nafas panjang. Lalu kemudian mengangkat kepalanya dan kembali menatap sang ibu sambil tersenyum
“Lihatlah, bahkan tidak ada sedikit pun rasa sedih di mata ibu. Sebegitu tidak berartikah aku di mata ibu, sungguh aku gadis yang malang, mengharapkan namun tak pernah di harapkan. Sungguh malang nasib mu Via” ucap Via lagi mengasihani dirinya sendiri.
Tidak lama kemudian awan yang sedari tadi mendung, mulai terasa meneteskan air hujan. Seakan hanya hujan yang mengerti suasana hati Via saat ini. Lama kelamaan hujan semakin deras, hingga semua warga desa yang ada di lokasi mulai berlarian mencari tempat berteduh, begitu pun dengan ibu Via. Kini ia sudah kembali naik ke atas panggung. Hanya Via seorang yang masih berada di tempat tersebut, seolah tengah meratapi nasibnya yang malang.
Kini air matanya bercampur dengan hujan, hujan benar-benar datang di waktu yang tepat. Ia membantu Via menyembunyikan kesedihannya. Mata Via kini semakin memerah akibat menahan amarah dan kesedihannya. Ia merasa sedih dengan hidupnya yang malang namun juga marah. Mengapa ia bisa sampai di bodohi seperti ini. Ia tidak menyadari bagaimana dirinya begitu bodoh , hingga dapat di permainkan seperti ini.
__ADS_1
Via berfikir, mereka benar-benar pasangan yang serasi, julukan yang selama ini di berikan oleh temannya untuk Adam dan Dinda memang benar. Tidak salah jika mreka bisa mencapai karirnya sebagai artis. Mereka benar-benar hebat dalam bersandiwara, mereka hebat memainkan perannya.
“Mencintai kalian adalah luka yang benar-benar paling ku sengaja. Ternyata aku telah salah mencintai orang selama ini. Benar kata mu Adam, aku benar-benar gadis yang bodoh” ucap Via menatap mereka satu persatu.
“Dan untuk mu Dinda aku benar-benar berterima kasih, karena kau telah menunjukkan sifat asli orang yang ku sayangi selama ini. Tapi, aku mohon maaf sebab hati ku belum bisa melepaskan dia” ucap Via menatap Adam dan Dinda.
“Untuk ayah dan Ibu, aku sekarang sudah mengerti. Selama ini keberadaan ku tidak pernah di harapkan. Selama ini aku hanya menyusahhkan kalian, hanya membawa kesialan untuk kalian. Maka dari itu aku akan membantu kalian untuk menyingkirkan segala kesialan yang selama ini mengusik hidup kalian. Semoga dengan tidak adanya aku di hidup kalian, akan membawa segala kebahagiaan di hidup kalian. Satu hal yang harus ayah dan ibu ingat, sejahat apa pun kalian pada ku aku selalu menyanyangi kalian. Meski kalian tidak pernah menganggap ku ada” ucap Via dengan air mata yang semakin deras mengalir di tengah derasnya hujan mengguyur tubuhnya.
__ADS_1
Adam hanya terdiam tanpa merespon ucapan dari Via. Entah apa yang tengah di fikirkan oleh Adam. Ia hanya menatap lurus ke arah Via.
“Dan pesan, untuk mu adik ku Dinda yang sangat kakak sayangi. Bahu mu lebih kau kuatkan lagi, dunia ini semakin lucu becandanya. Cara mu memperlakukan dan mempermainkan ku selama ini, suatu saat kau akan mendapatkan balasannya” pesan Via untuk Dinda. Dinda hanya tersenyum sinis menanggapi pesan Via.
“ Dan pesan terakhir untuk kalian semua yang mendengar ucapan ku ini. Jangan berlebihan membenci orang lain. Sebab kau akan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan orang yang kau benci dan suatu saat kau sendiri yang akan merasa rugi” ucap Via dengan suara yang lantang.
Usai mengatakan kalimatnya Via berjalan meninggalkan tempat tersebut dengan tatapan kosong. Entah apa yang kini tengah ada di fikiran Via. Dari kejauhan Via melihat ada sebuah mobil yang akan melintas dengan sangat cepat. Via semakin mempercepat langkahnya hingga terjadi sesuatu di luar dugaan orang-orang yang di tempat itu.
__ADS_1
“BUGHHHH”
Salam Manis❤